Elidar Sari
Faculty of Law, Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Urgency of Indonesian Sustainable Palm Oil Certification for Oil Palm Plantation Companies in the State's Economic Growth Jamaluddin; Faisal; Elidar Sari; Jumadiah
Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS) Vol. 3 (2022): Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MI
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/micoms.v3i.238

Abstract

The government is working on Indonesian Sustainable Palm Oil Plantations by issuing various regulations, both through the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 44 of 2020 concerning the Certification System for Indonesian Sustainable Palm Oil Plantations, as well as through the Regulation of the Minister of Agriculture Number 38 of 2020 concerning Implementation of Plantation Certification Indonesian Sustainable Palm Oil so that the oil palm plantation business obtains results that are economically feasible, socio-culturally feasible and environmentally friendly and increase the competitiveness of industrial palm oil products for the international market. The study method is normative juridical. In this study, an approach is used by identifying research objects and a statute approach. Based on the results of the study, the Government of Indonesia continues to make efforts for oil palm plantation companies to carry out ISPO certification. The government also issued various regulations to accelerate ISPO certification. It is suggested to the government continue to make efforts and be serious about accelerating ISPO certification by implementing various regulations that have been issued, including the Regulation of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia Number 18 of 2021 concerning the Facilitation of Development of Community Gardens in Surroundings, in addition to issuing the Regulation of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia Number 03 of the Year 2022 concerning Development of Human Resources, Research, and Development, Rejuvenation, as well as Facilities and Infrastructure for Oil Palm Plantations and several regions a Team for the Acceleration and Supervision of ISPO certification has been formed so that it has an impact on the country's economic growth.
Pelaksanaan Pendidikan Keahlian Profesi Advokat Kerjasama PERADI-SAI dan Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh-Lhokseumawe Faisal Faisal; Jamaluddin Jamaluddin; Elidar Sari; Ramziati Ramziati; Hadi Iskandar; Manfarisyah Manfarisyah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat). Pendidikan khusus ini merupakan suatu bentuk pendidikan yang harus diikuti oleh seseorang yang berijazah sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum. Pendidikan PKPA ini mempunyai relefansi dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang didalamnya dinyatakan bahwa jenis Pendidikan terdiri dari pendidikan umum, kejuruan, profesi, vokasi, kegamaan dan khusus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melahirkan para profesi advokat yang handal, madiri, dan bertanggung jawab sehingga mampu tampil sebagai penegak keadilan dalam penyelenggaraan peradilan yang jujur, adil dan sesuai dengan tujuan hukum yakni, keadilan hukum, kemanfaatan hukum dan kepastian hukum bagi semua dengan pemberlakuan kesamaan di depan hukum. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Oktober sampai 05 November 2022 di Kota Lhokseumawe. Metode yang dilakukan Service Learning (SL), dimaksudkan untuk mengintegrasikan pembelajaran ke dalam kegiatan PKPA atau Kemitraan Fakultas Hukum dengan PERADI-SAI. Selain itu, pendekatan Participatory Action Research (PAR) berorientasi pada pemberdayaan para peserta PKPA. Hal ini dikarenakan kebutuhan dan penyelesaian permasalahan hukum di masyarakat. Para pengabdi dari perguruan tinggi harus menempatkan masyarakat sebagai pemeran utama pembangunan dan perubahan. Hasil kegiatan ini adalah melahirkan para profesi advokat dan memberikan pemahaman Advokat merupakan profesi yang mulia, bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menegakkan hukum, serta kegiatan profesi tersebut dijamin dan dilindungi oleh undang-undang demi terselenggaranya supremasi hukum.