Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Edukasi Pengolahan Sampah Melalui Kegiatan Kunjungan Sosial Pada Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Sari Dewi; Febrianty Forrensa; Vanessa Babyliany; Wirandry Baja Cahaya; Encik Mohammad Habib Tara; Sona Sembiring; Elva Elva; Jesslyn Jesslyn; Angelin Angelin; Vinelya Tan; Stevani Stevani; Steven Aditya Leonardi; Ricky Jong; Nabilla Putri Adinda; Alysia Callista Marco; Toni Toni; Anindya Putri Keisha Salsabilla; Johanes Hottua Sidabutar
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 5 No 1 (2023): The 5th National Conference for Community Service Project 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v5i1.8261

Abstract

Sampah menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai yayasan yang didirikan untuk mendukung pendidikan anak negeri dan sebagai wadah keislaman, Panti Asuhan Nahdlatul Wathan menjadi wadah untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang baik. Sehingga, dilakukan kunjungan sosial yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada anak-anak Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Yayasan Ashabul Yamin, yang terletak di Tanjung Riau, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hasil kunjungan menunjukkan bahwa anak-anak Panti Asuhan telah meningkatkan kesadaran lingkungan dan memahami cara mengolah sampah dengan baik dan benar, serta mampu mempraktekkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Panti Asuhan dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan lebih baik.
Pengelolaan Perdagangan Pakaian Bekas: Studi antara Indonesia dan Thailand untuk Menghentikan Penyelundupan Pakaian Bekas Vanessa Babyliany; Ninne Zahara Silviani; Windi Afdal
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 10 No. 1 (2026): Legal Standing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v10i1.12987

Abstract

This study discusses legal issues surrounding the management of secondhand clothing trade (thrifting) in the context of preventing smuggling through a comparative study between Indonesia and Thailand. The main issues examined are the differences in regulatory approaches between the two countries and their implications for the effectiveness of law enforcement and consumer protection. The research method used is normative juridical with a legislative approach and a comparative law approach, analyzing national regulations and international legal instruments, including the Basel Convention (1989). The results show that Indonesia implements a restrictive policy on the import of used clothing, but faces obstacles in terms of supervision and the legal culture of society, so that smuggling practices still continue. In contrast, Thailand implements a more adaptive licensing and hygiene supervision mechanism, thereby creating harmony between the legal structure, legal substance, and legal culture. Normatively, this study concludes that the management of the used clothing trade requires a balance between legal certainty and effective supervision, as well as a regulatory approach that is in line with the principles of sustainability and the circular economy.