Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pola Pengolahan Terhadap Efisiensi Pengolahan Tanah Menggunakan Traktor Tangan Adi Saputra; Siti Suharyatun; Winda Rahmawati; Warji Warji
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol 2, No 3 (2023): September 2023
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jabe.v2i3.8057

Abstract

 It is important to choose a tillage pattern with the aim of efficiency and effectiveness. This research aims to analyze the effect of tillage patterns using hand tractors on processing work capacity, processing time efficiency and fuel requirements. The research was conducted at the BPTP Lampung Natar Experimental Garden located in Negara Ratu Village, Natar District, South Lampung Regency, Lampung Province. The research parameters observed consisted of: work capacity, processing time efficiency and fuel consumption. The research results show that the largest work capacity value is the edge pattern with an average of 0.044 ha/hour, compared to the circular continuous pattern with an average of 0.032 ha/hour and the middle pattern with an average of 0.029 ha/hour. The highest soil processing time efficiency was the circular continuous pattern at 49.86%, then the middle pattern 44.87% and the lowest was the circular continuous pattern 40.71%. The highest fuel consumption is the middle pattern at 0.55 liters/hour, then the edge pattern at 0.53 liters/hour and the circular continuous pattern at 0.45 liters/hour. Keywords: Dry Land, Fuel Consumption, Lost Time, Work Capacity of Tillage.
Pelatihan Alat Musik Serdapan Lampung pada Forum Mulei Menganai Panaragan untuk Prosesi Arak-Arakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Erizal Barnawi; Agung Hero Hernanda; Adi Saputra; Brahmantyo Adith Prahmudafi
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i1.76

Abstract

Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan adalah kelompok pemuda-pemudi yang berdiri pada tanggal 10 November 2017. Aktifitas yang FMM jalan salah satunya adalah melestarikan dan mengembangkan seni budaya khas Lampung Pepadun, terutama ansambel Gitar Klasik Lampung Pepadun. Sampai saat ini FMM telah menjadi perbincangan di masyarakat karena keahlian dan kemarihan dalam mengemas penyajian pertunjukan Gitar Klasik Lampung Pepadun. Dari dampak tersebut kepercayaan masyarakat meningkat terlihat sering tampilnya FMM dalam acara nikahan, sunatan maupun acara seremonial lainnya di Kabupatan Tulang Bawang Barat bahkan sampai keluar kabupaten dalam melakukan pertunjukan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNILA telah melakukan pengabdian selama dua tahun berturut-turut di Tiyuh Panaragan ini. Pertama pada tahun 2020 di kelompok FMM memberikan pelatihan Ansambel Gamolan Lampung dan yang kedua pada tahun 2021 di kelompok Karang Tarunanya memberikan pelatihan Ansambel Talo Balak. Serta, pada tahun 2022 yang ketiga ini berencana memberikan lagi pelatihan alat musik Serdapan (rebana) di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kecamatan Tulang Bawang Barat kembali pada kelompok Forum Mulei Menganai (FMM) Panaragan. Kegunaan pelatihan ini agar menambah tingkat kreatifitas muda-mudi di Tiyuh Panaragan dalam mempertahan seni budaya Lampung. Bentuk kegiatan pelatihan ini berupa pembelajaran teknik permainan rebana yang diperuntukan pada prosesi arak-arakkan yang selalu diselenggarakan di Tiyuh Panaragan. Beberapa materi tabuh rebana diantaranya yakni Tabuh Tekol, Tabuh Tahtim, dan Tabuh Arak. Kesemuan tabuhan rebana tersebut dilatih selama tiga hari berturut-turut dengan durasi pelaksanaannya di mulai dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Serta, di akhri dengan melakukan hasil pelatihan dengan memberikan presentasi pertunjukan di hadapan para stakeholder masyarakat Tiyuh Panaragan.