Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK RENGGINANG DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN TUNA (Thunnus sp) Dyah Ayu Rakhmayeni; Mohammad Akbar; Fernando Wowiling; Fidel Ticoalu; Jenny I Manengkey; Luchiandini I Pamaharyani
Chanos Chanos Vol 24, No 1 (2026): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v24i1.19957

Abstract

This study examined the effect of adding tuna meat on the quality characteristics of rengginang, focusing on expansion capacity, sensory properties, and nutritional content. The research was conducted from October to November 2025 at the Processing Workshop of Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung and the Industrial Research and Standardization Center in Manado. An experimental design with three formulations was applied: control without tuna (A1), 10% tuna addition (A2), and 20% tuna addition (A3) based on 400 g of glutinous rice.  The findings showed that increasing tuna concentration tended to reduce the expansion capacity of rengginang. The highest expansion was observed in the control treatment (71%), followed by A2 (69%), while A3 showed the lowest value. Sensory evaluation involving 60 panelists indicated that tuna addition significantly affected (P<0.05) appearance, aroma, taste, texture, and overall acceptability. In general, panelists preferred the control formulation, although the 10% tuna addition was still well accepted. Nutritionally, protein content increased with higher tuna concentration, reaching the highest value in A3 (11.25%). Fat content was also highest in A3 (23.20%). In conclusion, tuna addition enhances the nutritional value of rengginang, particularly its protein content; however, higher concentrations may reduce product expansion and consumer preference.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan daging ikan tuna terhadap mutu rengginang, baik dari segi daya kembang, karakteristik sensoris, maupun kandungan gizi. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di Workshop Pengolahan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga formulasi, yaitu tanpa penambahan tuna (A1/kontrol), penambahan 10% tuna (A2), dan penambahan 20% tuna (A3) dari 400 g beras ketan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tuna, daya kembang rengginang cenderung menurun. Perlakuan A1 menghasilkan daya kembang tertinggi (71%), diikuti A2 (69%), sedangkan A3 menunjukkan nilai terendah. Uji hedonik terhadap 60 panelis memperlihatkan bahwa penambahan tuna berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kenampakan, aroma, rasa, tekstur, dan daya terima. Secara umum, panelis lebih menyukai formulasi tanpa penambahan tuna, meskipun penambahan 10% tuna masih dapat diterima dengan baik. Dari sisi gizi, kandungan protein meningkat seiring bertambahnya konsentrasi tuna, dengan nilai tertinggi pada A3 (11,25%). Kadar lemak juga tertinggi pada A3 (23,20%).  Secara keseluruhan, penambahan tuna mampu meningkatkan nilai gizi rengginang, khususnya protein, namun pada konsentrasi tinggi dapat menurunkan tingkat kesukaan dan daya kembang produk
Mutu Sambal Ijo Cumi Dan Cakalang Fufu Dalam Jar Selama Masa Penyimpanan Dyah Ayu Rakhmayeni; Hetty Ondang; Nova Tumanduk; Daniel Ndahawali; Desry Manuhutu; Fernando Wowiling; Fahriadi Pakaya
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i2.4371

Abstract

Sambal ijo ikan merupakan salah satu produk diversifikasi dari ikan cakalang fufu dan cumi-cumi. Pemilihan sambal sebagai produk diversifikasi berdasarkan alasan bahwa sambal merupakan produk yang populer dikalangan masyarakat dan cukup diminati khususnya masyarakat Sulawesi Utara. Pengemasan memiliki peranan penting dalam melindungi produk dari proses penurunan mutu pangan (Rokilah et al, 2018). Salah satu bahan pengemas yang dapat digunakan untuk produk sambal yaitu kemasan jar (kaca). Tujuan penelitian adalah membuat produk sambal ijo cumi dan cakalang fufu dalam jar, mendapat mutu terbaik produk sambal ijo, dan mendapatkan masa simpan terbaik produk sambal ijo. Tim peneliti dapat membuat sambal ijo cumi dan sambal ijo cakalang. Mutu terbaik berdasarkan uji proksimat dan uji hedonik adalah produk sambal ijo cakalang. Masa simpan terbaik berdasarkan pengujian mikrobiologi yaitu Staphylococus dan Echerichia coli didapatkan hasil sambal ijo cumi dan sambal ijo cakalang fufu dapat bertahan hingga 3 minggu disimpan pada suhu ruang.