Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA HUKUM-HUKUM DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS PERSPEKTIF KONTEMPORER Irma Yunita; Muhammad Imam Ratu Mega; Sri Mulyani; Winda Apriani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i12.581

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjalani analisis perbandingan mendalam antara hukum-hukum dalam Al-Qur'an dan Hadits dalam perspektif kontemporer. Hukum-hukum Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits telah menjadi pedoman sentral dalam kehidupan umat Muslim. Namun, dalam dunia yang terus berubah, pemahaman dan penerapan hukum-hukum ini menjadi semakin kompleks. Metode studi pustaka digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait hukum Islam, termasuk tafsiran ulama dan pandangan-pandangan terkini dalam literatur Islam. Hasil analisis ini mengungkapkan sejumlah isu signifikan dalam konteks kontemporer, seperti penafsiran hukum-hukum Islam dalam teknologi medis, sistem keuangan Islam, dan hak asasi manusia. Perbandingan antara hukum-hukum Al-Qur'an dan Hadits juga menunjukkan variasi dalam pendekatan ulama kontemporer dalam menjawab tantangan-tantangan ini. Proses ijtihad terus berkembang seiring waktu dan terlihat sebagai respons terhadap perkembangan sosial dan teknologi. Oleh karena itu, studi ini menggarisbawahi pentingnya peran ulama kontemporer dalam menjalankan ijtihad yang bijak untuk menjaga relevansi hukum-hukum Islam dalam konteks kontemporer.
Kepemimpinan Perempuan Sebagai Kepala Negara Menurut Pandangan Islam: Studi Pemikiran Fatima Mernissi Askana Fikriana; Sri Mulyani
Dalihan Na Tolu: Jurnal Hukum, Politik dan Komunikasi Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Dalihan Na Tolu: Jurnal Hukum, Politik dan Komunikasi Indonesia
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/dalihannatolu.v2i02.278

Abstract

Kepemimpinan perempuan sebagai kepala negara dalam konteks Islam adalah isu yang menarik perhatian global. Dalam pandangan banyak, Islam sering dianggap sebagai agama yang membatasi peran perempuan dalam kepemimpinan politik. Namun, pemikiran Fatima Mernissi, seorang intelektual Maroko yang dikenal dengan pemikiran feminis dan kajian Islamnya, telah membawa pandangan yang berbeda. Studi ini menganalisis pemikiran Mernissi tentang peran perempuan dalam kepemimpinan politik dalam Islam dan bagaimana pandangan ini dapat memberikan kontribusi penting dalam perdebatan kontemporer tentang inklusi perempuan dalam pemerintahan. Metode penelitian ini melibatkan analisis studi pustaka dari karya-karya Mernissi yang relevan, termasuk buku-bukunya seperti "The Veil and the Male Elite" dan "The Forgotten Queens of Islam." Kami mengidentifikasi pandangan Mernissi tentang perempuan dalam kepemimpinan politik dalam Islam dan mengkaji argumen-argumennya, interpretasi terhadap teks agama, dan analisis sejarahnya. Selain itu, kami mempertimbangkan bagaimana pandangan Mernissi berkontribusi pada diskusi tentang inklusi perempuan dalam pemerintahan, khususnya dalam masyarakat Muslim. Pemikiran Fatima Mernissi menyoroti bahwa ajaran Islam yang asli tidak secara eksplisit melarang partisipasi perempuan dalam pemerintahan. Sebaliknya, dia menunjukkan bagaimana sejarah awal Islam mencatat peran aktif perempuan dalam politik dan ekonomi. Pemikiran Mernissi memicu perdebatan tentang bagaimana norma sosial dan budaya, serta interpretasi agama yang salah, telah membatasi peran perempuan dalam kepemimpinan politik. Argumen dan analisisnya menyediakan landasan yang kuat bagi advokasi inklusi perempuan dalam politik. Pemikiran Fatima Mernissi memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peran perempuan dalam kepemimpinan politik dalam Islam. Pandangan dan argumennya memotivasi upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan budaya, sejarah, dan sosial yang menghalangi partisipasi perempuan dalam politik. Dalam konteks masyarakat Muslim yang beragam, pemikiran Mernissi memberikan dasar yang kuat untuk diskusi dan tindakan yang lebih inklusif terhadap perempuan dalam kepemimpinan politik.