Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Membaca Al-Qur’an Metode Anaba bagi Pengajar TPQ/TPA di Kelurahan Tipes Kecamatan Serengan Kota Surakarta Mulyanto Abdullah Khoir; Sri Harda Yanti; Rena Septiani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.338

Abstract

Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ/TPA) tidak lepas dari berbagai dinamika dan problem yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal biasanya problem yang muncul berkaitan dengan SDM, pengelolaan, kurikulum, pendanaan dan sarana prasarana. Secara ekternal biasanya terkait kurangnya perhatian orang tua atau wali, perkembangan teknologi serta pengaruh lingkungan dan teman. Problem SDM terjadi merata hampir diseluruh lembaga yang menyelenggarakan Taman Pendidikan Al Qur’an. Biasanya problem SDM berupa minimnya tenaga pengajar. Hal ini terkait dengan persepsi bahwa TPQ/TPA hanyalah kegiatan tambahan sehingga kadang kurang mendapatkan perhatian tersendiri. Biasanya para pengajar hanya karena kesadaran ingin menghidupkan TPQ/TPA dan memakmurkan masjid. Belum lagi jika muncul problem lain seperti kekurangharmonisan di antara pengurus masjid. Hal ini berdampak terhadap penyelenggaraan TPQ/TPA. Akhirnya kurang mendapatkan perhatian, hanya sekedar jalan serta inisiatif dan kesadaran orang-orang yang ingin menghidupkannya. Solusi dari problem SDM ini adalah dengan merubah maindset bersama bahwa TPQ/TPA sangat penting menjadi gerbang pertama mendidik generasi Qur’ani. Memberikan kesadaran kepada semua pihak yang terlibat, baik para ustadz/ah, pengurus masjid maupun pihak-pihak terkait akan penting TPQ/TPA tersebut. Salah satu upaya mengantasi berbagai problem tersebut adalah dengan melakukan training, pelatihan dan pembekalan berkaitan dengan pengajaran, pengelolaan dan kemampuan penguasaan materi-materi pembelajaran TPQ/TPA untuk optimalisasi pengelolaan TPQ/TPA tersebut.
PERAN PAKUBUWONO X DALAM PEGEMBANGAN DAKWAH ISLAM DI SURAKARTA 1893-1939 M Mulyanto
MAMBA'UL 'ULUM Vol. 17, No. 1 April 2021
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.746 KB) | DOI: 10.54090/mu.10

Abstract

The Role of Pakubuwana X in the Development of Islamic Da'wah in Surakarta 1893-1939 was inseparable from the socio-political dynamics that occurred, where the Dutch East Indies Government changed its policy from power expansion to ethical politics or commonly known as the politics of reciprocation. As a result, zending schools were born that carried out the Christian mission in the educational institution. Pakubuwana X as the King who has the title Sayidin Panotogomo, the position as the highest leader of the Islamic religion feels objected if his people embrace another. He was not happy with the establishment of zending-run schools in the Surakarta area that carried a Christian mission. Therefore, among the efforts to fortify its people from the spread of Christianity by establishing Mambaul Ulum. The focus of research is to determine The Role of Pakubuwana X in The Development of Islamic Da'wah in Surakarta in 1893-1939. This research is a qualitative type, namely research that intends to understand the phenomena experienced by the research subjects by examining various phenomena that occurred during the reign of Pakubuwana X. With the descriptive method, which is a method of examining the status of a group of humans, an object to provide a systematic, factual and accurate picture of the facts and phenomena being studied. From this it can be described The Role of Pakubuwana X in The Development of Islamic Da'wah in Surakarta in 1893-1939 and various related factors and indicators that support the development of this da'wah. From the results of this study it can be concluded that The Role of Pakubuwana X in The Development of Islamic Da'wah in Surakarta in 1893-1939 is very large. This can be seen from the increasing number of syi'ar Islam. Kauman is the center of Islamic activity. Various religious activities such as recitation, Islamic schools and major Islamic events continue and still exist. The rise of syi'ar Islam can also be seen from the increase in the number of people praying in congregation at Masjid Agung, for example, Friday prayers, Dhuhur and Ashr, the number of congregations is getting more and more crowded. Khutbah Jum’at were translated into Javanese and Arabic, previously Khutbah Jum’at used Arabic, installed loudspeakers and broadcast directly by SRI radio (Broadcast Radio Indonesia) belonging to Kasunanan Surakarta.
MODERNISASI MADRASAH AWAL ABAD XIX: STUDI ANALISIS MADRASAH MAMBAUL ULUM SURAKARTA 1905-1945 Mulyanto Mulyanto; Didin Saefudin; Adian Husaini; Tiar Anwar Bahtiar
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.352 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i2.537

