p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdimas Serawai
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pendistribusian Dana Corporate Social Responsibility Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Muamalat Harkat Kabupaten Seluma Dharma Setiawan; Marini; Meilaty Finthariasari
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v4i3.10550

Abstract

In general, Corporate Social Responsibility (CSR) is a mandatory activity carried out by companies to demonstrate their social responsibility to society. Most companies implement CSR programs once a year or within a specific period. The forms and types of CSR vary widely and may target different sectors such as health, education, and environmental conservation. Every year, BPRS Muamalat Harkat successfully allocates CSR funds derived from its annual profit, based on the resolution of the General Meeting of Shareholders (RUPS), averaging Rp. 100,000,000 (one hundred million rupiah). To maximize the distribution of CSR funds to the mustahik, specifically the underprivileged (kaum dhuafa), assistance is needed for BPRS Muamalat Harkat in planning and executing CSR distribution programs. This includes program planning, data collection, selection, and determination of eligible recipients, followed by direct distribution to the beneficiaries. In Sukaraja District, Seluma Regency, a total of 300 underprivileged individuals received CSR assistance. Each recipient obtained Rp. 225,000 (two hundred twenty-five thousand rupiah), consisting of: Rp. 100,000 (one hundred thousand rupiah) in cash; Rp. 125,000 (one hundred twenty-five thousand rupiah) worth of basic food supplies (sembako) Keywords: Distribution, Funds, CSR, Underprivileged (Kaum Dhuafa), Distribution Assistance Abstrak: Secara garis besar, CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menunjukkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Setiap perusahaan biasanya melaksanakan kegiatan CSR setahun sekali atau dalam periode tertentu. Bentuk dan jenisnya pun bermacam-macam dan bisa menyasar berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, sampai pelestarian alam. Setiap tahun BPRS Muamalat Harkat berhasil memcadangkan atau membukukan dana CSR yang berasal dari bagian Laba tahunan , berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) rata-rata sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) Agar pendistribusian dana CSR kepada para mustahik yang dikhususkan kepada kaum dhuafa lebih maksimal maka perlu adanya pendampingan kepada BPRS Muamalat Harkat pendampingan tersebut dalam rangka pendistribusian dana CSR kepada kaum dhuafa dalam bentuk kegiatan perencanaan program pendistribusian CSR , mendata , menyeleksi serta menetapkan calon penerima dana CSR yaitu kaum dhuafa dan pendistribusian langsung kepada para dhuafa . Jumlah dhuafa yang menerima CSR di kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma berjumlah 300 orang , adapun jumlahn / nilai zakat yang diterima masing - masing orang adalah sebesar Rp. 225.000,- ( dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) dengan rincian dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah ) dan dalam bentuk sembako senilai Rp. 125.000,- ( seratus dua puluh lima ribu rupiah)  
Pendampingan Penguatan Kapasitas Kelembagaan RKDD Desa Wisata Rindu Hati Sri Indarti; Meilaty Finthariasari; Yuza Reswan; Titi Darmi; Novliza Eka Patrisia; Aditia Arjuansya; Okta Nadia; Linia Putri
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.6000

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rindu Hati dengan tujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) sebagai upaya mendukung pengembangan desa wisata tangguh bencana. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kelembagaan yang hanya berdiri secara administratif tanpa dokumen operasional, serta rendahnya literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi wisata dan penyebaran informasi kebencanaan. Metode kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan manajemen kelembagaan, pelatihan literasi digital, penerapan teknologi digital, serta pendampingan dan evaluasi. Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan ini dengan hasil pre-test menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori rendah (58,8%) dan tidak ada yang mencapai kategori tinggi. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan dengan menurunnya jumlah peserta kategori rendah menjadi 29,4% serta munculnya peserta kategori tinggi (23,5%). Produk kegiatan yang dihasilkan meliputi dokumen kelembagaan (struktur organisasi, tupoksi, SOP, rencana kerja), website RKDD sebagai pusat informasi digital desa, serta konten video promosi wisata. Hasil ini menunjukkan bahwa program pengabdian efektif dalam menjembatani kesenjangan kapasitas mitra dan memperkuat RKDD sebagai pusat informasi digital, promosi wisata, dan edukasi kebencanaan berbasis komunitas