Satria Chandra
Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Simalungun, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Proses Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah dengan Pemanfaatan Media Film sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Negeri 11 Medan Puspa Unsya Shaleha; Pulung Sumantri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Satria Chandra; Ridho Gilang Amalsyah Saragih
Education & Learning Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v3i2.1034

Abstract

Film adalah serangkaian gambar diam, yang ketika ditampilkan pada layar akan menciptakan ilusi gambar bergerak. Ilusi optik ini memaksa penonton untuk melihat gerakan berkelanjutan antar objek yang berbeda secara cepat dan berturut-turut. Film merupakan bagian dari media komunikasi massa yang sering kali digunakan sebagai media yang menggambarkan kehidupan sosial dalam masyarakat. Film sebagai salah satu atribut media massa menjadi sarana komunikasi yang paling efektif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung dalam menyampaikan materi ajar masih terkesan monoton. Hal ini dikarenakan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi bosan, kurang aktif dan akhirnya tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas, akibatnya akan berdampak pada nilai mereka rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini maka guru harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Media yang dapat digunakan yaitu media film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media film terhadap hasil belajar siswa. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi siswa melalui penerapan media film dalam pembelajaran sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penerapan media film untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi siswa merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan saran atau rekomendasi serta bahan pertimbangan untuk guru agar siswa memiliki kemampuan dalam mengolah informasi sehingga pembelajaran sejarah dapat berjalan dengan lancar.
A PHILOSOPHICAL PERSPECTIVE ON IDENTITY RECOGNITION AS A STRATEGY FOR BULLYING MITIGATION IN EDUCATION: THE CASE OF PEMATANGSIANTAR CITY Hutauruk, Ahmad Fakhri; Ginting, Andres M.; Asnewastri, Asnewastri; Chandra, Satria; Damanik, Anggi Safitri; Damanik, Hana Pertiwi; Purba, Nur Ainun
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 1 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i1.24932

Abstract

The phenomenon of identity-based bullying in the multicultural educational environment of Pematangsiantar City reflects a complex issue that extends beyond individual behavior and is closely linked to the failure of educational institutions to substantively recognize student identity diversity. This study aims to explore how a philosophical approach to identity recognition can be applied as a more fundamental and sustainable bullying mitigation strategy. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews with students, teachers, and educational staff, complemented by participant observations and analysis of school policy documents. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s techniques, which include data reduction, data display, conclusion drawing, and verification through credibility, dependability, transferability, and confirmability tests. The findings reveal that identity recognition remains primarily administrative, often neglecting psychosocial dimensions, thereby fostering identity-based bullying in the form of social exclusion, verbal bullying, and symbolic domination by majority groups. The limited integration of educational philosophy into learning processes further amplifies identity homogenization within classrooms. In conclusion, the philosophical approach to identity recognition offers a strategic contribution to strengthening inclusive education based on social justice, capable of sustainably mitigating bullying in multicultural educational settings.