Sebanyak 79% kecelakaan kerja di PLN, dari kejadian tersebut 25,5% disebabkan oleh ketidakpatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan Safety talk dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja PDKB di PT. PLN (Persero) UP3 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai PDKB (Pekerja dalam keadaan bertegangan) sebanyak 30 orang, penentuan sampel penelitian ini melalui teknik total sampling, sehingga diperoleh 30 responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% pekerja belum menerapkan Safety talk secara optimal, dan 66,7% berada dalam kategori pengawasan rendah. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD juga masih tergolong rendah, yakni hanya 36,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan Safety talk (p = 0,001) dan pengawasan (p = 0,002) dengan kepatuhan penggunaan APD. Sehingga diperoleh hasil bahwa efektivitas Safety talk dan rendahnya tingkat pengawasan berkontribusi pada rendahnya kepatuhan pekerja. Oleh karena itu, pelaksanaan Safety talk yang konsisten dan pengawasan yang aktif sangat diperlukan guna meningkatkan keselamatan kerja pada pekerja PDKB.