Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Identity Conflict and Resistance in Novel Lingkar Tanah Lingkar Air by Ahmad Tohari Asia M.; Ridwan; Novita Galenta
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.8940

Abstract

This study aims to analyse Ahmad Tohari's novel Lingkar Tanah Lingkar Air through a postcolonial approach to reveal the representation of identity conflicts and resistance as a result of colonialism and neocolonialism. Using text analysis methods and the postcolonial theoretical framework of Edward Said, Homi K. Bhabha, and Gayatri Spivak, this study identifies how the characters in the novel deal with ideological, cultural, and political colonial pressures and develop complex forms of resistance, both physical, cultural, and spiritual. The results of the study show that the identity conflict in the novel is not merely a personal conflict but a reflection of the struggle between local heritage and colonial hegemony. Resistance is depicted as a collective process to reclaim power and cultural autonomy. The conclusion of this study affirms that the postcolonial approach not only enriches the interpretation of this novel but also opens up space for a deeper understanding of identity struggles and resistance strategies in the context of contemporary Indonesian literature.   Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari melalui pendekatan pascakolonial untuk mengungkap representasi konflik identitas dan perlawanan sebagai akibat kolonialisme dan neokolonialisme. Dengan menggunakan metode analisis teks dan kerangka teori pascakolonial Edward Said, Homi K. Bhabha, dan Gayatri Spivak, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana tokoh-tokoh dalam novel tersebut menghadapi tekanan-tekanan kolonial yang bersifat ideologis, kultural, dan politis serta mengembangkan bentuk-bentuk perlawanan yang kompleks, baik secara fisik, kultural, maupun spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik identitas dalam novel tersebut bukan sekadar konflik personal, melainkan refleksi dari pergulatan antara warisan lokal dan hegemoni kolonial. Perlawanan digambarkan sebagai proses kolektif untuk merebut kembali kekuasaan dan otonomi budaya. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pascakolonial tidak hanya memperkaya penafsiran novel ini, tetapi juga membuka ruang bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang pergulatan identitas dan strategi perlawanan dalam konteks sastra Indonesia kontemporer.
Eksploitasi dan Alienasi dalam Novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta Karya Mikhael N Naibaho: Marxisme Karl Marx Melodi Lungan; Ridwan
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 2 (2026): Asas: Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/27zfzw48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk eksploitasi dan alienasi dalam novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta karya Mikhael N. Naibaho dengan menggunakan perspektif Marxisme Karl Marx. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta, sedangkan data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang merepresentasikan praktik eksploitasi dan alienasi dalam kehidupan tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif, pencatatan, serta pengklasifikasian data yang relevan dengan fokus penelitian. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep-konsep utama dalam teori Marxisme, khususnya mengenai eksploitasi, alienasi, dominasi ideologis, serta relasi antara kekuasaan ekonomi dan kekuasaan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan realitas sosial masyarakat yang hidup dalam tekanan ekonomi, ketimpangan kelas, serta relasi kekuasaan yang tidak setara. Eksploitasi tercermin dalam sistem kerja dan mekanisme ekonomi yang menempatkan individu sebagai bagian dari sistem produksi tanpa memiliki kendali penuh atas tenaga maupun hasil kerjanya. Sementara itu, alienasi tampak melalui pengalaman keterasingan tokoh dari makna kerja, dari hasil usahanya, serta dari relasi sosial yang seharusnya memberikan rasa aman.
Hiperrealitas Jean Baudrillard dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Simulasi Pendidikan dan Realitas Sosial Nensilianti; Ridwan; Melindahsari Parsyam
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 2 (2026): Asas: Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/y93q7051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi hiperrealitas dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata dengan menggunakan teori hiperrealitas yang dikemukakan oleh Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks dalam novel yang menunjukkan adanya simulasi pendidikan, simulakra, serta representasi realitas sosial dalam narasi cerita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat terhadap novel Guru Aini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep simulasi, simulakra, dan hiperrealitas dalam teori Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Guru Aini merepresentasikan berbagai bentuk hiperrealitas dalam dunia pendidikan, seperti konstruksi mengenai murid ideal, sistem nilai sebagai simbol kecerdasan, serta pendidikan sebagai simbol mobilitas sosial dalam masyarakat. Realitas pendidikan yang ditampilkan dalam novel tidak hanya merefleksikan kondisi sosial yang sebenarnya, tetapi juga membangun berbagai representasi simbolik yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap makna pendidikan
PENERAPAN STRATEGI POLITENESS BROWN DAN LEVINSON DALAM KONFLIK CERPEN PERSIMPANGAN KARYA RADITYA DIKA Nensilianti Nensilianti; Ridwan; Nurhidayah Aprilia Nuna nk
ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomer 1 Februari 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v4i1.651

