Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode MOORA dalam Pemberian Kredit di LPD Desa Sengkidu Ni Kadek Mastrini; I Gst. Agung Pramesti Dwi Putri; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya
INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi) Vol 15 No 2 (2023): INFORMASI (Jurnal Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : LPPM STMIK Indonesia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37424/informasi.v15i2.245

Abstract

LPD Desa Sengkidu adalah salah satu badan yang menyediakan layanan kredit kepada masyarakat yang mengajukan pinjaman kredit. Masalah muncul ketika ada banyak peminjam potensial yang informasinya harus dianalisis tetapi hanya sedikit analis kredit yang tersedia untuk melakukannya yang dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat dan efek buruk pada kredit nasabah. Selain itu naiknya permintaan peminjam dana dari kreditur, SOP atau prosedur yang ada di LPD Desa Sengkidu tidak dijalankan penuh dalam proses seleksi pemberian kredit dari buku pedoman yang berlaku sehingga kemungkinan besar terjadi kredit macet. Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah ystem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi tertentu. Penerapan metode MOORA dalam pemberian kredit pada LPD Desa Sengkidu dapat memberikan rekomendasi kepada pengambil keputusan berupa keputusan pemilihan berdasarkan nilai akhir yang diperoleh dari masing-masing alternatif pemohon kredit. Implementasi metode MOORA pada worksheet excel dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan kelayakan pemberian pinjaman modal usaha secara tepat dan akurat sesuai dengan ketentuan atau kriteria dan dapat dijadikan dasar dalam menetapkan keputusan yang lebih rasional.
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JARINGAN FIBER OPTIC JALUR UDARA PT. WISUANDHA NETWORK GLOBALINDO DI KABUPATEN BULELENG RA Enten Rahindrasti Purbodiningrat; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya; I Gede Juliana Eka Putra
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 6 No 1 (2024): EDISI 19
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v6i1.3776

Abstract

Dalam menghadapi pertumbuhan internet yang pesat di Bali, PT Wisuandha Network Globalindo memandang perlunya membangun infrastruktur jaringan fiber optic sendiri sebagai langkah strategis untuk mengatasi tuntutan bandwidth yang semakin tinggi dan meningkatkan kestabilan jaringan. Sebagai perusahaan penyedia jasa internet yang berkomitmen, mereka mengambil inisiatif untuk mengajukan perizinan pembangunan infrastruktur jaringan fiber optic dengan jalur udara. Untuk mencapai tujuan proyek, PT Wisuandha Network Globalindo akan melibatkan semua pihak terkait, mematuhi regulasi yang berlaku, dan memastikan keandalan serta keamanan infrastruktur yang dibangun. Dengan memanfaatkan skema perizinan yang telah diterapkan di Kabupaten Buleleng, diharapkan proyek ini dapat meningkatkan akses internet yang handal, memperkuat konektivitas, dan mendukung pertumbuhan teknologi informasi di Bali. Fokus utama proyek adalah pada analisis hasil pelaksanaan, termasuk penyesuaian teknis yang diperlukan dan kesesuaian proses dengan timeline. Meskipun mengalami perubahan signifikan selama pelaksanaan, proyek berhasil diimplementasikan sesuai regulasi dengan perbedaan rute jalur awal dan akhir, melibatkan 9 ruas jalan, 42 tiang, dan panjang tarikan sepanjang 5.052 meter dalam waktu total 10 bulan.
Pelatihan public speaking dan penyiaran bagi siswa SMAN 1 Belahbatuh dalam meningkatkan keterampilan komunikasi Anak Agung Gede Adi Mega Putra; Dewa Ayu Eka Ratna Dewi; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30451

Abstract

AbstrakKemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan keterampilan penyiaran kini telah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda untuk dapat tampil percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Namun, tidak sedikit siswa yang masih merasa gugup, kurang percaya diri, bahkan menghindari kesempatan tampil karena minimnya pelatihan dan pengalaman dalam berkomunikasi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Blahbatuh ini, tim pelaksana berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengadakan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada teknik dasar public speaking, etika komunikasi, dan penyiaran. Kegiatan ini melibatkan 42 siswa dari kelas X hingga XII yang tergabung dalam ekstrakurikuler dan OSIS. Program pelatihan ini dirancang dalam lima tahap, mulai dari sosialisasi, penyusunan materi, pelatihan teori, praktik dan simulasi, hingga evaluasi. Siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung melalui simulasi siaran dan praktik berbicara di depan publik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan keterampilan secara signifikan. Secara kuantitatif, 88% peserta menyatakan pelatihan ini efektif dan bermanfaat. Secara kualitatif, terlihat peningkatan kepercayaan diri, teknik vokal yang lebih terarah, dan pemahaman mendalam terhadap etika komunikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka, dinamis, dan beretika di lingkungan sekolah. Kata Kunci: pengabdian; edukasi dan pelatihan; public speaking; penyiaran; etika komunikasi. Abstract Public speaking and broadcasting are essential skills for the younger generation to develop confidence, communication competence, and readiness to face future challenges. However, many students still struggle with anxiety and lack of experience, limiting their ability to speak publicly. This Community Service Program at SMA Negeri 1 Blahbatuh aimed to overcome these barriers by providing targeted training on basic public speaking, communication ethics, and broadcasting techniques. A total of 42 students from grades X to XII, active in extracurricular activities and OSIS, participated in the program. The training was conducted in five stages: socialization, material preparation, theoretical sessions, practice and simulation, and final evaluation. Students gained both conceptual understanding and practical experience through speech exercises and broadcast simulations. The evaluation showed significant improvement: 88% of participants reported the training was effective. Qualitatively, students exhibited higher confidence, improved vocal skills, and stronger ethical awareness in communication. This program is expected to lay the foundation for cultivating a more open, ethical, and dynamic communication culture within the school. Keywords: community service; education and training; public speaking; broadcasting; communication ethics.