Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH LAJU ALIRAN FLUIDA PENDINGIN TERHADAP UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PIPA GANDA DENGAN PENGARAH BERALUR HELIX Putra, Eriek Aristya Pradana; Kennedy, Kennedy; Mustofa, Mustofa
Jurnal MEKANIKAL Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Mekanikal Januari 2018
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.266 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alat penukar kalor pipa ganda dengan penambahan pengarah helix 40° dan tanpa pengarah, pada arah aliran fluida berlawanan arah dengan variasi kecepatan fluida dingin yaitu sebesar 0.67 m/s, 0.60 m/s dan 0.52 m/s. Dalam penelitian ini digunakan kondensor tipe double pipe dan untuk bahan shell digunakan akrilik dengan diameter dalam 74 mm dan diameter luar 80 mm. Pada tube menggunakan bahan stainless steel dengan diameter dalam 24 mm dan diameter luar 26 mm dengan panjang 1500 mm. hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa semakin cepat aliran fluida pendingin yang diberikan maka akan meningkatkan nilai efektifitas, laju perpindahan kalor dan penurunan temperature fluida panas. Penurunan temperatur yang diperoleh dengan menggunakan pengarah helix tiap variasi kecepatan sebesar 34,275 oC; 34,45 oC; 25,99 oC dan perpindahan kalor sebesar 7262,8; 6560,8; 5530 Watt. Kata Kunci : Pengarah helix 40ᵒ, kecepatan fluida dingin, perpindahan kalor.
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP SIFAT KEKERASAN DAN KEAUSAN BAJA SNI TP-24 DENGAN PROSES PACK CARBURIZING MEDIA ARANG TEMPURUNG KELAPA Muhammad Iqbal; Eriek Aristya Pradana Putra; Muhammad Iqbal Mukhsen; Amunadi Amunadi
Jurnal MEKANIKAL Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Mekanikal Juli 2018
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.781 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tempering tehadap nilai kekerasan dan laju keausan pada baja SNI TP 24 dengan proses pack carburizing media arang tempurung kelapa. Media karbon yang digunakan yaitu arang tempurung kelapa dengan persentase sebesar (80%) dan CaCO3 sebesar (20%). Proses pack carburizing dilakukan pada temperatur 950oC dengan waktu penahanan selama 2 jam, quenching media air dan temperingselama 1 jam dengan suhu 300oC, 400oC, 500oC, setelah proses pack carburizing kemudian dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian keausan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Tadulako.Hasil pengujian kekerasan pada raw material adalah 177 Kg/mm2, setelah proses pack carburizing  nilai kekerasan adalah sebesar 726,06  Kg/mm2 sedangkan untuk variasi suhu tempering nilai kekerasannya pun bervariasi. Pada suhu tempering 300°C nilai kekerasannya 453,50 kg/mm2, tempering  400°C nilai kekerasannya 369,90 kg/mm2 dan tempering 500°C nilai kekerasannya 314,57 kg/mm2. Hasil pengujian keausan dengan jarak tempuh yang sama yaitu 37,58 km bahwa laju keausan untuk raw material sebesar1,11% dan faktor keausannya 0,0294 mm3/N.km. Pendinginan cepat (quenching ) laju keausannya menurun menjadi 0,25% dengan faktor keuasannya 0,00650 mm3/N.km. Variasi suhu temperingsetiap variasi berbeda nilai laju keausannya. Untuk suhu tempering 300°C nilai laju keausannya mencapai 0,46% dan faktor keausannya 0,01220 mm3/N.km, suhu tempering 400°C nilai laju keausannya 0,53% dan faktor keausannya 0,01300 mm3/N.km sedangkan suhu tempering 500°C laju keausannya mencapai 0,98%, dan faktor keausannya 0,02451 mm3/N.km.Kata Kunci : pack carburizing, suhutempering,arang tempurung kelapa, kekerasan, keausan, baja SNI TP 24
Pelatihan Pengelasan dan Pembuatan Alat Penunjang Laboratorium Pengelasan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertambangan Bungku Angga Tegar Setiawan; Amiruddin Amiruddin; Hendi Lilih Wijayanto; Yudi Siswanto; Eriek Aristya Pradana Putra; Abduh Malik Alfafa; Aditiyo Tri Saputra
Journal of Industrial Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Published in October 2023
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/jice.v2i2.232

