Yeni Yasyah Sinaga
Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA KENAKALAN DAN KRIMINALITAS REMAJA DALAM MASYARAKAT Yeni Yasyah Sinaga; Ahmad Maulana Anshori
Dakwatul Islam Vol 7 No 1 (2022): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v7i1.582

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab tingginya kenakalan dan kriminalitas remaja dalam masyarakat di Nagori Pulo Pitu Marihat Kab. Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, dan observasi. Berdasarkan metode yang digunakan ditemukan hasil penelitian bahwa terdapat 5 faktor penyebab tingginya kenakalan dan kriminalitas pada masyarakat di Nagori Pulo Pitu Marihat Kab. Simalungun yaitu: pertama, kurangnya perhatian dan pengawasan dari orangtua sehingga remaja tersebut dengan bebas melakukan keinginannya. Kedua, pengaruh budaya modern yang dapat mengarah pada perbuatan negatif remaja tanpa memikirkan efek samping ke depan. Ketiga, Kurangnya kasih sayang orang tua yang menyebabkan remaja tersebut mencari bentuk kasih sayang lain di luar rumah. Keempat, kurangnya penerapan ilmu agama yang cukup sehingga memberikan pengaruh yang tidak baik pada perkembangan remaja. Kelima, lemahnya perekonomian sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: Kenakalan Remaja, Kriminalitas, Masyarakat Abstract The purpose of this study was to determine the factors causing high juvenile delinquency and crime in the community in Nagori Pulo Pitu Marihat, Kab. Simalungun. This study used qualitative methods with interview and observation techniques. Based on the method used, it was found that there were 5 factors causing high delinquency and crime in the community in Nagori Pulo Pitu Marihat, Kab. Simalungun, namely: first, the lack of attention and supervision from parents so that the teenager is free to do what he wants. Second, the influence of modern culture which can lead to the negative actions of teenagers without thinking about the side effects going forward. Third, the lack of parental love causes the teenager to seek other forms of affection outside the home. Fourth, the lack of sufficient application of religious knowledge so that it has a bad influence on adolescent development. Fifth, the weak economy is unable to meet family needs. Keywords: Juvenile Delinquency, Crime, Society
Ruang Jalanan sebagai Arena Dakwah: Analisis Sosiologis terhadap Anak Jalanan dan Strategi Bertahan Hidup Yeni Yasyah Sinaga; Fazri Hasiholan Sinaga
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 4 No. 1 (2026): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v4i1.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup anak jalanan di Kota Pekanbaru serta memahami jalanan sebagai arena sosial, ekonomi, dan dakwah dalam perspektif sosiologi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memiliki strategi bertahan hidup yang adaptif melalui aktivitas ekonomi informal seperti mengemis, mengamen, dan menjadi badut jalanan. Aktivitas ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga melibatkan interaksi simbolik untuk membangun empati masyarakat. Jalanan berfungsi sebagai arena sosial yang dinamis yang ditandai oleh interaksi, kompetisi, dan relasi kuasa. Dalam perspektif sosiologi dakwah, fenomena ini menunjukkan bahwa praktik dakwah belum sepenuhnya menjangkau kelompok marginal di ruang publik. Anak jalanan tidak hanya menjadi objek dakwah, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat sosial atas ketimpangan yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah yang lebih inklusif, kontekstual, dan berbasis pemberdayaan.
Strategi Dakwah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Imam Sholat Yeni Yasyah Sinaga; Widya Khaidir
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i1.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kualitas pendidikan agama imam sholat di Perumahan Griya Pada Karya 6 Kec. Rumbai Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu menganalisis data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama imam sholat. Dengan memberdayakan ekonomi imam sholat. Dapat disimpulkan bahwa strategi dakwah berbasis pemberdayan ekonomi terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas Pendidikan agama imam sholat di lingkungan Perumahan Griya Pada Karya 6 Kec. Rumbai Kota Pekanbaru. Dengan memberdayakan ekonomi imam sholat, kita dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan kualitas hidup. Dan dapat dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan kualitas hidup. keberhasilan dakwah sangat tergantung pada dokumen komunitas dan system ekonomi mikro yang terintegrasi. Beberapa strategi yang terbukti efektif adalah: pembentukan koperasi masjid, pelatihan kewirausahaan untuk imam dan remaja masjid, insentif berbasis kinerja imam, dan pemanfaatan dana sosial (infak, sedekah) untuk program Pendidikan agama imam sholat. Penelitian ini memeberikan kontribusi bagi pengelola masjid dan lembaga keagamaan pada pengembangan strategi dakwah yang efektif dan berbasis pemberdayaan ekonomi dilingkungan Perumahan Padat Karya 6 Kec. Rumbai Kota Pekanbaru.
Praktik Hutang Rentenir dan Implikasinya terhadap Pengembangan Masyarakat Islam: Studi Kasus di Nagori Pulo Pitu Marihat Yeni Yasyah Sinaga
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 22 No. 02 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i02.1896

