Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN NIB,SERTIFIKASI HALAL DAN SPP IRT UNTUK UMKM LOW RISK BERBASIS KULINER DI KOTA SERANG Julia Safitri; Ira Geraldina; Mohamad Ana Syabana; Fitri Normasari; Yus Alvar Saabighoot; Dwitya Estu Nurpramana; Novita Ekasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3546-3555

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperluas jangkauan pemasaran pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman di kota Serang. Nomor Induk Berusaha adalah upaya untuk memberikan legalitas pada usaha dan untuk mempermudah akses pengembangan usaha yang bersifat administratif.  Sertifikasi halal Sef Decalre adalah Pernyataan kehalalan oleh pelaku usaha mikro dan kecil dengan didampingi oleh Pendamping Proses Produk Halal(PPH). Sertifkasi yang perlu dilakukan terutama pada produk makanan guna menjamin kehalalan produknya. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar sehingga permintaan pasar untuk produk-produk Islam yang sangat besar. Halal juga menjadi isu yang paling sensitive di Indonesia. Oleh karena itu, sertifikasi halal ini penting dilakukan oleh pelaku usaha. Selain halal menurut syariat Islam, produk yang dikonsumsi oleh masyarakat harus dipastikan “Thayyib” yakni aman, baik, bersih, dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Jaminan dan sertifikasi yang dikeluarkan pemerintah kota atau kabupaten bahwa produk makanan ini layak untuk diedarkan dan sudah  memenuhi kemanan pangan dan layak dikonsumsi.  Program PKM meliputi Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha, (NIB), Sertifikat halal Self Declare, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) agar pelaku usaha memiliki ijin edar dan memperluas jangkauan pemasaran produk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya legalitas untuk memperluas akses usaha, meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan adanya jaminan sertifikasi produk halal dan aman dikonsumsi, meningkatkan daya saing usaha dan meningkatkan kelas UMKM, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, tentang arti penting sertifikat halal dan memotivasi agar memiliki sertifikat halal bagi yang memiliki usaha yang termasuk dalam lingkup produk makanan dan minuman
PENDAMPINGAN NIB,SERTIFIKASI HALAL DAN SPP IRT UNTUK UMKM LOW RISK BERBASIS KULINER DI KOTA SERANG Julia Safitri; Ira Geraldina; Mohamad Ana Syabana; Fitri Normasari; Yus Alvar Saabighoot; Dwitya Estu Nurpramana; Novita Ekasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3546-3555

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperluas jangkauan pemasaran pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman di kota Serang. Nomor Induk Berusaha adalah upaya untuk memberikan legalitas pada usaha dan untuk mempermudah akses pengembangan usaha yang bersifat administratif.  Sertifikasi halal Sef Decalre adalah Pernyataan kehalalan oleh pelaku usaha mikro dan kecil dengan didampingi oleh Pendamping Proses Produk Halal(PPH). Sertifkasi yang perlu dilakukan terutama pada produk makanan guna menjamin kehalalan produknya. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar sehingga permintaan pasar untuk produk-produk Islam yang sangat besar. Halal juga menjadi isu yang paling sensitive di Indonesia. Oleh karena itu, sertifikasi halal ini penting dilakukan oleh pelaku usaha. Selain halal menurut syariat Islam, produk yang dikonsumsi oleh masyarakat harus dipastikan “Thayyib” yakni aman, baik, bersih, dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Jaminan dan sertifikasi yang dikeluarkan pemerintah kota atau kabupaten bahwa produk makanan ini layak untuk diedarkan dan sudah  memenuhi kemanan pangan dan layak dikonsumsi.  Program PKM meliputi Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha, (NIB), Sertifikat halal Self Declare, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) agar pelaku usaha memiliki ijin edar dan memperluas jangkauan pemasaran produk. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya legalitas untuk memperluas akses usaha, meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan adanya jaminan sertifikasi produk halal dan aman dikonsumsi, meningkatkan daya saing usaha dan meningkatkan kelas UMKM, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, tentang arti penting sertifikat halal dan memotivasi agar memiliki sertifikat halal bagi yang memiliki usaha yang termasuk dalam lingkup produk makanan dan minuman
Development of the Bestari Green Waste Bank: Integration of Creative Economy and Green Economy in Serang City Julia Safitri; Fitri Normasari; Is Eka Herawati; Ratih Purnamasari; Putri Yudha Septiana; Jaka Pamungkas
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 5 (2026)
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v5i5.634

Abstract

This study analyzes the development strategy of the Bestari Green Waste Bank in Serang City through the integration of the creative economy as the main driver of the transition to a green economy. Facing the urban waste management crisis, a paradigm shift is needed from the linear "take-use-dispose" model to a circular model that adds value to waste materials. Using descriptive qualitative methods, this study evaluates the operational mechanisms and socio-economic impacts of the waste bank program through field observations and document studies. The research findings indicate that the application of creativity elements in inorganic waste processing can transform waste commodities that were initially low in value into craft products with high economic value. This upcycling process significantly contributes to reducing the volume of residue sent to the final processing site, while creating income diversification for the local community. Theoretically, this integration proves that the synergy between human creativity and environmental governance is key to achieving green economic sustainability at the grassroots level. The implications of this research suggest the importance of strengthening design capacity and synchronizing local government policies to expand the scale of the economic and ecological impacts of this model.