Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode MOORA dalam Pemberian Kredit di LPD Desa Sengkidu Ni Kadek Mastrini; I Gst. Agung Pramesti Dwi Putri; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya
INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi) Vol 15 No 2 (2023): INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : LPPM STMIK Indonesia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37424/informasi.v15i2.245

Abstract

LPD Desa Sengkidu adalah salah satu badan yang menyediakan layanan kredit kepada masyarakat yang mengajukan pinjaman kredit. Masalah muncul ketika ada banyak peminjam potensial yang informasinya harus dianalisis tetapi hanya sedikit analis kredit yang tersedia untuk melakukannya yang dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat dan efek buruk pada kredit nasabah. Selain itu naiknya permintaan peminjam dana dari kreditur, SOP atau prosedur yang ada di LPD Desa Sengkidu tidak dijalankan penuh dalam proses seleksi pemberian kredit dari buku pedoman yang berlaku sehingga kemungkinan besar terjadi kredit macet. Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah ystem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi tertentu. Penerapan metode MOORA dalam pemberian kredit pada LPD Desa Sengkidu dapat memberikan rekomendasi kepada pengambil keputusan berupa keputusan pemilihan berdasarkan nilai akhir yang diperoleh dari masing-masing alternatif pemohon kredit. Implementasi metode MOORA pada worksheet excel dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan kelayakan pemberian pinjaman modal usaha secara tepat dan akurat sesuai dengan ketentuan atau kriteria dan dapat dijadikan dasar dalam menetapkan keputusan yang lebih rasional.
Peningkatan literasi digital untuk mewujudkan generasi cakap digital di SMAN 2 Sukawati I Gst. Agung Pramesti Dwi Putri; A.A. Istri Ita Paramitha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30806

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa di SMAN 2 Sukawati agar mereka mampu memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diberikan pemahaman mengenai keamanan digital, etika dalam berinternet, serta keterampilan kritis dalam menyaring informasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuis berbasis digital yang mengukur pemahaman peserta terhadap konsep literasi digital, termasuk kemampuan mengenali hoaks dan menjaga privasi daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep literasi digital, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, antusiasme peserta dalam diskusi dan simulasi menunjukkan bahwa pendekatan interaktif mampu meningkatkan kesadaran serta keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk generasi yang cakap digital dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Kata kunci: budaya digital; cakap digital; etika digital; hoaks; literasi digital. Abstract This community service activity aimed to improve the digital literacy of students at SMAN 2 Sukawati so that they are able to understand, use, and utilize technology wisely. The methods used in this activity included interactive lectures, group discussions, and simulations of digital technology use in daily life. Participants were provided with insights into digital security, online ethics, and critical skills for filtering information. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests using digital quizzes that measured participants’ understanding of digital literacy concepts, including their ability to recognize hoaxes and protect their online privacy. The results showed an improvement in students’ understanding of digital literacy, as indicated by the evaluation outcomes before and after the training. In addition, the participants' enthusiasm during discussions and simulations demonstrated that the interactive approach effectively enhanced their awareness and skills in facing the challenges of the digital era. This activity is expected to have a sustainable impact in shaping a digitally literate generation capable of utilizing technology in a positive manner. Keywords: digital culture; digitally literate; digital ethics; hoax; digital literacy.