Abstract

Higher education has an important role in the Tri Darma, namely participating in truly educating the lives of the nation and state in society. One step is to make humans no longer objects of development but subjects of development. As a development subject, abilities and skills in mastering science and technology are certainly required. The use of welding technology has developed and is widely used and exploited in the wider community, especially in meeting industrial needs. One of the welding methods is Shielded Metal Arc Welding (SMAW), namely welding using an electric arc. The aim of this activity is to increase the welding competency of Bungku Mining Vocational School students by adding special skills in the form of SMAW welding and providing encouragement and assistance so that Bungku Mining Vocational School students are able to provide welding equipment that supports learning in the laboratory. The benefit of this activity is to provide knowledge and train skills in SMAW welding so that it can be used to develop laboratory facilities.
Sintesis membran polyvinylidene fluoride - boron nitride - hexafluoropropylene untuk aplikasi separator baterai Regna Tri Jayanti; Setiarto Pratigto; Eriek Aristya Pradana Putra; Anisa Anisa; Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Litbang Industri Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v14i1.8131.1-7

Abstract

Aplikasi baterai ion litium secara komersial telah tersebar luas dan meningkat seiring pertumbuhan penduduk baik di Indonesia maupun Dunia. Baterai ion litium tersusun atas katoda sulfur, separator, anoda logam litium dan elektrolit organik. Separator baterai adalah komponen penting yang berperan dalam pertukaran ion pada saat pengisian dan pemakaian baterai. Beberapa material telah dimodifikasi untuk membantu mencegah katoda berdifusi serta menjaga posisi katoda tersebut agar tetap pada posisinya sehingga mampu meningkatkan kinerja baterai. Peningkatan ion konduksi menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pengisian ulang daya baterai litium. Penelitian ini bertujuan membuat bahan membran separator Polyvinylidene Fluoride - Boron Nitride – Hexafluoropropylene dengan metode inversi fasa dan metode pencampuran. Perbandingan variasi penambahan bahan adalah 1 : 2 pada masing-masing metode. Performa membran separator dilihat berdasarkan derajat kristalinitas, ukuran pori, gugus fungsi O-H dan PVdF, serta nilai konduktivitas listrik. Berdasarkan hasil interpretasi dari berbagai analisa tersebut, masing-masing metode memberikan kelebihan dan kekurangan terhadap konsentrasi bahan yang digunakan. Namun, dapat disimpulkan bahwa metode inversi fasa dapat lebih diunggulkan dalam menghasilkan produk yang lebih stabil
ANALISIS ALAT PELAPIS LOGAM PORTABEL DENGAN METODE ELECTROPLATING TERHADAP HASIL PENGUJIAN KEKERASAN MATERIAL LOGAM ST37 Putra, Eriek Aristya Pradana; Kadriadi, Kadriadi; Wirakusuma, Kadex Widhy; Pratama, Angga Bahri; Boangmanalu, Eka Putra Dairi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i2.1653

Abstract

Electroplating adalah proses pelapisan logam yang memanfaatkan arus listrik untuk melapisi benda kerja dengan logam lain. Proses ini banyak digunakan dalam industri untuk meningkatkan kualitas atau mencegah korosi pada logam. Fokus utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tegangan dan durasi electroplating pada kekerasan benda kerja. Rancang bangun alat pelapis logam dengan metode electroplating didesain lebih kecil dari biasanya agar mudah dioprasikan dimana saja. Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan rata-rata nilai kekerasan pada spesimen 1 (1,5 volt dengan waktu 20 menit ialah 282,98 HV), spesimen 2 ( 2 volt dengan waktu 20 menit ialah 308,2 HV), spesimen 3 (2,5 volt dengan waktu 20 menit ialah 311,24 HV), spesimen 4 (1,5 volt dengan waktu 30 menit ialah 292,42 HV), spesimen 5 (2 volt dengan waktu 30 menit ialah 318,38 HV), dan spesimen 6 ( 2,5 volt dengan waktu 30 menit ialah 353,18 HV). Faktor penting yang mempengaruhi hasil adalah tegangan dan durasi electroplating. Semakin lama durasi dan semakin tinggi tegangan, semakin keras pula benda kerja yang dihasilkan.
PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI NAOH PADA EKSTRAKSI SILIKA (SIO2) DARI LIMBAH FLY ASH BATUBARA Putra, Eriek Aristya Pradana; Makmur, Adil; Rahmayanti; Malau, Alexander
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.749 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.231

Abstract

Keberadaan limbah fly ash akan berdampak buruk bagi lingkungan karena bersifat ringan dan mudah terbawa oleh angin. Sehingga diperlukan penanganan dengan memanfaatkan limbah fly ash salah satunya dengan mengekstrak oksida silika yang merupakan oksida utama dalam fly ash. Pada penelitian ini, silika dari fly ash diekstrak dengan metode leaching (ekstraksi padat-cair) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut NaOH dan waktu ekstraksi terhadap massa dan kadar silika hasil ekstraksi. Silika diekstrak menggunakan NaOH 6 M, 8 M, 10 M, dan 12 M dengan variasi waktu 120 menit, 180 menit, dan 240 menit. Selanjutnya silika pada filtrat diendapkan dengan HCl 1:1 dan dikeringkan menggunakan oven serta dikarakterisasi menggunakan instrumen XRF. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pelarut NaOH yang digunakan dengan waktu ekstraksi 180 menit, maka semakin tinggi massa silika hasil ekstraksi yang diperoleh hingga maksimal pada konsentrasi NaOH 10 M. Ekstraksi dengan waktu 120 menit dan 240 menit menunjukkan bahwa massa silika hasil ekstraksi yang diperoleh semakin rendah seiring dengan semakin tingginya konsentrasi pelarut NaOH yang digunakan. Kadar silika hasil ekstraksi yang diperoleh semakin tinggi seiring dengan meningkatnya konsentrasi NaOH dan waktu ekstraksi hingga pada konsentrasi 10 M dan waktu ekstraksi 180 menit.
ANALISIS KANDUNGAN MINERAL PASIR BESI PANTAI SELATAN KABUPATEN LUMAJANG HASIL SEPARASI MAGNETIK Jayusri, Muh. Azis Albar; Putra, Aditya Perdana; Putra, Eriek Aristya Pradana
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.83 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i2.273

Abstract

Potensi pasir besi di Pantai Selatan Kabupaten Lumajang cukup besar tapi belum dikelola secara mendalam dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral magnetik pasir besi yang ada di Pantai Selatan Kabupaten Lumajang agar dapat memberikan informasi dan bahan kajian dalam pengembangan pengolaan pasir besi ke depan. Metode yang digunakan adalah metode separasi magnetik menggunakan magnetik separator untuk memisahkan dan mendapatkan konsentrat pasir besi titanomagnetite yang merupakan senyawa mineral besi yang kaya kandungan titanium. Berdasarkan hasil analisa XRD diketahui bahwa kandungan minerak pasir besi Pantai Selatan Kabupaten Lumajang hasil separasi magnetik mengandung mineral magnetik 39,4% dan non magnetik 60,6% yang terdiri dari senyawa kelompok mineral besi magnetite, titanomagnetite, iron titanium oxide, augite serta pengotor berupa senyawa silika yakni bustamite, albite, dan anthophyllite. Untuk hasil analisa XRF menunjukkan kadar titanium dan besi meningkat setelah dilakukan separasi magnetik pada pasir besi Pantai Selatan Kabupaten Lumajang. Kadar titanium meningkat sebesar 3,42 % dan besi 49,6 %.
Pelatihan dan Pendampingan Operasional Mesin Bubut Bagi Karyawan di Kawasan Industri Logam Morowali Setiawan, Angga Tegar; Alfafa, Abduh Malik; Putra, Eriek Aristya Pradana; Wijayanto, Hendi Lilih; Nugroho, Vincentius Sulistyoaji; Saputra, Aditiyo Tri; Kamaruddin, Kamaruddin
Journal of Industrial Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Published in October 2024
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/jice.v3i2.316

Abstract

In the increasingly advanced and dynamic world of the manufacturing industry, the need for a skilled and qualified workforce is becoming increasingly important. One of the key skills required in the industry is the ability to operate a lathe effectively and efficiently. Lathes are used to shape and smooth workpieces by rotating the workpiece against a stationary tool. These machines enable precise and high-quality manufacturing processes, so employees need to master the correct and efficient operation of lathes. However, there is still a problem with employees who are not skilled enough to operate lathes in companies in the Morowali metal industry area. This condition can certainly hamper the productivity and efficiency of the company, and have an impact on the quality of the products produced. So, it is necessary to conduct training and mentoring to improve their knowledge and skills. Training is carried out using several methods, namely surveys through interviews to determine the appropriate type of training. Providing material to improve knowledge using the lecture method. Direct observation to train participants' skills in operating the lathe. Evaluation of training to measure the level of achievement. The evaluation results obtained an average pre-test score of 54.3 and a post-test of 84.6. There was an increase of 30.7 points after the participants participated in the training activities. Thus, the training activities showed success in improving employees' knowledge of lathe operation. In addition, each employee also showed skills in completing the job sheet that had been given. So, the training carried out provides various benefits for employees in developing careers and for companies in increasing their productivity.
The The Effect of Seawater Use and Solution Composition on the Quality of Blackening Results Purnama Sari, Dewi; Razzaq, Khazainnur; Ikhwan, Ris Muhammad Noval; Rahmayanti; Kamaludin; Pradana Putra, Eriek Aristya; Larasati, Tantra Diwa
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Special Issue
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i3.1566

Abstract

The study of the use of seawater and the composition of blackening solutions on the quality of blackening results is essential in increasing the efficiency of raw materials and finding an adequate formulation in the blackening process. Blackening is a black oxide coating process that aims to increase metal resistance to corrosion and wear. This study uses seawater as a solvent with blackening solution raw materials consisting of NaOH and oxidizers with varying compositions. The parameters for testing the quality of blackening results include color testing using the visual matching method, image color picker application, and corrosion resistance testing using the weight loss method. The study results showed that seawater can be used as a solvent in making blackening solutions by providing a somewhat contrasting black color and slower corrosion rate compared to solutions without seawater. NaOH with a percentage of 50%, 70%, and 80% in the corrosion test showed an increase in corrosion resistance of 10%, 30%, and 40%, respectively, after immersion for 30 minutes at a temperature of 150°C. The resulting blackening process not only provides aesthetic value through black coating but also increases protection against material surface degradation. This research is expected to provide an alternative formulation of a blackening solution that is more environmentally friendly and economically efficient, mainly by utilizing seawater as a solvent. In addition, these results are expected to be the basis for further development in blackening applications on various materials for industrial needs.
Peningkatan Pengetahuan Operasional Mesin Frais Bagi Karyawan Di Kawasan Industri Logam Morowali Hendi Lilih Wijayanto; Tegar Setiawan, Angga; Aristya Pradana Putra, Eriek; Malik Alfafa, Abduh; Adityo Tri Saputra
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.9734

Abstract

Dalam industri, mesin frais sering digunakan untuk membuat komponen mesin, mengebor lubang pada benda kerja, dan tugas lainnya. Dengan kontribusi sebesar 20,27% terhadap perekonomian nasional, Indonesia dilaporkan sebagai basis industri manufaktur terbesar di ASEAN, menurut statistik yang dikumpulkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kemampuan untuk mengoperasikan mesin frais dengan sukses dan efisien merupakan salah satu kompetensi kunci yang dibutuhkan di bidang ini. Namun demikian, bisnis di kawasan Industri Morowali terus berjuang dengan pekerja yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan frais. Skenario ini tidak diragukan lagi dapat memengaruhi efisiensi dan produksi perusahaan serta kualitas barang yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka, pelatihan dan pendampingan diperlukan. Pelatihan dilakukan dengan beberapa cara, termasuk studi yang melibatkan wawancara untuk mengidentifikasi jenis instruksi terbaik, penyediaan informasi untuk meningkatkan pemahaman menggunakan format ceramah. Kemampuan peserta dalam mengoperasikan mesin frais akan dilatih melalui observasi langsung, dan evaluasi pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan. Berdasarkan hasil penilaian, skor rata-rata pra-tes adalah 65,1, dan skor rata-rata pasca-tes adalah 81,2. Setelah mengikuti program pelatihan, skor peserta meningkat sebesar 16,1 poin. Hasilnya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman staf tentang cara kerja mesin frais. Setiap pekerja juga menunjukkan kemahiran dalam menyelesaikan gambar kerja yang diberikan. Karyawan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini, baik dalam hal pertumbuhan profesional mereka maupun peningkatan produksi perusahaan.