Abstract

Abstrak Praktik rentenir (bergaji tinggi) masih menjadi mekanisme pembiayaan informal yang banyak digunakan oleh masyarakat Muslim pedesaan, meskipun bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik rentenir di Nagori Pulo Pitu Marihat, Kecamatan Ujung Padang, dengan meneliti bentuk-bentuknya, persepsi masyarakat Muslim, faktor-faktor yang mendorong ketergantungan, dan implikasinya terhadap pembangunan masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui purposive sampling, melibatkan 10 informan utama yang terdiri dari petani kecil, pedagang informal, buruh harian, dan ibu rumah tangga, serta 5 informan pendukung, termasuk pemimpin agama, pejabat desa, dan anggota keluarga informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Temuan menunjukkan bahwa praktik rentenir beroperasi melalui pinjaman berbunga tinggi, kesepakatan lisan, dan skema pembayaran yang kaku, yang melemahkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Persepsi masyarakat terbagi menjadi tiga pola utama: paksaan, normalisasi praktik, dan kesadaran agama tanpa akses yang memadai terhadap pembiayaan alternatif. Temuan ini menekankan bahwa pembangunan komunitas Islam membutuhkan intervensi struktural melalui penguatan literasi keuangan Islam dan lembaga ekonomi Islam di tingkat desa.  Kata kunci: Praktik Peminjaman Uang, Pengembangan Komunitas Islam, Pembangunan Ekonomi, Studi Kasus Kualitatif   Abstrak Praktik hutang rentenir masih menjadi mekanisme pembiayaan informal yang banyak digunakan masyarakat pedesaan Muslim, meskipun bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik hutang rentenir di Nagori Pulo Pitu Marihat Kecamatan Ujung Padang dengan menelaah bentuk praktik, persepsi, masyarakat Muslim, faktor pendorong ketergantungan, serta dorongannya terhadap pengembangan masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Infrorman dipilih melalui teknik puposive sampling  yang melibatkan 10 informan utama, terdiri atas petani kecil, pedagang informal, buruh harian, dan ibu rumah tangga, serta 5 informan pendukung yaitu tokoh agama, aparat Nagori, dan anggota keluarga informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik rentenir   berlangsung melalui pinjaman berbunga tinggi, akad lisan, dan skema pengembalian yang ketat, yang meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Persepsi masyarakat mendalami dalam tiga pola utama: keterpaksaan, normalisasi praktik, dan kesadaran keagamaan tanpa dukungan alternatif pembiayaan yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan masyarakat Islam menuntut intervensi struktural melalui penguatan literasi keuangan syariah dan kelembagaan ekonomi Islam di tingkat Nagori.  Kata kunci : Hutang Rentenir, Pengembangan Masyarakat Islam, Studi Kasus Kualitatif
Strategi Komunikasi Dakwah dalam Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Masyarakat Muslim Yeni Yasyah Sinaga; Fazri Hasiholan Sinaga
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i2.971

Abstract

Islamic economic literacy is an important factor in the development of the Islamic financial ecosystem in Indonesia. However, a gap still exists between the Muslim community's commitment and their understanding of the implementation of sharia economic principles, including in Pekanbaru City, which has strong Malay-Islamic socio-cultural characteristics. This study aims to analyze da'wah communication strategies, identify barriers, and formulate an effective model for strengthening Islamic economic literacy among urban communities. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation, documentation, and review of literacy programs from various institutions. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model. The results show that da'wah communication strategies are implemented through three channels: conventional-cultural (mosques and majelis taklim), contemporary digital, and collaborative-structural (synergy between da'wah institutions, universities, regulators, and the Islamic financial industry). The barriers encountered include limited communicator competence, the complexity of muamalah terms, and low public trust in Islamic financial institutions. This study formulates a Holistic Muamalah Da'wah Model that integrates the strengthening of dai competence, message simplification, the use of digital media, and institutional collaboration
Strategi Dakwah Partisipatif sebagai Pendekatan Pengembangan Masyarakat Islam Berkelanjutan Yeni Yasyah Sinaga
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.1113

Abstract

This research analyzes the implementation of participatory da'wah strategy in sustainable Islamic community development in Perawang, Riau. Using a qualitative descriptive method with a case study design, the research integrates Islamic theological values (syûrâ and ukhuwah) with the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The findings show that this approach deconstructs the dependency mentality of marginalized communities through four main stages: awareness-raising (infitah), organizing (tanzhim), concrete action (amaliyah), and participatory evaluation (istimariyah). This strategy successfully transforms the role of the congregation from passive objects of da'wah (mad'u) into subjects driving transformative change (da'i transformatif). Multidimensional impacts are evident in spiritual sustainability, economic empowerment (liberation from moneylenders through the mosque's baitul maal), and social cohesion as a cultural melting pot for the industrial community. Challenges such as initial cultural resistance and managerial limitations were addressed through exemplary da'wah and academic partnerships. The research formulates a Mosque Ecosystem-Based Transformative Participatory Da'wah Model that actualizes Maqashid asy-Syari'ah in a grounded manner for sustainable community self-reliance, demonstrating the effectiveness of participatory bottom-up approaches over top-down charitable models in empowering urban-industrial communities.