Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan dan Literasi Keuangan sebagai Pemberdayaan Identitas Perempuan Komunitas Vibrant Women Regina Deti; Ramayani Yusuf
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i3.1682

Abstract

Pemberdayaan perempuan mengacu pada memberikan perempuan kontrol atas kehidupan mereka sendiri termasuk ekonomi, sosial, dan politik. literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, naik dari 38% tahun 2019, dan indeks inklusi keuangan sebesar 85% . Komunitas Vibrant Women memiliki agenda rutin dalam mengadakan kegiatannya, untuk kegiatan memperingati hari Ibu kegiatan bekerja sama dengan Srikandi Pelni memberikan pemberdayaan perempuan dengan memberikan literasi keuangan kepada anggotanya dan peserta umum. Penyelenggaraan talkshow : 1.talkshow dipandu oleh ahli keuangan atau profesional yang memiliki pengalaman dalam bidang tersebut dalam hal ini . 2. Pemberian Materi Edukasi: 3. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab: 4. Pelatihan Keterampilan Praktis:Kegiatan Pemberdayaan Perempuan dan Literasi Keuangan sebagai upaya penguatan pada Komunitas Vibrant Women dan peserta umum lainnya memberikan wawasan baru. Dengan kegiatan ini , diharapkan perempuan anggota komunitas Vibrant Women maupun peserta umum lainnya dapat wawasan baru mengenai literasi keuangan.
Program Webinar Financial Life Skills “Menabung Sejak MudaYokk!!” untuk Remaja di Jawa Barat Regina Deti; Ramayani Yusuf; Nina Septina; Lilian Danil; Triyana Iskandarsyah; Vera Intanie; Inge Barlian
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1852

Abstract

Indonesia memiliki literasi keuangan yang tergolong rendah , hal ini berdasarkan pada survei terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilakukan pada tahun 2022. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membekali remaja rentang usia 10 – 19 tahun sehingga menguasai pemahaman yang memadai mengenai keterampilan hidup berbasis keuangan (financial life skill) yang akan berguna bagi para pelajar SMP hingga mahasiswa yang berada di rentang usia di dunia kerja yang akan dimasukan dalam waktu dekat setelah lulus sekolah. Pelatihan ini menggunakan zoom berbentuk webinar untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya literasi keuangan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 700 orang melalui zoom dan 2.600 melalui youtube channel. Pelatihan ini memberikan dampak yang positif dengan semakin meningkatnya pengetahuan tentang literasi keuangan dan pentingnya menabung sejak usia dini.
Analisis Perbandingan Kepemimpinan Partisipatif dengan Kepemimpinan Direktif dalam Organisasi Leana Angelina; Maria Merry Marianti; Regina Deti
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 5 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i5.7228

Abstract

This research aims to analyze the comparison between participative and directive leadership in organizations, identifying the advantages, disadvantages, and appropriate situations for their implementation. The research method used is descriptive with a qualitative approach through a literature study, focusing on relevant articles published between 2020 and 2024. The results show that participative leadership increases work motivation, employee satisfaction, and encourages creativity, but may face challenges in making quick decisions and handling disagreements. In contrast, directive leadership is more effective in crisis situations and structured environments, but it may decrease long-term motivation if applied continuously. The conclusion of this study indicates that both leadership styles have their respective advantages and disadvantages, which should be adapted to the situation and team characteristics. Organizations are advised to implement a flexible leadership style based on existing conditions to achieve organizational goals effectively.