Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Literasi Gizi Anak Melalui Makanan Sehat Anti Repot Yulia Mutmainnah; Budi Tri Santosa; Afiana Rohmani; Diana Hardiyanti; Neni Virginia Rachmatika; Winda Khoeronisa Allia Lestari
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.503

Abstract

Memiliki sehat merupakan dambaan setiap orangtua. Namun dengan kesibukan kedua orangtua yang bekerja, membuat orangtua seringkali mangabaikan kebutuhan gizi anak di masa pertumbuhan mereka. Hal ini menyebabkan anak mengalami masalah-masalah dalam pola makannya dan dalam kebutuhan gizinya. Anak menjadi susah makan, obesitas, ketidakseimbangan gizi, dan menjadi picky eater. Dalam kegiatan ini, [Abstrak berisi: (1) penyajian latar belakang dan tujuan utama kegiatan, tanpa referensi, tanpa singkatan/akronim, dan tanpa footnote; (2) penjelasan metode pelaksanaan kegiatan; (3) rangkuman hasil temuan dari kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk jumlah peserta di setiap kelompok, hasil utama untuk setiap kelompok, dan manfaat yang telah diperoleh dari hasil kegiatan; dan (4) kesimpulan dinyatakan dalam 1- 2 kalimat yang menekankan pada aspek baru dan penting dari penelitian atau kegiatan dalam aspek keterlibatan masyarakat pada kegiatan yang dilaksanakan.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR: STUDI PADA PENDERITA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Abel Larasati Sholicha Dyananti; Murwani Yekti; Afiana Rohmani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i09.670

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Sebanyak 30-80% dari kasus LBP disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas tidur merupakan hal yang dapat ditemukan pada pasien LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri pada pasien HNP dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 25 pasien HNP lumbal. Subjek tersebut dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang mengalami intensitas nyeri berat dan sedang, yaitu 44% dari seluruh responden; Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 80% ; Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada pasien HNP lumbal (p 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada penderita Hernia Nukleus Pulposus Lumbal.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Indeks Massa Tubuh dengan Massa Otot pada Lansia Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan Nabila Rachma; Alif Adlan Zulizar; Afiana Rohmani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2402

Abstract

Latar belakang: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, mempercepat risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh berperan penting dalam mempertahankan massa otot. Tujuan: Menganalisis hubungan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh dengan massa otot pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross-sectional melibatkan 100 lansia usia 60-70 tahun yang dipilih purposive sampling dari populasi 134 lansia terdaftar. Instrumen mencakup kuesioner IPAQ-SF, antropometri untuk IMT, dan BIA Omron HBF-375. Analisis data menggunakan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test (p<0,05). Hasil: Sebanyak 92% responden memiliki aktivitas fisik sedang dan 90% IMT normal. Terdapat hubungan signifikan aktivitas fisik dengan massa otot (p=0,001; OR=0,096) dan IMT dengan massa otot (p=0,000; OR=14,33). Kesimpulan: Aktivitas fisik sedang dan IMT normal bersifat protektif terhadap penurunan massa otot. Intervensi latihan terstruktur dan skrining gizi di puskesmas direkomendasikan untuk pencegahan sarcopenia
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR: STUDI PADA PENDERITA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Abel Larasati Sholicha Dyananti; Murwani Yekti; Afiana Rohmani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i09.670

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Sebanyak 30-80% dari kasus LBP disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas tidur merupakan hal yang dapat ditemukan pada pasien LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri pada pasien HNP dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 25 pasien HNP lumbal. Subjek tersebut dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang mengalami intensitas nyeri berat dan sedang, yaitu 44% dari seluruh responden; Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 80% ; Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada pasien HNP lumbal (p 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada penderita Hernia Nukleus Pulposus Lumbal.
Association of Near-Work Habits with Myopia Severity among Indonesian Medical Students Azzahratul Kamilah; Swasty Swasty; Afiana Rohmani; Wahju Ratna Martiningsih
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Herb-Medicine Journal October 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v9i2.30629

Abstract

Medical students face a higher risk of developing myopia because their academic demands require extensive reading and frequent interaction with electronic devices. This study aimed to analyze the association between near-work habits, namely book reading, mobile phone/tablet use, and computer/laptop use, and the severity of myopia among medical students at Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). This analytical observational study used a cross-sectional design involving 85 respondents with myopia, recruited through consecutive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Near-work habits were assessed through a structured questionnaire covering reading/screen distance, duration, and lighting, while myopia severity was determined through visual acuity examination using a Snellen chart and trial lenses. The association between variables was analyzed using Spearman's rank correlation test. Most respondents showed good habits in book reading (38; 44.7%), mobile phone/tablet use (39; 45.9%), and computer/laptop use (41; 48.2%), and most had mild myopia (56; 65.9%). All three near-work habits were significantly associated with myopia severity (p<0.001 for each variable). These findings indicate that poorer near-work habits, namely shorter viewing distance, longer duration, and dim lighting, are associated with more severe myopia among medical students. Healthy near-work habits and regular visual screening should therefore be promoted among medical students to help prevent myopia progression.