Ratna Agil Apriani
Universitas Islam Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Efisiensi Mesin Penggiling di PT Madu Baru Angga Kurniawan; Demas Emirbuwono Basuki; Ratna Agil Apriani; Baiq Putri Rizka Aulia; Rifky Nurul Mukarim
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7057

Abstract

PT. Madu Baru diketahui memiliki permasalahan yang terjadi yaitu seringnya terjadi breakdown terhadap mesin penggiling yang merupakan mesin dari awal proses produksi sehingga produktivitas mesin tidak tercapai. Permasalahan yang terjadi pada mesin salah satunya yaitu six big losses. Six big losses merupakan penyebab peralatan produksi tidak beroperasi dengan normal yang dapat ditentukan dengan menghitung OEE (Overall Equipment Effectiveness) terlebih dahulu. Dalam six big losses terdapat 6 permasalahan seperti breakdown losses, set-up adjustment, idle and minor stoppages losses, reduces speed losses, quality defect and rework dan reduces yield. Berdasarkan Hasil perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin giling PT. Madu Baru selama periode bulan Juni 2020 hingga Oktober 2021 didapatkan hasil rata-rata dari Availability Ratio sebesar 89,49% yang masih belum memenuhi nilai standar yang telah ditetapkan yaitu 90%. Oleh karena itu diberikan solusi yaitu Sebaiknya dilakukannya prosedur maintenance, serta perusahaan tetap memperhatikan kondisi mesin, dan melakukan pemecahan jam istirahat.
Perencanaan Produksi Menggunakan Metode Forecasting dan Master Production Schedule Untuk Penjadwalan Produksi pada Produk Brake Drum Rear Demas Emirbuwono Basuki; Zikra Zizo Alfieta; Ratna Agil Apriani; Dwi Handayani
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7058

Abstract

Dengan perkembangan serta kemajuan teknologi, berbagai industri melakukan banyak ekspansi ke berbagai negara atau wilayah-wilayah domestik di Indonesia. PT. Bakrie Autoparts adalah sebuah perusahaan yang menghasilkan berbagai macam komponen kendaraan pengangkut. Produk utama yang dihasilkan PT. Bakrie Autoparts salah satunya adalah BT. 1883 atau Brake Drum Rear. Permintaan Brake Drum Rear selama PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mengalami peningkatan dan PT. Bakrie Autoparts merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi Brake Drum Rear paling banyak yaitu sebesar 42% dari produksi Brake Drum Rear nasional. Hal tersebut menjadi perhatian utama untuk memenuhi tercapainya kebutuhan Brake Drum Rear yang merata. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode peramalan dan jadwal induk produksi untuk menganalisis penjadwalan produksi selama enam bulan mulai dari bulan Februari sampai Juli 2022. Dari hasil peramalan diketahui bahwa metode terbaik yaitu Linear Regression dengan nilai MAPE sebesar 28%. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan jadwal induk produksi dapat dianalisis penjadwalan produksi serta jumlah unit Brake Drum Rear pada PT. Bakrie Autoparts pada enam bulan kedepan.
Penerapan Lean Six Sigma Untuk Peningkatan Kualitas Produk Glove Pada Area Produksi Line 18 Di PT. SGI Ratna Agil Apriani; Rizky Miftahul Jannah; Demas Emirbuwono Basuki; Dwi Handayani
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.8177

Abstract

PT. SGI merupakan salah satu perusahaan manufaktur sarung tangan di Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi terdapat pemborosan yang terjadi pada area produksi, sehingga perlu dilakukan identifikasi waste menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pada pengolahan data dengan AHP diketahui waste kritis adalah Defect dengan pembobotan sebesar 29%. Oleh karena itu digunakan Lean Six Sigma untuk meminimasi permasalahan yang terjadi. Dapat diketahui bahwa kecacatan dominan terjadi pada area line 18 dengan jenis defect jahitan jebol dengan Level Sigma yaitu level 3,76, dengan hasil tersebut diketahui belum memenuhi standarisasi pihak buyer yang berasal dari negara International yaitu Czechia. Berdasarkan identifikasi faktor yang menjadi penyebab tertinggi adalah pada faktor People dengan kegagalan kurangnya ketelitian kinerja operator dengan RPN tertinggi berdasarkan perhitungan menggunakan FMEA AHP yaitu sebesar 7,75. Sehingga diberikan rencana usulan perbaikan untuk meminimalisir defect akibat jahitan jebol.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Di PT KPM Menggunakan Pendekatan Six Sigma Asfita Putri Fadmawati; Ratna Agil Apriani; Demas Emirbuwono Basuki; Nabila Aulia Azizah; Dhinar Elma Arifa
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 3 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i3.10151

Abstract

PT. KPM merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam proses produksi sirup. Dalam proses produksi terkadang masih terdapat beberapa produk yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dimana kualitas produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar atau mengalami kerusakan atau cacat produk. Hal tersebut akan membuat perusahaan mengalami kerugian karena target cacat perusahaan sendiri sebesar 2%. Metode yang digunakan yaitu Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Data yang didapatkan terdapat produk cacat yang terjadi pada observasi 1 hingga 30 yang dimulai pada periode 22 Maret hingga 28 Juni 2022. Jenis cacat berupa terdapat bercak kotoran di dalam botol kemasan botol kaca dan pecah botol. Faktor produk cacat berupa faktor, manusia, mesin, material, dan metode. Perbaikan untuk mengurangi faktor penyebab terjadinya cacat botol dengan faktor pekerja yang kurang memeperhatikan kebersihan lingkungan sekitar serta penerapan APD saat bekerja. Sehingga dalam hal dapat dilakukan penegasan mengenai SOP kebersihan. Dikarenakan SOP dapat digunakan sebagai acuan dalam menjalankan proses produksi, dengan adanya SOP maka kualitas mutu suatu produk dapat selalu terjaga.