Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sikap dan Motivasi Keluarga dalam Perawatan Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Adimulyo: Family Attitudes and Motivation in Caring for Diabetes Mellitus Patients in the Adimulyo Community Health Center Working Area Ernawati; Podo Yuwono; Devie Tika Sari
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.356

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus sufferers in Indonesia has reached more than 19.47 million people and is expected to increase to 28.57 million in 2045. Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by an increase in blood sugar levels and requires treatment for a long time, even for life. sufferer's life. The family as the person closest to the sufferer has a family role and duty in helping care for DM sufferers undergoing treatment which can be done through the family's attitude and motivation. The aim of this research is to determine the attitudes and motivation of families in caring for family members suffering from DM in the Adimulyo Community Health Center working area. The method used is quantitative descriptive with a survey approach. The sample in this study was 80 respondents with a sampling technique using proportional random sampling. Data were collected using a family attitude and motivation questionnaire. The results of this research show that family attitudes are in the positive category (73.8%) and family motivation is in the strong category (65%). The research conclusion is that the family's attitude is in the positive category and the family's motivation is in the strong category. Future researchers can use different research methods to examine knowledge, behavior and family burden factors that influence DM care.   ABSTRAK Prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai lebih dari 19,47 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28,57 juta pada tahun 2045. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai adanya kenaikan kadar gula darah dan memerlukan perawatan dalam waktu yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup penderita. Keluarga sebagai orang terdekat penderita memiliki peran dan tugas keluarga dalam membantu merawat penderita DM menjalani pengobatan yang dapat dilakukan melalui sikap dan motivasi keluarga. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui sikap dan motivasi keluarga dalam merawat anggota keluarga penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Adimulyo. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 80 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner sikap dan motivasi keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan sikap keluarga kategori positif (73,8%) dan motivasi keluarga dalam kategori kuat (65%). Kesimpulan penelitian bahwa sikap keluarga dalam kategori positif dan motivasi keluarga dalam kategori kuat. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang berbeda untuk meneliti faktor pengetahuan, perilaku, dan beban keluarga yang mempengaruhi perawatan DM.
Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional: Risk factors for diabetes mellitus in elderly in rural areas: A cross-sectional epidemiological analysis Podo Yuwono; Ernawati; Bambang Utoyo
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.387

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.