Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR: STUDI PADA PENDERITA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Abel Larasati Sholicha Dyananti; Murwani Yekti; Afiana Rohmani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i09.670

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Sebanyak 30-80% dari kasus LBP disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas tidur merupakan hal yang dapat ditemukan pada pasien LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri pada pasien HNP dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 25 pasien HNP lumbal. Subjek tersebut dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang mengalami intensitas nyeri berat dan sedang, yaitu 44% dari seluruh responden; Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 80% ; Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada pasien HNP lumbal (p 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada penderita Hernia Nukleus Pulposus Lumbal.
Hubungan Lama Menderita DM Tipe 2 Dengan Kejadian Polineuropati Pada Pasien DM di RSUD Tugurejo Semarang Anas Aria Rozak; Murwani Yekti; Nabil Hajar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i7.2603

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah keadaan yang ditandai kemunculan hiperglikemia karena kelainan pada sekresi insulin dan atau kerja insulin. Dalam Riset Dasar Kesehatan 2018 (Riskesdas) menunjukkan prevalensi DM mengalami kenaikan dari 6,9% (2013) menjadi 8,5%. Neuropati diabetik adalah komplikasi yang paling umum dari DM, ditandai dengan disfungsi saraf perifer yang progresif. Terdapat faktor yang melatarbelakangi perkembangan komplikasi neuropati diabetik seperti durasi terkena DM, umur, jenis kelamin dan hiperglikemia. Penelitian studi analitik dengan rancangan case control guna mengetahui hubungan kelompok kasus dan kontrol.  Subjeknya merupakan penderita DM tipe 2 dengan polineuropati dan tanpa polineuropati yang berobat di RSUD Tugurejo Semarang sejak pertama kali didiagnosis. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen rekam medis pada penderita DM tipe 2 dengan polineuropati. Sampel penderita DM tipe 2 dengan polineuropati dan penderita DM tipe 2 diambil dengan simple random sampling. Statistik univariat dan bivariat digunakan untuk analisis data penelitian. Jumlah keseluruhan sampel yaitu sebanyak 94 sampel. Dari analisis bivariat yang dilakukan menghasilkan bahwasanya  menunjukkan terdapat hubungan signifikan (p<0,05) lama menderita DM tipe 2 dengan kejadian polineuropati di RSUD Tugurejo Semarang. Terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita DM tipe 2 dengan kejadian polineuropati. Kejadian polineuropati pada pasien DM tipe 2 di RSUD Tugurejo Semarang menurut jenis kelamin didominasi oleh penderita perempuan dan rata-rata usia penderita 60-69 tahun, dengan lama menderita DM > 5 tahun.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR: STUDI PADA PENDERITA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Abel Larasati Sholicha Dyananti; Murwani Yekti; Afiana Rohmani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i09.670

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Sebanyak 30-80% dari kasus LBP disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas tidur merupakan hal yang dapat ditemukan pada pasien LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri pada pasien HNP dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 25 pasien HNP lumbal. Subjek tersebut dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang mengalami intensitas nyeri berat dan sedang, yaitu 44% dari seluruh responden; Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 80% ; Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada pasien HNP lumbal (p 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada penderita Hernia Nukleus Pulposus Lumbal.