Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Literasi Guna Meningkatkan Kompetensi, Tulis Dan Hitung Siswa Di SDN 066045 Medan Helvetia Zuhri Fitransyah Hasibuan; Gusti Pirandy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/jurnalpengabdianmasyarakatdaninovasi.v3i2.1147

Abstract

Field Work Practicum (PKL) is one of the courses that must be completed by students of USU's Social Welfare Study program under the guidance of trained and qualified supervisors. PKL 1 works closely with the MBKM Teaching Campus Partners-USU activities which require students to go directly to schools that are USU-Partners. The role of the teaching campus is very helpful for teachers in terms of literacy and numeracy to improve students' reading, writing and numeracy competencies at UPT SDN 066045 Medan Helvetia. During the implementation of the teaching campus program there were several problems, namely learning seemed monotonous, rigid and dominated by teachers who did not apply a variety of learning systems. Thus, learning breakthroughs are needed that are able to make students active in reading, writing and even counting. This teaching campus program does not only aim at increasing literacy and numeracy, but this program also aims to help improve the quality of schools in terms of learning, administration, and technology. This assistance is expected to be able to improve the quality of student learning so as to create a safe and comfortable learning environment for students to study. This practicum uses the CaseWork method proposed by Zastrow, as follows: Intake and contract, Assessment, Planning, Intervention, Evaluation, Termination. The results of this practicum activity aim that the children at SDN 066045 Medan Helvetia can understand learning well
Persepsi Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Keberadaan Pemulung di Sekitar Kampus Zuhri Fitransyah Hasibuan; Erni Asneli Asbi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1019

Abstract

Fenomena keberadaan pemulung dalam ruang publik perkotaan kerap memunculkan respons yang beragam karena aktivitas mereka bersinggungan dengan isu kebersihan, keamanan dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Hal serupa juga tampak di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dimana interaksi antara civitas akademika dan pemulung berlangsung hampir setiap hari dan membentuk kontruksi makna tertentu mengenai kelompok pekerja sektor informal tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi civitas akademika FISIP USU terhadap keberadaan pemulung disekitar kampus serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Dengan metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 10 informan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan dan pemulung yang aktif bekerja di area sekitar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi civitas akademika FISIP USU terbagi menjadi persepsi negatif yang dipengaruhi kekhawatiran mengenai kebersihan, estetika lingkungan, ketertiban dan adanya potensi gangguan keamanan dan persepsi positif yang didorong oleh kesadaran ekologis dan nilai kemanusiaan yang melihat pemulung sebagai pihak yang membantu mengurangi sampah serta mendukung proses daur ulang. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa persepsi terbentuk karena faktor internal seperti pengalaman pribadi civitas akademika, nilai moral dan empati, serta kondisi emosional, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan fisik kampus, norma atau budaya kampus, adanya streotipe sosial, serta pola interaksi sehari-hari antara civitas akademika dan pemulung. Penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan pemulung tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, melainkan cerminan relasi sosial antara komunitas akademik dan kelompok pekerja informal. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan sistem pengelolaan sampah, peningkatan edukasi lingkungan, penguatan regulasi area publik kampus, serta pendekatan humanis yang tetap mempertimbangkan ketertiban dan keamanan.