Khosip Ihsan
STAI Attanwir Bojonegoro

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penganiayaan Berat Sebagai Penghalang Waris (Analisis Pasal 173 A Kompilasi Hukum Islam Khosip Ihsan
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2019): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.725 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v10i2.23

Abstract

Sebagaimana materi penghalang kewarisan yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam, penulis melihat terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan kitab-kitab fiqih mawaris. Di antara perbedaan tersebut adalah pada kategori penghalang kewarisan. KHI adalah pedoman bagi hakim-hakim yang berada di lingkungan peradilan Agama, yang dikeluarkan melalui Inpres. Seperti yang diketahui, bahwa dalam perumusannya melibatkan berbagai ulama’ yang ada di Indonesia. KHI dikompilasikan dari berbagai kitab-kitab fiqih. Tetapi kenapa pada hasilnya, khususnya dalam hal penghalang kewarisan terdapat perbedaan yang signifikan antara KHI dan yang ada pada kitab-kitab fiqih. Dalam penelitian ini, penulis meneliti lebih dalam tentang bagaimana rasionalisasi pemasukan penganiayaan berat sebagai penghalang kewarisan dalam Kompilasi Hukum Islam, serta dimana titik temu antara penganiayaan berat dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Setelah penulis melakukan penelitian, penulis mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Bahwa rasionalisasi pemasukan penganiayaan berat sebagai penghalang kewarisan dalam KHI adalah: disamping merujuk pada pasal 838 yang ada di KUH Perdata, perumusan tersebut juga memperhatikan unsur maslahah dan madlorot dari perbuatan penganiayaan tersebut yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia, walaupun korban pada dhohirnya masih hidup dan bernyawa tetapi korban tidak dapat melakukan aktifitasnya. Kemudian titik temu antara penganiayaan dalam hukum Islam dan Hukum positif di Indonesia, keduanya sama-sama menilai bahwa penganiayaan berat adalah sebuah tindak pidana yang sengaja dilakukan untuk melukai berat kepada korban, yang menyebabkan korban mengalami luka berat dan tidak dapat beraktifitas dengan normal sebagaimana biasanya.
Pengelolaan Zakat Sebagai Sarana Meningkatkan Taraf Pendidikan Umat: Studi Komparasi di BAZNAS Jatim, el-Zawa UIN Maliki Malang dan BMH Bojonegoro Khosip Ikhsan
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2023): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v14i2.438

Abstract

: Zakat merupakan salah satu cara untuk pemerataan sosial. Salah satunya dengan sistem pendistribusian zakat yang bagus, yaitu bagaimana agar dengan dana zakat dapat pula membantu meningkatkan taraf pendidikan masyarakat yang tergolong kurang mampu. Maka, dengan pendidikan yang tinggi dapat mengangkat derajat dan strata sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang zakat serta tata kelolanya menurut para ahli fiqih; Untuk mengetahui pandangan BAZNAS Jawa Timur, el-Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta BMH Bojonegoro tentang zakat sebagai sarana peningkatan taraf pendidikan umat dalam lingkup delapan golongan yang berhak menerima zakat; serta Untuk mendiskripsikan perbandingan pengelolaan zakat sebagai sarana meningkatkan taraf pendidikan umat yang terdapat di BAZNAS Jawa Timur, el-Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta BMH Bojonegoro. Penelitian ini merupakan field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi non partisipasi. Kemudian data yang sudah ada dianalisis dan di komparasikan dengan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukan bahwa zakat menurut ulama fiqih adalah zakat adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki kepada orang yang berhak menerimanya. Begitu halnya apa yang disampaikan oleh tiga badan dan lembaga amil zakat diatas. Dalam segi pengelolaan dana zakat el-Zawa dan BAZNAS Jatim sudah sangat professional dan sesuai dengan ketentuan hukum Islam, lain halnya dengan BMH Bojonegoro memiliki keterbatasan dalam hal pengumpulan dan system pendistribusian.
Membangun Karakter Generasi Emas 2045 melalui Pendidikan Islam di MI Darul Huda Gedongarum Khusna Farikhatin, Fauziatul; Inayati, Ummi; Agustina, Lina; Ikhsan, Khosip; Azis, Mohamad Abdul; Zulianto, Aris; Mufidah, Eryul
TARBAWIYAT Vol 4 No 01 (2025): Tarbawiyat: Jurnal Kependidikan
Publisher : Prodi PGMI STAI Al-Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/t.v4i01.356

Abstract

Indonesia aspires to became a more dignified nation by 2045, known as “Indonesia Emas”. This is rooted in Islamic Education, which is crucial for building the character of the current generation, particularly at MI Darul Huda Gedungarum. The current moral decadence and the lack of Islamic education have eroded the character of the current generation. This study aims to describe how building the character of golden generation 2045 trough Islamic education at the MI Darul Huda Gedongarum who have strong characters, noble morals, and are competitive. The background of moral decadence in today's era and also the lack of Islamic education obtained has eroded the character of the current generation of the nation. The method used is a descriptive qualitative research method. Data were obtained from observations, interview optimally with the teachers, principal, books, articles, academic journals, and appropriate research results. The results of the study show that Islamic education very influential in shaping the character of golden generation of 2045 trought the religious values taught. However, the development of technology today is a challenge in it self because it greatly affects the character of the current generation. The current generation, which is expected to become the golden generation of 2045, must of course have good character. Therefore, it is very necessary todevelop the quality of Islamic education to help strengthen the character of the current generation.
Membangun Karakter Generasi Emas 2045 melalui Pendidikan Islam di MI Darul Huda Gedongarum Farik, Fauziatul Khusna; Inayati, Ummi; Agustina, Lina; Ikhsan, Khosip; Azis, Mohamad Abdul; Zulianto, Aris; Mufidah, Eryul
TARBAWIYAT Vol 4 No 1 (2025): Juni
Publisher : Prodi PGMI STAI Al-Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/tarbawiyat.v4i1.297

Abstract

Indonesia aspires to became a more dignified nation by 2045, known as “Indonesia Emas”. This is rooted in Islamic Education, which is crucial for building the character of the current generation, particularly at MI Darul Huda Gedungarum. The current moral decadence and the lack of Islamic education have eroded the character of the current generation. This study aims to describe how building the character of golden generation 2045 trough Islamic education at the MI Darul Huda Gedongarum who have strong characters, noble morals, and are competitive. The background of moral decadence in today's era and also the lack of Islamic education obtained has eroded the character of the current generation of the nation. The method used is a descriptive qualitative research method. Data were obtained from observations, interview optimally with the teachers, principal, books, articles, academic journals, and appropriate research results. The results of the study show that Islamic education very influential in shaping the character of golden generation of 2045 trought the religious values taught. However, the development of technology today is a challenge in it self because it greatly affects the character of the current generation. The current generation, which is expected to become the golden generation of 2045, must of course have good character. Therefore, it is very necessary todevelop the quality of Islamic education to help strengthen the character of the current generation.