Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup anak jalanan di Kota Pekanbaru serta memahami jalanan sebagai arena sosial, ekonomi, dan dakwah dalam perspektif sosiologi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan memiliki strategi bertahan hidup yang adaptif melalui aktivitas ekonomi informal seperti mengemis, mengamen, dan menjadi badut jalanan. Aktivitas ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga melibatkan interaksi simbolik untuk membangun empati masyarakat. Jalanan berfungsi sebagai arena sosial yang dinamis yang ditandai oleh interaksi, kompetisi, dan relasi kuasa. Dalam perspektif sosiologi dakwah, fenomena ini menunjukkan bahwa praktik dakwah belum sepenuhnya menjangkau kelompok marginal di ruang publik. Anak jalanan tidak hanya menjadi objek dakwah, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat sosial atas ketimpangan yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah yang lebih inklusif, kontekstual, dan berbasis pemberdayaan.
Copyrights © 2026