Masjid pada hakikatnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam yang berperan dalam pembinaan akidah, ibadah, akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat. Optimalisasi fungsi pendidikan tersebut memerlukan manajemen masjid yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan agar seluruh program pendidikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajemen Masjid Daarul Hijrah dalam mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Daarul Hijrah melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Masjid Daarul Hijrah telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyelenggaraan berbagai program pendidikan Islam. Program pendidikan yang dilaksanakan, seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), kajian keislaman, pembinaan remaja masjid, serta kegiatan keagamaan lainnya mampu meningkatkan partisipasi jamaah dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, pendanaan, dan konsistensi kehadiran peserta, manajemen masjid terus melakukan evaluasi dan pengembangan program sehingga fungsi pendidikan masjid dapat terlaksana secara optimal.