Anis Sukmawati
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesiapan Guru PAI Dalam Memanfaatkan ICT: Analisis Kompetensi, Tantangan dan Strategi Solutif di Era Digital Anis Sukmawati; Anis Kurnia Alviatin; Ahmad Hasin Mubarok
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3545

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk beradaptasi dengan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) dalam proses pembelajaran. Namun, integrasi ICT dalam pembelajaran PAI masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi kompetensi guru, fasilitas, maupun budaya penggunaan teknologi di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru PAI dalam memanfaatkan ICT dengan menyoroti aspek kompetensi, tantangan, serta strategi solutif di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur terkait dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAI masih menghadapi kendala dalam penguasaan teknologi, rendahnya motivasi untuk beradaptasi dengan perkembangan ICT, serta keterbatasan fasilitas dan pelatihan. Selain itu, terdapat kesenjangan antara kebijakan digitalisasi pendidikan dan implementasi di lapangan. Kesimpulannya, peningkatan literasi digital, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan institusi sangat diperlukan agar guru PAI mampu mengintegrasikan ICT secara optimal dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama dan membentuk generasi yang berdaya saing di era digital.
BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING : SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL TERHADAP STRATEGI INTERAKTIF DAN EFEKTIF DI ERA DIGITAL Luthfiyah Anjani; Rafif Danu Pramatya; Anis Sukmawati
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 14 No. 1 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i1.1611

Abstract

Di era digital saat ini, integrasi teknologi dalam sektor Pendidikan belum sepenuhnya diterapkan, terutama dalam beberapa materi yang berkaitan dengan pembeljaran kitab kuning. Hadirnya blended learning menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Sehingga, diperlukan penelitian lebih lanjut ini untuk menganalisis konsep blended learning sebagai strategi efektif dan interaktif dalam pembelajaran kitab kuning di Lembaga Pendidikan Islam, seperti pesantren dan madrasah. Kajian ini juga mengeksplorasi implementasi blended learning, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi adaptasi teknologi dalam menjaga eksistensi tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengkaji berbagai sumber akademik serta implementasi nyata blended learning di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning mampu meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan keterlibatan peserta didik dalam memahami kitab kuning melalui penggabungan pembelajaran tatap muka dan daring. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kesenjangan antara metode tradisional dan modern perlu diatasi dengan pelatihan teknologi, penyediaan sarana prasarana, dan kolaborasi antar pihak terkait. Blended learning, bila diterapkan dengan mempertimbangkan nilai-nilai tradisional, dapat menjadi solusi yang interaktif dan efektif dalam mempertahankan dan mengembangkan kajian kitab kuning di era digital. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan zaman, tetapi juga menjaga kelestarian warisan keilmuan Islam.
Program Tahfidz al-Qur’an sebagai Upaya Pengembangan Karakter Religius dalam Pendidikan Islam: The Tahfidz al-Qur’an Program as an Approach to Developing Religious Character in Islamic Education Izza Faridah; Anis Sukmawati
Educan Vol. 10 No. 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, UNIDA GONTORs Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v10i1.7

Abstract

The moral dilemmas of the younger generation are increasingly complex, making religious character education urgently needed. Routine Quran memorization activities, which emphasize not only memorization but also the development of discipline, responsibility, honesty, and spirituality in students, are one way schools strive to instill religious values. Studying this program is crucial to understanding its implementation and impact. This article aims to discuss the implementation of routine Quran memorization activities at the UPT SMPN 2 Gresik, and how these activities improve students' religious character through memorization activities. The method used in this article is descriptive qualitative, collecting data through documentation, interviews, and observations. The results show that the implementation of routine Quran memorization activities at the UPT SMPN 2 Gresik has succeeded in becoming an effective medium in improving students' religious character. Despite obstacles, the success of this program demonstrates that with good planning, teacher guidance, parental support, and student awareness, Quran memorization can have a real impact on developing a generation that is religious, disciplined, responsible, honest, and has noble character. This research is expected to assist in the development of Islamic religious education programs in schools, particularly in enhancing religious character development through memorization activities. Furthermore, these findings can be used as a guide for educators, educational institutions, and parents to create more sustainable and effective religious education.
Developing BioFold-AR Learning Media Using Assemblr Edu to Enhance Students’ Motivation in Islamic Education Anis Sukmawati; Ali Mudlofir; Evi Fatimatur Rusydiyah
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 12 No. 2 Januari-Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v12i2.41350

Abstract

Islamic Religious Education (IRE), particularly in Islamic history topics, continues to face challenges in enhancing student engagement and motivation to learn due to the content's abstract and narrative nature. Although Augmented Reality (AR) has the potential to provide more interactive learning experiences, its application remains largely limited to general use and has not been adequately integrated into IRE learning contexts. This study aims to develop and evaluate an AR-based learning medium, namely BioFold-AR, using the Assemblr Edu platform, to improve students’ learning motivation. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, combined with a quasi-experimental design. The study was conducted at SMP Negeri 1 Besuki Tulungagung, focusing on Islamic Cultural History material. Data were collected through expert validation, user response questionnaires, and a learning motivation instrument based on Keller’s ARCS model. The results indicate that the developed media meet the criteria of validity and practicality and are effective in significantly improving students’ learning motivation based on statistical analysis. The findings demonstrate that AR integration can enhance student engagement in IRE learning. This study offers a novel contribution by integrating low-tech AR (Assemblr Edu) with the ARCS motivational framework, thereby bridging the gap between technological accessibility and the internalization of religious values in the development of more adaptive IRE learning media. In addition, this media enables IRE teachers without programming backgrounds to independently design and develop learning media.