Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empty Nest Syndrome pada Dewasa Madya Ditinjau dari Kecerdasan Spiritual Goval Mahendra; Ruaidah Ruaidah; Mai Tiza Husna
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v14i2.7079

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada dewasa madya yang menunjukkan gejala empty nest syndrome. Gejala ini muncul ketika anak tidak tinggal lagi dengan orang tua atau pergi merantau. Hal ini dapat menimbulkan gejala-gejala seperti kesepian kehilangan dan kekosongan. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu kemampuan atau cara dalam mengatasi dan mencegah perilaku tersebut diantaranya yaitu dengan meningkatkan kecerdasan spiritual pada dewasa madya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat kecerdasan spiritual dengan gejala empty nest syndrome. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 110 dewasa madya di Lubuk Sarik Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan dua skala yaitu skala psikologi dengan menggunakan model empat pilihan jawaban. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur yaitu skala kecerdasan spiritual dan gejala empty nest syndrome. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan gejala empty nest syndrome. Data ini mengacu pada nilai signifikansi sebesar 0.227>0.05 sehingga hipotesis penelitian ditolak.
Pragmatic Communication Challenges in Children with Developmental Language Disorder: A Clinical-Pragmatic Case Study Astri Widyaruli Anggraeni; Ruaidah Ruaidah; Fitri Amilia; Agus Milu Susetyo
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.15.1.2025.132-157

Abstract

Developmental Language Disorder (DLD) is a prevalent yet underrecognized neurodevelopmental condition that affects children's expressive and receptive language skills. This study explores pragmatic communication difficulties in children with DLD using a clinical-pragmatic framework to inform assessment and intervention. A qualitative case study was conducted with three children aged 6 to 8 years diagnosed with DLD. Data were gathered through naturalistic observations, semi-structured interviews with caregivers and therapists, and video recordings of classroom and playtime interactions. Analysis followed Cummings’ clinical pragmatics model, focusing on speech acts, turn-taking, topic coherence, contextual relevance, and responses to indirect communication. Findings indicate a dominance of directive speech acts, reduced narrative coherence, delayed turn-taking, and limited understanding of indirect speech. Children frequently relied on nonverbal cues such as gestures and prosody to support meaning. The study highlights the need for multimodal interventions that integrate structural language development with pragmatic training. These findings offer implications for clinicians, educators, and researchers in designing ecologically valid, socially responsive interventions for children with DLD.