Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Mengatasi Perilaku Bullying Pada Anak Melalui Edukasi Dengan Metode Intervensi Level Mikro (Casework) Eldinda Faridzi Rachmayani Sinulingga; Erni Asneli Asbi
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.87 KB) | DOI: 10.55123/abdisoshum.v1i1.504

Abstract

Nowdays, social life consists of several phases and levels. As time goes by, individuals begin to interact with their peers because humans keeps growing and developing. Basicly, shifting the unfavorable behavior in teenagers is very difficult, especially when the efforts made to overcome it are not optimal. This can result in teenagers starting to show pathological symptoms, such as juvenile deliquency, motorcycle gangs, brawls between schools, and other bad behaviors, one of which is bullying. bullying acts also occurs in children from the Al Jamiyatul Washliyah Orphanage in Pulo Brayan Medan. Therefore, the purpose of this field Work Practice (Praktik Kerja Lapangan) is to provide assistance to bullying perpetrators, which is implemented in the ‘mini project’ activity using the general casework method, namely Engagement Intake Contract, Asessessment, Planning, Intervention, Evaluation, and Termination. In the process of providing assistance to clients to make them aware of the harm that bullying impacted. The results found on this program have been achieved, since the client is much better in terms of behavioral acts. This program is also beneficial for not only clients, but also for other children.
Meningkatkan Kepedulian Anak Terhadap Lingkungan Sejak Dini pada Panti Asuhan Karya Betzy Indonesia Nicolas Septian Siahaan; Erni Asneli Asbi
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v2i1.1455

Abstract

A clean and healthy environment is an environment free of various impurities, including dust, garbage and odors. The process of disease transmission is caused by microbes, a clean and healthy environment also means that it must be free from viruses, pathogenic bacteria and various disease sectors. Many human activities have a negative impact on environmental quality, for example poor management of waste and waste, increased use of materials that cannot be degraded by nature. Low public awareness of environmental hygiene and health also affects and exacerbates environmental conditions. There are still many people who throw garbage in rivers or ditches which can cause rivers to overflow and floods. Seeing this case, the practitioner took the initiative to provide material and practice with the aim of increasing children's awareness of the environment from an early age. Through this Field Work Practice, the practitioner aims to make the orphans more sensitive and pay more attention to their surroundings. In this Field Work Practice 2 the focus is on groups, with the aim that a group experiences a change for the better.
Menumbuhkan Minat Belajar Bahasa Inggris Anak Lewat Pelaksanaan PKL 2 di LKSA Anak Gembira Debora Manalu; Erni Asneli Asbi
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v2i2.1382

Abstract

This paper aims to find out the activities of implementing Field Work Practices carried out by Practitioners at LKSA Anak Gembira. Field Work Practice is one of the activities undertaken by final students in fulfilling assignments and practice during lectures. At this PKL, the practitioner will apply the PKL model in groups or it can be said that it is an effort to empower a group in overcoming their problems. The target to be achieved in this street vendor activity is to solve children's problems related to the lack of interest and interest in children in learning English, which often causes difficulties in following English lessons both at school and elsewhere. In addition, it was also reported that economic factors also contributed to the emergence of this problem, this is related to the high costs that will be incurred when choosing one type of English development tutoring. For this reason, in this street vendor activity, the practitioner also contributes to children by helping them overcome problems and come up with solutions and efforts to empower children. In this paper, we will describe some of the steps taken by a Social Worker in dealing with client problems and will obtain appropriate solutions and efforts to solve client problems.
PENERAPAN PEMAHAMAN RESILIENSI PADA RESIDEN NARKOBA DI MEDAN PLUS STAKOETOE SERENITY Rona Rokania; Erni Asneli Asbi
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1542

