Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Persepsi Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Keberadaan Pemulung di Sekitar Kampus

Zuhri Fitransyah Hasibuan (Universitas Sumatera Utara)
Erni Asneli Asbi (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2026

Abstract

Fenomena keberadaan pemulung dalam ruang publik perkotaan kerap memunculkan respons yang beragam karena aktivitas mereka bersinggungan dengan isu kebersihan, keamanan dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Hal serupa juga tampak di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dimana interaksi antara civitas akademika dan pemulung berlangsung hampir setiap hari dan membentuk kontruksi makna tertentu mengenai kelompok pekerja sektor informal tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi civitas akademika FISIP USU terhadap keberadaan pemulung disekitar kampus serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Dengan metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 10 informan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan dan pemulung yang aktif bekerja di area sekitar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi civitas akademika FISIP USU terbagi menjadi persepsi negatif yang dipengaruhi kekhawatiran mengenai kebersihan, estetika lingkungan, ketertiban dan adanya potensi gangguan keamanan dan persepsi positif yang didorong oleh kesadaran ekologis dan nilai kemanusiaan yang melihat pemulung sebagai pihak yang membantu mengurangi sampah serta mendukung proses daur ulang. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa persepsi terbentuk karena faktor internal seperti pengalaman pribadi civitas akademika, nilai moral dan empati, serta kondisi emosional, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan fisik kampus, norma atau budaya kampus, adanya streotipe sosial, serta pola interaksi sehari-hari antara civitas akademika dan pemulung. Penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan pemulung tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, melainkan cerminan relasi sosial antara komunitas akademik dan kelompok pekerja informal. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan sistem pengelolaan sampah, peningkatan edukasi lingkungan, penguatan regulasi area publik kampus, serta pendekatan humanis yang tetap mempertimbangkan ketertiban dan keamanan.

Copyrights © 2026