Abstract

This study explores the politeness methods described by Brown and Levinson (1987) in dealing with emotional conflict in the short story "Persimpangan" by Raditya Dika (2023). The main objective of this study is to analyze face-threatening acts (FTAs), positive face (the desire to empathize), negative face (freedom without interference), and various FTA strategies (direct, positive politeness, negative politeness, indirect) that emerge in the interaction between Indah and Ardi. The findings of this study reveal a sociolinguistic irony while methods of maintaining social face may be successful, they lead to the loss of the "face of happiness" over a longer period of time (Indah experiences severe trauma, while Ardi experiences freedom but is trapped in a state of sorrowful regret).
Representasi Budaya dan Identitas Masyarakat Bugis dalam Film Jodoh 3 Bujang: Analisis Teori Representasi Stuart Hall: Representation of Bugis Culture and Identity in the Film Jodoh 3 Bujang: An Analysis Using Stuart Hall’s Representation Theory Nensilianti; Ridwan; Elivia Tandiolah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan identitas masyarakat Bugis dalam film Jodoh 3 Bujang (2025) karya Arfan Sabran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Stuart Hall yang berfokus pada proses encoding dan decoding dalam membangun makna budaya. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, serta simbol budaya dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi patriarki direpresentasikan melalui dominasi figur ayah dalam pengambilan keputusan keluarga yang berkaitan dengan konsep siri sebagai tanggung jawab kolektif. Uang panai mengalami pergeseran makna menjadi instrumen stratifikasi sosial yang dipengaruhi oleh standar ekonomi modern. Selain itu, fenomena generasi sandwich memunculkan konflik antara kepatuhan terhadap nilai tradisional dan kebutuhan otonomi individu. Sebagai bentuk resolusi, filosofi maritim natoalia direpresentasikan sebagai upaya rekonstruksi identitas yang resilien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan dinamika perubahan nilai dalam masyarakat Bugis di era modern.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN: KAJIAN PRAGMATIK GRICE Nensilianti; Ridwan; Nurul Mutmainnah
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i2.5612

Abstract

This study is motivated by the limited research exploring implicit meanings in film dialogues from a pragmatic perspective. This study aims to describe conversational implicatures in the film Sore: Istri dari Masa Depan. The study employs a descriptive qualitative method with a pragmatic approach, using dialogue between characters containing implicit meanings as the data. Data were collected through observation and note-taking techniques by repeatedly watching the film and transcribing relevant dialogues. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal various forms of conversational implicatures, including metaphor, hyperbole, indirect warnings, criticism, emotional support, and commitment reinforcement. These implicatures arise due to deviations from cooperative principles in conversation. This study concludes that film dialogues contain complex implicit meanings and serve as a rich object for pragmatic analysis.
KEGAGALAN BAHASA SIMBOLIK DAN PEMBENTUKAN SUBJEKTIFITAS TERLUKA DALAM NOVEL PERANG KARYA RAMA WIRAWAN: KAJIAN PASCASTRUKTURALISME JULIA KRISTEVA Ridwan; Nensilianti; Aliyah Rusyaehda Adnan
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i2.5613

Abstract

This research begins with an attempt to understand how language is not always able to accommodate inner experiences, particularly in traumatic situations such as war. The focus of this study is to examine how the failure of symbolic language simultaneously shapes wounded subjectivity in Rama Wirawan's novel, Perang. Utilizing Julia Kristeva's poststructuralist perspective, the analysis focuses on the relationship between the symbolic and semiotic dimensions, the concept of abjection, and the notion of the subject in process. This research uses a qualitative descriptive method. The results indicate that the experience of war trauma causes symbolic language to lose its representational power; what the characters experience can no longer be fully expressed through structured language. In this situation, a semiotic overflow emerges in the form of emotions, rhythms, and expressions that feel linguistically "unfinished." As a result, the characters experience not only inner conflict but also alienation from themselves, which then forms a wounded subjectivity an incomplete identity that continually confronts traumatic memories. Through these findings, this research is expected to contribute to the study of literary psycholinguistics, particularly in understanding the complex relationship between language, trauma, and the formation of subjectivity.
Cacat Logika dalam Dialog dan Narasi Tokoh pada Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna: Kajian Teori Copi dan Cohen Nensilianti Nensilianti; Ridwan; Nur Azkiah Hady Putri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of logical fallacies found in the dialogues and narrative statements of the characters in Brian Khrisna’s novel Sisi Tergelap Surga. This research employs a qualitative, descriptive approach. The data consist of excerpts of dialogues and narrative passages that contain reasoning errors in the novel. The data were collected through reading and note-taking techniques, and the analysis was conducted by identifying, classifying, and interpreting the types of logical fallacies based on the theory proposed by Copi and Cohen in Introduction to Logic. The results show that the characters’ dialogue and narratives contain several logical fallacies, including ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, and hasty generalization. These fallacies appear in various conversational contexts related to domestic conflicts, economic pressures, and the social stigma the characters experience. The use of illogical arguments indicates that the characters’ reasoning is often influenced by emotions, personal experiences, and the social conditions surrounding them. Therefore, analyzing logical fallacies in literary works not only reveals errors in reasoning within character speech but also provides insight into the social and psychological realities that shape the characters’ behavior in the narrative. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk cacat logika yang terdapat dalam dialog dan narasi tokoh pada novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi tokoh yang mengandung kesalahan penalaran dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta menafsirkan bentuk cacat logika berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Copi dan Cohen dalam Introduction to Logic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dan narasi tokoh dalam novel tersebut mengandung beberapa bentuk cacat logika, antara lain ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, dan hasty generalization. Cacat logika tersebut muncul dalam berbagai konteks percakapan tokoh yang berkaitan dengan konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, serta stigma sosial yang dialami tokoh-tokoh tersebut. Penggunaan argumen yang tidak logis tersebut menunjukkan bahwa cara berpikir tokoh sering dipengaruhi oleh emosi, pengalaman hidup, serta kondisi sosial yang dihadapi. Dengan demikian, analisis cacat logika dalam karya sastra tidak hanya membantu memahami kesalahan penalaran dalam bahasa tokoh, tetapi juga memberikan gambaran mengenai realitas sosial dan psikologis yang melatarbelakangi perilaku tokoh dalam cerita. Kata kunci: analisis wacana, cacat logika, Copi dan Cohen, dialog tokoh, novel.