Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pesantren dan peran mereka dalam pembentukan calon ulama yang mampu berwirausaha. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menyelidiki masalah dalam penelitian ini. Informasi yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis melalui Pengumpulan Informasi (informasi Pengumpulan), Reduksi Informasi (informasi Reduksi), Penyajian Informasi (informasi Penyajian), dan Penarikan Kesimpulan. Semua proses ini memastikan bahwa informasi tersebut akurat, sehingga penulis menggunakan triangulasi untuk menguji validitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan Pondok Pesantren Khoirul Fataa Bandung telah mencoba menerapkan fungsi-fungsi manajemen untuk membina calon ulama dan meningkatkan kewirausahaan agrobisnis. Namun, pelaksanaan fungsi manajemen tersebut belum optimal, seperti perencanaan yang belum dicoba secara sistematis, pengorganisasian yang sudah tepat sasaran, penggerakan yang sudah optimal serta pengawasan yang sudah dicoba secara terprogram dan berkesinambungan