Fahira Ramadhani Saragih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stratifikasi Sosial Masyarakat Nelayan Di Desa Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan AISA MAHARANI HASIBUAN; Annisa Riandini; Banafsyah Shafa; Hafizza Salsabila Tarigan; Maulidya Permata; Muhammad Reza Fahlevi; Regita Cahyani; Tri Rahma Sintia; Sri Rezky Gantina; Tia Munika; Delfriana Ayu; Fahira Ramadhani Saragih
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 17 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8278199

Abstract

Stratifikasi sosial adalah sistem pembedaan individu atau kelompok dalam masyarakat, yang menempatkannya pada kelas-kelas sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan dengan lapisan lainnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui stratifikiasi sosial yang ada di Desa Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, melalui wawancara untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Hasil Penelitian ini adalah masyarakat di Desa Bagan Deli Kecamatan Medan belawan seluruhnya mengaku tidak terdapat adanya stratifikasi sosial yang mendiskriminasi satu sama lain antar masyarakat, tetapi sebagian responden mengaku adanya perbedaan dalam bentuk penghasilan dimana yang memiliki kapal memiliki penghasilan lebih besar daripada buruh nelayan, namun hal tersebut tidak terlalu menjadi permasalahan yang dapat menyebabnya perpecahan antar sesama baik itu antara juragan, pemilik kapal, maupun buruh nelayan biasa. Perbedaan penghasilan tidak dijadikan suatu patokan kebanggaan atau kesombongan antara penghasilan tinggi dan penghasilan menengah. Di Desa Bagan Deli tersebut mereka memperlakukan sama rata atau tidak ada diskriminasi stratifikasi dalam hal bersosialisasi antara juragan, pemilik kapal dan buruh nelayan biasa. Kesimpulan penelitian ini adalah di Desa Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan tidak terdapat stratifikasi sosial dikarenakan seluruh penduduk di desa tersebut bersosialisasi tanpa memandang adanya perbedaan baik itu dalam pendidikan, kekayaan, kekuasaan dan kehormatan.
Hubungan Safety Talk Dan Pengawasan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT. PLN UP3 Medan Fahira Ramadhani Saragih; Fatma Indriani; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1331

Abstract

Sebanyak 79% kecelakaan kerja di PLN, dari kejadian tersebut 25,5% disebabkan oleh ketidakpatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan Safety talk dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja PDKB di PT. PLN (Persero) UP3 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai PDKB (Pekerja dalam keadaan bertegangan) sebanyak 30 orang, penentuan sampel penelitian ini melalui teknik total sampling, sehingga diperoleh 30 responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% pekerja belum menerapkan Safety talk secara optimal, dan 66,7% berada dalam kategori pengawasan rendah. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD juga masih tergolong rendah, yakni hanya 36,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan Safety talk (p = 0,001) dan pengawasan (p = 0,002) dengan kepatuhan penggunaan APD. Sehingga diperoleh hasil bahwa efektivitas Safety talk dan rendahnya tingkat pengawasan berkontribusi pada rendahnya kepatuhan pekerja. Oleh karena itu, pelaksanaan Safety talk yang konsisten dan pengawasan yang aktif sangat diperlukan guna meningkatkan keselamatan kerja pada pekerja PDKB.