Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS PUSKESMAS ULAK KARANG BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS Deni Maisa Putra; Yulia Fitriani; Devid Leonard; Ade Wisandra; Alfauzain; Dian Novita; Washi Fadhila; Annisa Nada Shabrina; Muhammad Al Ashari
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.70

Abstract

 Sistem penyimpanan rekam medis menjadi salah satu penilaian dalam standar akreditasi puskesmas. Sistem penyimpanan rekam medis sangat peting untuk dilakukan dalam penilaian intitusi pelayanan kesehatan. Karena sistem penyimpanan dapat memudahkan berkas rekam medis yang akan disimpan di rak penyimpanan, mudah pengembaliannya, dan melindungi berkas rekam medis dari pencurian. Tujuan kegiatan ini untuk sosialisasi Sistem Penyimpanan Berkas Rekam Medis Puskesmas Ulak Karang berdasarkan Standar Akreditasi Puskesmas. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara, pemaparan materi Standar Akrediatsi Puskesmas, Simulasi dan sosialisasi kepada kepala Puskesmas, petugas Rekam Medis, dan 1 taff Puskesmas. Hasil dalam pelaksanaan sosialisasi sistem penyimpanan berkas rekam medis masih ditemukan permasalahan seperti masih adanya missfile dalam penyimpanan, masa retensi yang tidak ada hal ini tidak sesuai dengan standar akreditasi kriteria 8.4.3 yaitu adanya kebijakan dan prosedur tentang masa retensi. Serta kurangnya sarana dan prasarana ruang penyimpanan rekam medis. Berdasarkan pembahasan dan sosialiasi pada sistem penyimpanan berkas rekam medis masih ada terjadi missfile dan belum dilakukan pemusnahan karena untuk masa retensi puskesmas menurut permenkes nomor 269 tahun 2008 pasal 9 ayat (1) rekam medis pada sarana pelayanan kesehatanan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya 2 tahun teritung saat pasien terakhir berobat. Dan disarankan untuk petugas melakukan pembinaan untuk menambah ketelitian petugas rekam medis serta membuat kebijakan tentang masa retensi.
Sosialisasi tentang Solusi Sehat dan Pengobatan ala Rasulullah dengan Al-Hijamah Bekam di era Society 5.0 Yayasan Aljannah Sumatera Barat Ade Wisandra; Alfauzain Alfauzain; Muhammad Al Ashari; Deni Maisa Putra; Devid Leonard; Siti HandamDewi; Mirza Aulia; Satrio Bagas Yudhanto; Sri Jingga Oktavia
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 3 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i3.6709

Abstract

Sesungguhnya Allah telah membekalipada setiap tubuh manusia dengan satu kekuatan fitrah (alami) yang bisa digunakan untuk menolak serta menyembuhkan secara pribadi setiap penyakit yang menyerang dirinya. Kekuatan tersebut dalam dunia kedokteran dikenal dengan system imuniti (daya tahan tubuh). Ia berfungsi menghalau masuknya berbagai penyakit yang datang dari luar tubuh baik yang berupa bakteri, virus atau patogen-patogen luar. Solusi sehat ala Rasulullah SAW mengajarkan prinsip hidup yang seimbang dan alami, meliputi kebersihan, pola makan sehat, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pencegahan penyakit. Dalam konteks teknologi 5.0, prinsip-prinsip tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai inovasi digital untuk mendukung gaya hidup sehat yang lebih efektif dan efisien. Teknologi 5.0 menawarkan kemudahan dalam mengakses informasi kesehatan, memonitor aktivitas fisik, serta mengelola kesehatan mental melalui aplikasi dan perangkat wearable. Dengan demikian, kombinasi antara ajaran Rasulullah dan teknologi modern dapat menciptakan pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di era digital ini.Ajaran Rasulullah SAW tentang kebersihan, pola makan halal dan bergizi, serta pentingnya menjaga keseimbangan hidup, dapat dipadukan dengan kecanggihan teknologi untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Penggunaan aplikasi untuk memantau pola makan, olahraga, serta kebiasaan tidur yang baik, memungkinkan individu untuk lebih sadar akan kebiasaan sehari-hari mereka. Di sisi lain, perangkat medis canggih yang dapat mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, serta sistem kesehatan berbasis data yang mempermudah diagnosa dan perawatan, memungkinkan akses yang lebih cepat dan tepat kepada layanan kesehatan. Teknologi 5.0 juga memberikan peluang untuk mengembangkan aplikasi yang mendukung kesehatan mental, seperti meditasi dan manajemen stres. Dengan meningkatkan kesadaran spiritual melalui aplikasi digital, umat Islam dapat menjaga hubungan dengan Allah sekaligus meningkatkan kualitas hidup spiritualnya. Oleh karena itu, dengan menggabungkan prinsip-prinsip sehat ala Rasulullah dengan teknologi modern, masyarakat dapat menjalani hidup sehat yang menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual, di tengah perkembangan zaman yang semakin maju.