Abstract

Permasalahan narkoba di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, memakan korban dari berbagai kelompok usia dan gender. Tulisan ini menggambarkan peningkatan angka penyalahgunaan narkoba berdasarkan Indonesia Drug Report 2022 dan menyoroti kesulitan dalam pemulihan pecandu narkoba, termasuk risiko relapse dan tantangan intrapersonal serta interpersonal yang dihadapi mantan pecandu. Resiliensi menjadi kunci penting dalam pemulihan, memberikan kemampuan untuk bertahan dalam situasi sulit. Medan Plus Stakoetoe Serenity menggunakan pendekatan Therapeutic Community dan program 12 langkah untuk pemulihan, fokus pada pembangunan resiliensi dan penyesuaian diri. Metode Family Casework digunakan dalam intervensi, melibatkan tahapan Engagement, Assessment, Planning, Intervensi, Evaluasi, dan Terminasi. Hasil sosialisasi peningkatan resiliensi pada residivis narkoba di Yayasan Medan Plus mencakup peningkatan kesadaran, keterlibatan sosial, pengetahuan, motivasi, kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, dan pengurangan tingkat kekambuhan. Kesimpulannya, upaya pemulihan narkoba harus memperhatikan aspek psikososial dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan mendukung pemulihan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di masa depan.
Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat dengan Metode Groupwork untuk Warga di Parbaba Samosir Rensina Griselda; Erni Asneli Asbi; Fajar Utama Ritonga
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i1.501

Abstract

. Implementing a clean and healthy lifestyle in the household is certainly needed to keep family members healthy. Government agencies such as the Health Service and also the Social and Empowerment Service continue to promote the PHBS program to Indonesian citizens. Good cooperation must be implemented in each household. By implementing a clean and healthy lifestyle, it can become a new habit for the residents of Parbaba Samosir. This activity was carried out as one of the mini projects of the Field Work Practice 2 activity which was carried out at the Samosir Social Empowerment Service. This activity was carried out for residents around Parbaba. This Field Work Practice activity was carried out for approximately 3 months. The method used in this research is the Groupwork method with general stages (1) Preparation, (2) Assessment, (3) Alternative Program Planning, (4) Action Plan Performance, (5) Program Implementation, (6) Evaluation and Results of Changes and (7) Termination.
Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Minyak Karo untuk Pengobatan Tradisional Patah Tulang di Medan Selayang: Penelitian Maria Luciana Br Sinuhaji; Erni Asneli Asbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6357

Abstract

Penelitian ini berjudul tentang “Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Minyak Karo Untuk Pengobatan Patah Tulang Di Medan Selayang”. Perkembangan praktik pengobatan medis modern untuk pengobatan patah tulang selalu diiringi dengan perkembangan praktik pengobatan tradisional. Hal tersebut ditunjukkan dengan pengobatan tradisional yang tetap hidup dan menjadi model pengobatan alternative dalam masyarakat. Pemanfaatan minyak karo umumnya digunakan dalam pengobatan harian untuk seperti masuk angin, dikarenakan minyak karo tidak memiliki kandungan kimia dan efek samping maka aman digunakan sehari-hari. Pengobatan tradisional patah tulang menjadi pilihan masyarakat karena alasan seperti lebih murah dan demografi tempat tinggal jauh dari sarana kesehatan dan pengalaman orang terdekat yang mempengaruhi keputusan memilih pengobatan tradisional. Penelitian ini menemukan hasil Masyarakat Medan Selayang memiliki persepsi positif terhadap pengobatan tradisional menggunakan Minyak Karo ditunjukkan dengan tingginya kepercayaan terhadap efektivitas pengobatan tersebut, terutama dalam menangani patah tulang, keseleo, dan nyeri otot. Persepsi ini terbentuk dari pengalaman langsung, warisan budaya, serta lingkungan sosial yang mendukung praktik pengobatan tradisional.
Rehabilitasi Berbasis Komunitas dalam Penanganan Difabel: Studi Kasus Penanganan Difabel di Yayasan Khadijah Sharaswaty Indonesia di Kota Medan: Penelitian Joice Margaretha Zebua; Erni Asneli Asbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6457

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 1,3 miliar orang atau 16% dari populasi dunia yang hidup dengan disabilitas signifikan. Di Indonesia, jumlah penyandang disabilitas mencapai 22,97 juta jiwa atau 8,5% dari total penduduk, sementara di Sumatera Utara tercatat sebanyak 22.622 orang. Fakta ini menunjukkan perlunya strategi yang efektif dalam menangani isu disabilitas secara holistik. Rehabilitasi Berbasis Komunitas (CBR) merupakan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas secara melalui pemberdayaan komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSI telah mengimplementasikan lima komponen utama CBR, yaitu kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan pemberdayaan dengan berkolaborasi dengan berbagai mitra ataupun lembaga terkait. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti kurangnya tenaga profesional, pendanaan, dan sistem evaluasi yang terstruktur, serta stigma yang masih ada di masyarakat.
Persepsi Mahasiswa Tentang Pengetahuan Kankerpayudara dan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) di Univesitas Sumatera Utara: Penelitian Monica Mutiara; Erni Asneli Asbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7071

