Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance in the Development of Nutrient Water Cooling Technology for Hydroponic Farmers Annisa Syafitri Kurniasetiawati; Bowo Yuli Prasetyo; Parisya Premiera Rosulindo; Windy Hermawan Mitrakusuma; Apip Badarudin; Muhammad Akmal; Rizki Muliawan
Jurnal Difusi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian hydroponic industry is expanding rapidly as awareness of food security grows. The JTRA-POLBAN Community Service Team mentored Ndaru Farm MSME in Batujajar Village, focusing on aquaponics. Greenhouse nutrient water temperatures can reach 38°C, exceeding the ideal 20–23°C and affecting harvests. Therefore, a water chiller-based cooling system was developed and tested on hydroponic tables. System performance was monitored through electricity consumption, temperature stability, and the growth of lettuce (Lactuca sativa) and bok choy (Brassica rapa). Growth parameters included weekly plant height and final harvest weight, compared with a control without cooling. Results showed that cooling maintained stable temperatures of 20–22°C, while without cooling they fluctuated at 28–29°C. Cooling increased lettuce height but reduced its mass, whereas bok choy experienced significant mass gain. Energy analysis confirmed cooling technology is more profitable for sustainable bok choy cultivation.
Evaluasi Kelayakan Teknis Penggunaan Refrigeran R717 sebagai Alternatif Pengganti R22 pada Sistem Pendingin Plant Dry Ice Expanded Tobacco Berdasarkan Simulasi Termodinamika Yogaswara Chudan Permana; Parisya Premiera Rosulindo; Windy Hermawan Mitrakusuma
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7160

Abstract

Refrigeran R22 telah lama digunakan pada sistem pendingin industri dan komersial karena memiliki karakteristik termodinamika yang baik. Namun, R22 termasuk refrigeran HCFC yang memiliki Ozone Depletion Potential (ODP) dan Global Warming Potential (GWP) sebesar 1760, sehingga penggunaannya dihentikan secara bertahap sesuai Protokol Montreal. Salah satu alternatif yang potensial adalah amonia (R717), yang memiliki ODP nol, GWP mendekati nol, serta performa termodinamika yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan penggunaan R717 sebagai pengganti R22 pada sistem pendingin Plant Dry Ice Expanded Tobacco (DIET). Metode penelitian menggunakan studi literatur dan analisis data sekunder terhadap sifat termodinamika refrigeran, kinerja sistem pendingin yang meliputi Coefficient of Performance (COP), kapasitas pendinginan, konsumsi energi, serta aspek keselamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan R717 meningkatkan COP sebesar 4,6% dan kapasitas pendinginan sebesar 5,5%, sehingga menghasilkan efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan R22. Dari aspek ekonomi, diperoleh potensi penghematan biaya operasional sekitar Rp85 juta per tahun dengan payback period selama 11 tahun. Meskipun R717 memiliki sifat toksik dan korosif, penerapannya tetap layak dilakukan dengan memperhatikan desain sistem, pemilihan material, dan penerapan standar keselamatan yang memadai. Secara keseluruhan, R717 merupakan alternatif yang layak menggantikan R22 dari aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan.