Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA IMPLEMENTASI KAIZEN DI LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN MESIN POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI Yudi Siswanto; Hendi Lilih Wijayanto
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 9: Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i9.2440

Abstract

Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa 5R di laboratorium Politeknik Industri Logam Morowali, data yang digunakan dalam penelitian ini pengamati secara langsung, wawancara kepada kepala laboratorium dan juga pegawai. Tahap pertama pada 5S ialah implementasi seiton yang akan dilakukan dengan menata dan membentuk tempat penyimpanan untuk barang, alat serta mesin yang telah dikelompokkan. Penguatan ini harus benar-benar dilakukan dan kemudian dipraktekkan secara berulang-ulang sehingga setiap teknisi, pegawai dan mahasiswa dapat mengerjakan segala sesuatu dengan benar dan tidak ada barang yang berserakan di dalam ruangan laboratorium. Selain suku cadang yang rusak, barang bekas dan perangkat yang tidak berfungsi, harus disortir dan dikumpulkan selanjutnya dipisahkan dari barang yang masih bisa digunakan. Kuncinya adalah terus mengulanginya dan mencari langkah-langkah untuk melanjutkan ketiga proses tersebut. Dalam analisis penelitian ini, terdapat bebera penyebab yang berpengaruh pada budaya 5R di area laboratorium, yakni di area barang-barang sisa pratikum ditemukan barang tidak di pakai membedakan antara barang yang masih terpakai dan barang-barang bekas, Di area laboratorium las, kabel dan pipa las tidak ditempatkan di tempat yang disediakan, di tempat pemotongan lembar plat dan pemotongan besi banyak bekas pemotongan lembar plat dan juga sisa potongan besi, pada area laboratorium pemesinan mesin bubut kurang perawatan dan masih banyak sisa gram yang belum di bersihkan, pentingnya dilakukan sosialisasi dan implementasi budaya 5R di area laboratorium.
ANALISIS PENERAPAN BUDAYA 5S DI LABORATORIUM POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI Yudi Siswanto; Abduh Malik Alfafa; Amiruddin Amiruddin
SIGMA TEKNIKA Vol 6, No 1 (2023): SIGMATEKNIKA, VOL. 6, N0. 1, JUNI 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v6i1.5054

Abstract

Laboratorium merupakan tempat dan fasilitas untuk kegiatan pelatihan kemampuan serta pengetahuan di bidang kompetensinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya 5S dari penerapannya 5S di laboratorium, Kaizen atau 5S merupakan proses perbaikan terus-menerus, sehingga perlu Penerapan budaya 5S di lingkungan laboratorium merupakan faktor utama keberhasilan implementasi budaya Kaizen di laboratorium. Selain itu, kerja tim dan pemahaman budaya 5S dapat mendukung kelancaran penerapan budaya Kaizen di laboratorium. Menurut hasil penelitian literatur dan pilot investigation, diantara 22 faktor tersebut, faktor yang mengetahui Motivasi dosen/PLP/mahasiswa dalam menerapkan budaya Kaizen kondisi penerapan budaya 5S di laboratorium memiliki responden yang paling tinggi, dengan nilai rata-rata 2,18 dan standar deviasi 0,82632. Nilai rata-rata faktor Kinerja yang berhubungan dengan imbalan / pengakuan / penilaian paling kecil yaitu 1,98 dan standar deviasi 0,78341, yang menunjukkan bahwa faktor ini paling kecil pengaruhnya terhadap budaya 5S laboratorium. Dari penerapan budaya kaizen, budaya kaizen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan komitmen organisasi pada Politeknik Industri Logam Institut Morowali.
Pelatihan Pengelasan dan Pembuatan Alat Penunjang Laboratorium Pengelasan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertambangan Bungku Angga Tegar Setiawan; Amiruddin Amiruddin; Hendi Lilih Wijayanto; Yudi Siswanto; Eriek Aristya Pradana Putra; Abduh Malik Alfafa; Aditiyo Tri Saputra
Journal of Industrial Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Published in October 2023
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/jice.v2i2.232