Abstract

Kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia karena tingginya angka kejadian dan rendahnya tingkat deteksi dini. Hasil observasi dan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Sumatera Utara memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kanker payudara dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai pengetahuan kanker payudara dan praktik SADARI guna meningkatkan kesadaran terhadap deteksi dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi untuk mengkaji pengetahuan, pengalaman, dan perilaku mahasiswa terkait kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa hanya memiliki pengetahuan dasar mengenai kanker payudara, sementara praktik SADARI masih belum konsisten. Praktik tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat dan motivasi, serta faktor eksternal, termasuk dukungan lingkungan dan norma sosial. Intervensi edukatif melalui workshop, Focus Group Discussion (FGD), dan komunitas SAPKANDARA terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi, sekaligus memperkuat norma sosial yang mendukung. Upaya ini mendorong pelaksanaan SADARI secara rutin dan berkontribusi pada pencegahan kanker payudara yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Dampak Pengimplementasian Program Pembelajaran Langsung di Lingkungan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Sarah Maulina Octavia Malau; Erni Asneli Asbi
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i3.470

Abstract

Panti asuhan (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, LKSA) adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak telantar, memberikan pelayanan pengganti fisik, mental, dan sosial pada anak asuh, sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif di dalam bidang pembangunan nasional.pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar . Tulisan ini adalah hasil dari hasil Praktik Kerja Lapangan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Asuhan Roemah Berkat Tangan Kasih. Program ini dilakukan ditujukan pada anak Sekolah Dasar yang ada di Panti Asuhan tersebut. Metode intervensi mikro yang diterapkan pada remaja dan anggota keluarga, melalui interviu individual dan interviu bersama dalam suatu proses pemecahan masalah dengan langkah-langkah seperti yang telah disebutkan di atas, dapat membantu klien untuk mengungkapkan perasaannya, memahami masalah personal maupun masalah keluarga yang dialami dan keterkaitannya dengan penyalahgunaan obat juga untuk memperbaiki relasi klien dengan anggota keluarga serta melibatkan sistem klien klien dan keluarga dalam mempertimbangkan alternatif-alternatif yang dapat ditempuh untuk kelanjutan pembinaan klien. Dengan adanya intervensi makro oleh pekerja sosial diharapkan masyarakat mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri sehingga tidak bergantung pada pemerintah.
Persepsi Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Keberadaan Pemulung di Sekitar Kampus Zuhri Fitransyah Hasibuan; Erni Asneli Asbi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1019

Abstract

Fenomena keberadaan pemulung dalam ruang publik perkotaan kerap memunculkan respons yang beragam karena aktivitas mereka bersinggungan dengan isu kebersihan, keamanan dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Hal serupa juga tampak di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dimana interaksi antara civitas akademika dan pemulung berlangsung hampir setiap hari dan membentuk kontruksi makna tertentu mengenai kelompok pekerja sektor informal tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi civitas akademika FISIP USU terhadap keberadaan pemulung disekitar kampus serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Dengan metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 10 informan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan dan pemulung yang aktif bekerja di area sekitar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi civitas akademika FISIP USU terbagi menjadi persepsi negatif yang dipengaruhi kekhawatiran mengenai kebersihan, estetika lingkungan, ketertiban dan adanya potensi gangguan keamanan dan persepsi positif yang didorong oleh kesadaran ekologis dan nilai kemanusiaan yang melihat pemulung sebagai pihak yang membantu mengurangi sampah serta mendukung proses daur ulang. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa persepsi terbentuk karena faktor internal seperti pengalaman pribadi civitas akademika, nilai moral dan empati, serta kondisi emosional, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan fisik kampus, norma atau budaya kampus, adanya streotipe sosial, serta pola interaksi sehari-hari antara civitas akademika dan pemulung. Penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan pemulung tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, melainkan cerminan relasi sosial antara komunitas akademik dan kelompok pekerja informal. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan sistem pengelolaan sampah, peningkatan edukasi lingkungan, penguatan regulasi area publik kampus, serta pendekatan humanis yang tetap mempertimbangkan ketertiban dan keamanan.