Abstract

Diskriminasi pendidikan yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda dalam bidangpendidikan mendorong lahirnya Madrasah Mambaul Ulum Surakarta tahun 1905. Selain itu, munculnya sekolah zending (Kristen) di berbagai daerah, gencarnya pendirian sekolah Cina dengan kurikulum, buku-buku teks, guru, dan budaya dari Cina serta lahirnya Ordonansi Guru yang mengharuskan setiap guru agama mendapatkan ijin Pemerintah Hindia Belanda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model pembaharuan Madrasah Mambaul Ulum. Termasuk penelitian historis dengan pendekatan sosial melalui studi kepustakaan. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Madrasah Mambaul Ulum menerapkan sistem pendidikan klasikal bercorak modern. Mambaul Ulum Surakarta menjadi salah satu model madrasah yang memodernisir sistem pendidikan yang ada. Tidak menolak sistem pendidikan Belanda yang dianggap modern, tetapi juga tidak menerima total. Madrasah Mambaul Ulum memilih jalan tengah dengan memodifikasi sistem pendidikan Belanda dan sistem pendidikan tradisional. Dengan kata lain, Madrasah Mambaul Ulum adaptif terhadap perubahan dengan tidak meninggalkan ciri khas sebagai lembaga pendidikan Islam
Pendidikan Kemandirian Masyarakat Sektor Peternakan dan UMKM Warga Melalui Seminar Peternakan di Dusun Bondalem, Jumantoro, Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah Mulyanto Abdullah Khoir; Agus Fatuh Widoyo; Bayu Prasetyo; Hanifah Nur Rofik; Nur Hidayah
Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 01 (2023): Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/khidmatul.v4i01.4820

Abstract

Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Memberdayakan dengan kata lain adalah memampukan dam memandirikan masyarakat. Artinya pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memampukan dan memandirikan dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran terhadap potensi yang dimilikinya untuk lebih berdayaguna dan berhasil guna. Salah satu misi yang dilaksanakan dalam optimalisasi pemberdayaan masyarakat di dusun Bondalem kelurahan Jumantoro kecamatan Jumapolo adalah dengan mengadakan seminar peternakan masyarakat  di dusun Bondalem  kelurahan Jumantoro  Kecamatan Jumapolo. Hal ini sebagai wujud pemberdayaan, pendampingan, serta penguatan masyarakat terhadap pengetahuan dalam sektor peternakan. Sosial dan perekonomian merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan dan kehidupan masyarakat. Masyarakat di dusun Bondalem kelurahan Jumantoro Kab. Karanganyar penghasilannya banyak didapat dari hasil pertanian, perkebunan, serta peternakan.
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY'ARI MELALUI KITAB ADAB AL-'ALIM WA AL-MUTA'ALLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Zaki Mizanul Azzam; Mulyanto Abdullah Khoir
MAMBA'UL 'ULUM Vol. 19, No. 2 Oktober 2023
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/mu.231

Abstract

This study aims to find out the implementation of habituation of dhikr al-ma'tsurat activities in the spiritual formation of students at SMPIT Darrul Maghfiroh, the obstacles encountered in habituation of dhikr al-ma’tsurat activities in spiritual gathering of students at SMPOT Darrul Maghfiroh, and the solutions in overcoming existing obstacles in habituating dhikr al-ma’tsurat activities at SMPIT Darrul Maghfiroh. This study used descriptive qualitative method. This research was conducted at SMPIT Darrul Maghfiroh Nglipar. The subjects in this study were students, and informants in this study were school principals, teachers of Islamic education and vice principal of curriculum. Data collection was carried out by observation, interview, and documentation methods. To test the validity of the data (data validity) in this study was through triangulation techniques. Data analysis used data reduction techniques, data presentation, and conclusions. The results show that 1) The implementation of habituation of al-ma’tsurat dhikr activities at SMPIT Darrul Maghfiroh Nglipar has an influence in shaping the spirituality of students as evidenced by the attitude of children who are getting used to starting and ending daily activities with do’a, forming a calm attitude in students in responding to all situations and being able to control emotions, and having maturity thinking in solving problems, 2) The obstacles during the application of dhikr al-ma’tsurat at SMPIT Darrul Maghfiroh are some students who cannot read the Qur’an properly and correctly, there are students who are cool themselves when carrying out dhikr, and 3) The solution carried out in overcoming existing obstacles is to provide support as well as motivation to students who have not been able to read the Qur’an, provide a punishment so that children are not late in carrying out activities
Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilih Perempuan Kelurahan Jayengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta Ngatmin Abbas; Mulyanto Abdullah Khoir; Alfian Eko Rochmawan; Nurul Hidayah; Nurul Fathimah; Muh. Iqbal
Subservire: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Subservire
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/subservire.v2i1.2134

