Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK INOVASI KERIPIK KELAPA SEBAGAI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BAGI MASYARAKAT DESA OEMASI KABUPATEN KUPANG Vinsensia Mulia; Primus Yoseph Feka; Marselino Alpin Abu; Ersa Okta Flariska Sida; Soterdino D. Obe; Siprianus Soleman Senda
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.2002

Abstract

Masyarakat Desa Oemasi, Kabupaten Kupang, memiliki potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu kelapa. Namun kelapa hanya dijual begitu saja dalam bentuk buah kelapa muda, tanpa pengolahan menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi. Hal ini terjadi karena masyarakat Desa Oemasi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kelapa menjadi keripik. Maka mahasiswa KKNT-PPM Universitas Katolik Widya Mandira 2023 mengupayakan pemberdayaan potensi alam dan sumber daya manusia di Desa Oemasi dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Keripik Kelapa dengan sasaran sekelompok kecil ibu-ibu yang berminat wirausaha. Kegiatan ini menjadi solusi atas kebutuhan sekelompok masyarakat Desa Oemasi akan keterampilan mengolah sumber daya kelapa yang melimpah di daerahnya demi menunjang perekonomian masyarakat. Melalui pelatihan ini kelompok ibu-ibu di Desa Oemasi memperoleh keterampilan mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi keluarga, sekaligus mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah di Desa Oemasi. Metode yang dipakai adalah learning by doing, atau praktik langsung sambil belajar membuat keripik kelapa. Hasilnya, kelompok ibu-ibu tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kelapa menjadi keripik. Modal dasar ini kiranya dikembangkan lebih lanjut untuk produksi berskala ekonomis dengan varian kreativitas pengolahan.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK INOVASI KERIPIK KELAPA SEBAGAI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BAGI MASYARAKAT DESA OEMASI KABUPATEN KUPANG Vinsensia Mulia; Primus Yoseph Feka; Marselino Alpin Abu; Ersa Okta Flariska Sida; Soterdino D. Obe; Siprianus Soleman Senda
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.2002

Abstract

Masyarakat Desa Oemasi, Kabupaten Kupang, memiliki potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu kelapa. Namun kelapa hanya dijual begitu saja dalam bentuk buah kelapa muda, tanpa pengolahan menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi. Hal ini terjadi karena masyarakat Desa Oemasi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kelapa menjadi keripik. Maka mahasiswa KKNT-PPM Universitas Katolik Widya Mandira 2023 mengupayakan pemberdayaan potensi alam dan sumber daya manusia di Desa Oemasi dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Keripik Kelapa dengan sasaran sekelompok kecil ibu-ibu yang berminat wirausaha. Kegiatan ini menjadi solusi atas kebutuhan sekelompok masyarakat Desa Oemasi akan keterampilan mengolah sumber daya kelapa yang melimpah di daerahnya demi menunjang perekonomian masyarakat. Melalui pelatihan ini kelompok ibu-ibu di Desa Oemasi memperoleh keterampilan mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi keluarga, sekaligus mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah di Desa Oemasi. Metode yang dipakai adalah learning by doing, atau praktik langsung sambil belajar membuat keripik kelapa. Hasilnya, kelompok ibu-ibu tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah kelapa menjadi keripik. Modal dasar ini kiranya dikembangkan lebih lanjut untuk produksi berskala ekonomis dengan varian kreativitas pengolahan.
Maria as Nai Mnuke: Guardian of Land, Body, and Dignity—Reinterpreting Marian Devotion in the Mollo Indigenous Community Siprianus Soleman Senda; Helidorus F. Anin; Patricius Neonnub; Hendriko Dicky Tae Della; Oswaldus Agusto Haki Mamulak
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v11i1.51190

Abstract

Marian devotion occupies a central place in Indonesian Catholic spirituality, yet it is frequently understood as an expression of personal piety detached from questions of gender justice and ecological responsibility. This study examines how Marian devotion is reinterpreted within the Mollo indigenous community of East Nusa Tenggara through the concept of Nai Mnuke. This contextual theological construct integrates Catholic Mariology with indigenous relational cosmology. Employing a qualitative approach grounded in reflective ethnography, the study collected data through participant observation, semi-structured interviews, focus group discussions, and document analysis in five villages where Marian devotion and customary practices remain closely intertwined. The findings reveal that Marian devotion functions as a relational religious praxis through which believers cultivate moral agency, communal solidarity, and ecological responsibility. Mollo women emerge as active theological interpreters who negotiate inherited devotional traditions in dialogue with their lived experiences, while Nai Mnuke provides a theological language that connects women’s dignity, care for the land, and Catholic faith within a shared moral horizon. Rather than representing a departure from Catholic orthodoxy, this reinterpretation deepens Marian devotion through creative dialogue between ecclesial tradition and indigenous wisdom. The study contributes to contextual Mariology by integrating Thomistic personalism, contextual feminist hermeneutics, and ecofeminism into a coherent analytical framework for understanding Marian devotion as lived religion. It further demonstrates that contextual Marian devotion can serve as a constructive theological resource for strengthening women’s agency, ecological stewardship, and pastoral engagement within indigenous Catholic communities.  
IMPLEMENTASI METODE LECTIO DIVINA BAGI UMAT WILAYAH BATUGADE UNTUK MENINGKATKAN DIALOG SUAMI ISTRI DALAM SEMANGAT IN ILLO UNO UNUM Siprianus Soleman Senda; Herman Khaferius Seran; Petrus Rizal Palin; Yohanes Nila; Joanico Benevides Soares; Glorio Jose Atalo; Yoseph Laurensius Kaku Wally; Luis Goveia Leite; Júlio de Jesus; Charanda M. E. da Silva; Agrifino Soares Babo; Nelson Sarmento; ), Raul C. de Araújo; Dionisio M. Fernandes; Nivia B. A. da Silva
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6746

Abstract

Komunikasi yang sehat antara suami dan istri merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan perkawinan Kristiani. Namun, keluarga Kristiani di wilayah perbatasan Batugade, Timor Leste, masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun komunikasi yang terbuka dan berkualitas di tengah kesibukan serta tekanan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya upaya pastoral yang dapat membantu pasangan suami istri memperkuat dialog keluarga berdasarkan nilai-nilai iman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pasangan suami istri dalam membaca serta merenungkan Kitab Suci melalui metode Lectio Divina sebagai sarana membangun dialog keluarga yang lebih bermakna. Kegiatan dilaksanakan di Nubadak, Batugade, pada tanggal 25 dan 27 November 2025 dengan melibatkan 41 peserta dari berbagai kalangan umat. Metode pelaksanaan meliputi wawancara awal dengan lima pasangan suami istri untuk mengidentifikasi kondisi komunikasi keluarga, penyuluhan mengenai pentingnya dialog dalam perkawinan Kristiani, pelatihan praktik Lectio Divina, serta dialog dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi suami istri yang berlandaskan Kitab Suci, mengenal tahapan metode Lectio Divina, serta memiliki motivasi dan komitmen untuk menerapkannya dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran spiritual keluarga untuk membangun relasi yang saling mendukung dalam terang iman Kristiani. Semangat In Illo Uno Unum (dalam Kristus yang satu, kita adalah satu) menjadi dasar spiritual yang mempererat relasi suami istri dan memperkuat kehidupan keluarga Kristiani di wilayah perbatasan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan komunikasi keluarga berbasis nilai-nilai Injil sebagai bagian dari pembinaan iman umat.