Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Lifestyle Remaja Yang Sehat dan Unggul Di Desa Tuah Mesade Halimatussakdiyah Lubis; Fika Lestari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i1.3564

Abstract

Period most vulnerable to experiencing reproductive health problems such as early pregnancy, unsafe abortion which can cause the death of mother and child, depression, sexually transmitted infections (STIs) such as Human Immunodeficiency Virus (HIV), sexual harassment, infertility, and malignancies such as cervical cancer. Adolescents begin to focus on behavior that is associated with adult status, namely smoking, drinking alcohol, using drugs, and engaging in promiscuous sexual acts which are quite disturbing. Community Service "Reproductive Health Socialization as an Effort to Improve the Healthy and Excellent Lifestyle of Adolescents in Tuah Mesade Village was held on 9-11 February 2024 with a total of 30 participants. Socialization is provided by the community service team regarding the introduction of male and female reproductive organs, how to care for reproductive organs, nutrition in reproductive health, and sexually transmitted infections. The extension participants seemed enthusiastic about the materials presented by the resource persons and were able to be actively involved, so this extension activity took place in a two-way system and many participants asked questions. The presentation of the counseling material was followed by discussion, ice breaking, and distribution of door prizes in the form of a book with the title "Teaching Book on Nutrition in Reproductive Health" to participants who were active during the discussion activities.
Pengaruh Sosialisasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Gizi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Kecamatan Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Halimatussakdiyah Lubis
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i1.43

Abstract

One of the causes of the problem of adolescent nutritional status in Indonesia is a practice problem or action that is affected by a lack of nutritional knowledge. This study aims to analyze the effectiveness of counseling in increasing the knowledge and attitudes of pregnant women regarding nutrition and food safety. This research uses a quasi-experimental method. The design used is a group pre-test and post-test design. The population in this study were teenagers in Deleng Pokhkisen District, Southeast Aceh Regency. The sample was taken by purposive sampling of as many as 30 teenagers. The research was carried out from 5 October – 4 December 2023, spanning 12 days. analyzed statistically with a paired t-test. significance using α=0.05. 
PENGUATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KAMPUS UNIVERSITAS DEZTRON INDONESIA Henni Safrida; Halimatussakdiyah Lubis; Inneke Mutiara Amelia
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.341

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan nasional karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Mahasiswa sebagai kelompok remaja akhir berada pada fase transisi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti kurangnya pengetahuan yang komprehensif, pengaruh lingkungan sosial, paparan media digital, serta stigma budaya yang masih melekat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Universitas Deztron Indonesia dalam menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui edukasi kesehatan, diskusi interaktif, konseling, serta penguatan peran pendidik sebaya (peer educator). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan mahasiswa, perubahan sikap ke arah positif, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perilaku reproduksi sehat. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program kesehatan kampus guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan berdaya saing.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN Kharis Meiwan K. Telaumbanua; Halimatussakdiyah Lubis
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.350

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. Wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan merupakan salah satu daerah dengan kerentanan gizi balita yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola konsumsi keluarga, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi gizi yang dinilai efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan budaya makan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Intervensi berupa pemberian PMT berbasis pangan lokal dilakukan selama 60 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata berat badan dan skor Z BB/U balita setelah intervensi PMT (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan direkomendasikan sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat di wilayah perkotaan.
INTEGRASI LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI, GIZI, DAN BAHASA INGGRIS DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL BAGI KORBAN BANJIR DI DESA HARAPAN MAKMUR, KABUPATEN LANGKAT Halimatussakdiyah Lubis; Zuliana Amalia; Aulia Ukhtin
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.448

Abstract

Bencana banjir yang melanda Desa Harapan Makmur, Kabupaten Langkat, berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kondisi darurat ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, masalah gizi, serta hambatan komunikasi dalam proses penyaluran bantuan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan sosial secara terpadu melalui pendekatan kesehatan reproduksi, gizi, dan Bahasa Inggris guna mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan reproduksi, edukasi gizi seimbang, pelatihan Bahasa Inggris dasar, serta pendampingan masyarakat di lokasi pengungsian. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak banjir, relawan lokal, dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, pemahaman gizi keluarga, serta kemampuan komunikasi dasar dalam mendukung koordinasi bantuan. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan memperkuat efektivitas penyaluran bantuan sosial. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah rawan bencana.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN Halimatussakdiyah Lubis; Faradita Wahyuni; Cindy Cristi Munthe
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi masih menjadi masalah penting yang dapat mempengaruhi perilaku, kesiapan mental, serta risiko terjadinya masalah kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra dan putri di SMA Negeri 1 Perbaungan mengenai kesehatan reproduksi secara komprehensif. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi yang benar dan mudah dipahami serta membentuk sikap positif terhadap perilaku reproduksi sehat. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa mengenai pubertas, fungsi organ reproduksi, personal hygiene, pencegahan infeksi menular seksual, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Selain itu, siswa menunjukkan antusias tinggi dan keberanian lebih besar untuk bertanya mengenai isu reproduksi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi. Kesimpulannya, edukasi yang terstruktur dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Disarankan agar pihak sekolah mengadakan program edukasi lanjutan secara berkala serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan informasi yang diterima siswa tetap relevan, akurat, dan berkesinambungan.