Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Urban

Kesiapan Desa Cipamekar Menuju Desa Wisata di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang Nurlina Aswad; Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8595

Abstract

Abstract.Cipamekar Village has potential village potential and is included in the group of tourism village plans in Sumedang Regency that will be developed. But with the problems that occurred in Cipamekar Village related to village tourism that is being developed, it will affect the development plans for Cipamekar Village as a tourist village in Sumedang Regency, namely village institutions that still do not have village regulations related to village tourism, human resources, regarding funding, lack of village community participation, there are parties who refuse, and there is no collaboration with investors/third parties. The purpose of this research is to identify the readiness of both the village government and the people of Cipamekar Village to go to a tourist village in the hope of improving the village economy, especially the village community. In this study using a quantitative approach method. Data collection methods were carried out by means of interviews, questionnaires, and observation. Data analysis in this study used a scoring analysis using a Likert scale. The average value of the village government readiness assessment is 70.30%. The average value of the village community readiness assessment is 56.80%. So, it can be concluded that the village government is ready to become a tourist village, while the village community is still not ready. Abstrak. Desa Cipamekar memiliki potensi desa yang potensial dan termasuk ke dalam kelompok rencana desa wisata di Kabupaten Sumedang yang akan dikembangkan. Tetapi dengan adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi di Desa Cipamekar terkait dengan wisata desa yang sedang dikembangkan akan mempengaruhi terhadap rencana pengembangan Desa Cipamekar sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Sumedang yaitu kelembagaan desa yang masih belum mempunyai peraturan desa terkait wisata desa, sumber daya manusia, perihal pendanaan, kurangnya partisipasi masyarakat desa, terdapat pihak-pihak yang menolak, dan belum adanya kerja sama dengan investor/pihak ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesiapan baik dari pihak pemerintah desa dan masyarakat Desa Cipamekar untuk menuju desa wisata dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa terkhusus masyarakat desa. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu wawancara, kuesioner, dan observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis skoring yang menggunakan skala likert. Nilai rata-rata penilaian kesiapan pemerintah desa adalah 70,30%. Nilai rata-rata penilaian kesiapan masyarakat desa adalah 56,80%. Maka, dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa sudah siap dalam menuju desa wisata sedangkan masyarakat desa masih belum siap.
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Kampung Seni & Budaya Berbasis Eco – Museum di Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung Lathansya Mulya Sukmawati; Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.9270

Abstract

Abstract.Tourism is a leading sector contributing the highest foreign exchange in Indonesia. In tourism activities, community participation is one of the crucial factors supporting the success of tourism endeavors. Jelekong Village is one of the villages located in Baleendah District and is home to an art village known as Kampung Seni & Budaya Jelekong. The purpose of this research is to determine the level of community participation in the development of Eco-Museum-based tourism. Kampung Seni & Budaya Jelekong has the potential to become an Eco-Museum as it fulfills the three dimensions required for an Eco-Museum. The methods used in this research are quantitative and descriptive qualitative with scoring analysis and analysis of participation levels. Based on the analysis results, it can be concluded that the level of community participation in Kampung Seni & Budaya Jelekong falls into the Agree category, considering several proposed indicators. The average participation percentage is 62.5%. Abstrak. Pariwisata merupakan sektor unggulan penyumbang devisa tertinggi di Indonesia. Dalam kegiatan pariwisata, partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting pendukung keberhasilan kegiatan pariwisata. Kelurahan Jelekong merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Baleendah dan yang memiliki kampung seni yaitu Kampung Seni & Budaya Jelekong. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata berbasis Eco-Museum. Kampung Seni & Budaya Jelekong berpotensi dijadikan sebagai Eco – museum karena telah memenuhi 3 dimensi dari Eco – Museum. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan analisis skoring dan analisis tingkat partisipasi. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat masyarakat Kampung Seni & Budaya Jelekong termasuk kedalam kelas Setuju, dilihat dari beberapa indikator yang diajukan. Persentase partisipasi rata – rata yaitu sebesar 62,5%.