Abstract

This research aims to explore the role and impact of strengthening participatory supervision of female voters in the 2024 Election in Jayengan Sub-district, Surakarta City. The method employed is a qualitative approach through community engagement, focusing on collaboration between the Mamba'ul Ulum Islamic Institute Surakarta and local election supervisory agencies. The findings indicate an improvement in the understanding and participation of female voters in election supervision, with indications of a positive trend towards transparency and integrity in the electoral process.
MODERNISASI MADRASAH AWAL ABAD XIX: STUDI ANALISIS MADRASAH MAMBAUL ULUM SURAKARTA 1905-1945 Mulyanto Mulyanto; Didin Saefudin; Adian Husaini; Tiar Anwar Bahtiar
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v8i2.537

Abstract

Diskriminasi pendidikan yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda dalam bidangpendidikan mendorong lahirnya Madrasah Mambaul Ulum Surakarta tahun 1905. Selain itu, munculnya sekolah zending (Kristen) di berbagai daerah, gencarnya pendirian sekolah Cina dengan kurikulum, buku-buku teks, guru, dan budaya dari Cina serta lahirnya Ordonansi Guru yang mengharuskan setiap guru agama mendapatkan ijin Pemerintah Hindia Belanda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model pembaharuan Madrasah Mambaul Ulum. Termasuk penelitian historis dengan pendekatan sosial melalui studi kepustakaan. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Madrasah Mambaul Ulum menerapkan sistem pendidikan klasikal bercorak modern. Mambaul Ulum Surakarta menjadi salah satu model madrasah yang memodernisir sistem pendidikan yang ada. Tidak menolak sistem pendidikan Belanda yang dianggap modern, tetapi juga tidak menerima total. Madrasah Mambaul Ulum memilih jalan tengah dengan memodifikasi sistem pendidikan Belanda dan sistem pendidikan tradisional. Dengan kata lain, Madrasah Mambaul Ulum adaptif terhadap perubahan dengan tidak meninggalkan ciri khas sebagai lembaga pendidikan Islam
PENGARUH KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS IX DI MADRASAH TSANAWIYAH NAHDLATUL MUSLIMAT SURAKARTA TAHUN AJARAN 2022/2023 Fa’ila Ulfa Zahrotul Firdausy; M Mulyanto; Yetty Faridatul Ulfah
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 3 (2023): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i3.350

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat, 2) Prestasi Belajar pendidikan agama Islam kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta, 3) Adanya pengaruh kemampuan membaca Al-Qur'an terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pelaksanakan penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat,  Jalan Trisula No.46 Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta dalam waktu 3 bulan, yaitu dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta. Adapun sampel penelitian ini adalah seluruh unit populasi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data untuk mengetahui pengaruh kemampuan menghafal terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Berdasarkan penilaian kemampuan membaca Al-Qur'an siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kabupaten Surakarta dalam kategori Baik, 2) Prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Kecamatan Pasar Kliwon Kabupaten Surakarta dalam kategori baik, 3) Terdapat pengaruh kemampuan menghafal Al-Qur’an terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam dengan perhitungan korelasi product moment pearson yang diperoleh rxy = 0,70429. Setelah dilihat pada T tabel, angka r hitung kecil dari r tabel, yaitu semakin kuat kemampuan membaca Al-Qur'an, maka semakin tinggi pula tingkat pendidikan agama Islam yang diterima.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran Pada Siswa di SMPIT Az-Zahra Sragen Ria Yulaika; Mulyanto Abdullah Khoir
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.791

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa di SMPIT Az-Zahra Sragen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam, dengan informan dari kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, siswa dan orangtua. Teknis penngambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukan bahwa di SMPIT Az Zahra Sragen guru PAI berperan sebagai pendidik, motivator dan fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa. Kemudian Strategi yang di gunakan guru PAI adalah dengan pembiasaan dan keteladanan.
Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Dan Motivasi Belajar Peserta Didik Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Di MAN 3 Ngawi Suwarni; Mulyanto Abdullah Khoir
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.797

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam bagaimana pengaruh kompetensi profesional guru dan motivasi belajar peserta didik terhadap prestasil belajar di MAN 3 Ngawi. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian ini menggunakan metode explanatory survey. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Ngawi dengan responden 90 siswa kelas XI yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi ganda dan korelasi produk moment. Selain itu, alat analisis yang digunakan adalah program komputer SPSS (Statistic Product and Versi 19.0 dari solusi layanan untuk Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Motivasi Belajar Siswa (X2) tidak berpengaruh secara bersamaan atau signifikan terhadap Prestasi Belajar siswa. Penelitian yang dilakukan terhadap sembilan puluh responden menemukan bahwa Kompetensi Profesional Guru (X1) dan Motivasi Belajar Siswa (X2) tidak mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa secara bersamaan dan signifikan. Kompetensi Profesional Guru dan Motivasi Belajar Siswa mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa sebesar 5,3%, atau variabel Kompetensi Profesional Guru dan Motivasi Belajar Siswa mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa sebesar 5,3%. Variabel lain yang tidak dijelaskan mempengaruhi sisa 94,7%.