Abstract

Higher education has an important role in the Tri Darma, namely participating in truly educating the lives of the nation and state in society. One step is to make humans no longer objects of development but subjects of development. As a development subject, abilities and skills in mastering science and technology are certainly required. The use of welding technology has developed and is widely used and exploited in the wider community, especially in meeting industrial needs. One of the welding methods is Shielded Metal Arc Welding (SMAW), namely welding using an electric arc. The aim of this activity is to increase the welding competency of Bungku Mining Vocational School students by adding special skills in the form of SMAW welding and providing encouragement and assistance so that Bungku Mining Vocational School students are able to provide welding equipment that supports learning in the laboratory. The benefit of this activity is to provide knowledge and train skills in SMAW welding so that it can be used to develop laboratory facilities.
Analisis Total Productive Maintenance Overall Equipment Effectiveness Moulding PMS Line Yudi Siswanto; Togik Hidayat; Dery Rahmat Setiya Budi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol. 21 No. 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jtm.v21i2.127

Abstract

Proses produksi PT.XYZ mengalami masalah produktifitas yang dikarenakan kurang efektifnya penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin meliputi availability, performance rate, quality rate adalah indikator dalam mengukur tigkat keberhasilan penerapan TPMuntuk menjamin dan meningkatkan  efektifitas dan produktifitas operasional mesin. Penerapan TPM bertujuan untuk menjaga performa mesin produksi dengan meminimalisir defect dan breakdown. Penelitian dalam studi kasus ini dilakukan untuk mengetahui nilai OEE mesin PMS Line, Analisis OEE mesin, dan menentukan langkah perbaikan. Penelitian terdiri dari kegiatan rekapitulasi data produktifitas mesin PMS Line, menetukan nilai OEE  dan analisis six big losses dalam menentukan tindakan perbaikan yang tepat untuk menjaga tingkat keandalan mesin PMS Line. Nilai OEE Moulding PMS Line PT. XYZ Bulan Januari - Oktober 2022 adalah Availability Rate 76,39 %, Performance Rate 5,60%, Quality Rate 99,95%  dan OEE 42,21%, Sedangkan nilai rata- rata OEE Six Big Losses adalah Breakdown Losses 23,10%, Idling and Minor Stoppages  Loss 1,27%, Reduced Speed Losses 0,48%,  Set Up and Adjustment Loss 0,07%, Deffect Losses 0,00%, Yield/ Scrap 0,00%. Faktor dominan Six Big Losses adalah pada Breakdown Losses dengan komulatif persentase sebab akibat 92,66 %. Perbaikan yang dapat dilakukan PT. XYZ meliputi factor Manusia/ Operator, Metode, Material, Mesin dan Lingkungan kerja.
RANCANG BANGUN ALAT SETTING ALIGNMENT RODA GIGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN MESIN Kadriadi Kadriadi; Angga Bahri Pratama; Kadex Widhy Wirakusuma; Jandri Fan HT Saragi; Jeri Ariksa; Muhammad Alfian; Yudi Siswanto
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.4509

Abstract

Alignment is a technique used to maintain machine components that rotate or transfer power so they can operate as effectively as possible and prevent damage to other machine components from errors made during installation or maintenance. Alignment is a maintenance activity that is often carried out on machines in industry and machines within the Morowali Metal Industry Polytechnic, especially in the Mechanical Maintenance Engineering Study Program. Competency in the alignment of gears and bearings is very much needed for prospective mechanics in the industry. The purpose of making this tool is as a simulation tool for learning alignment to achieve straightness and centricity between two rotating shafts (drive and driven shaft) to prevent friction, vibration, and other problems that can reduce tool life and, of course, increase expenditure costs. for repair or replacement of heavy equipment. In the process of designing this alignment tool, a drive method is used in the form of a sprocket and chain, where the link between the drive motor and the shaft to be moved is the sprocket and chain method. This research serves to help produce a design by considering the user's perspective so that the design results can be useful effectively. From the test results, the gear alignment setting tool can function well with the help of an inverter so that motor rotation can be reduced and can be controlled according to the desired conditions. The previous alignment setting tool had an RPM: of 1450.8 and the alignment setting tool that was made had an RPM: of 1455.7 with a frequency of 50 Hz so it can be concluded that this tool can be used for practical work in machine repair and maintenance laboratories.