p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomika
Tria Rosana Dewi
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA SOKOBOYO KECAMATAN SLOGOHIMO, KABUPATEN WONOGIRI Dwi Sucahyo; Umi Nur Solikah; Tria Rosana Dewi
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merupakan komoditas yang memegang posisi strategis, beras juga menjadi industri strategis bagi perekonomian nasional. Sistem pemasaran biasanya berkisar pada kegiatan antara pemasok barang. Proses pemasaran beras/gabah dari petani akan mengalami proses yang panjang dan akan mengalami perubahan harga dari petani ke tangan konsumen melalui lembaga pemasaran yang ada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis besarnya margin dan efisiensi saluran pemasaran beras. Penelitian dilaksanakan di Desa Sokoboyo Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada bulan April 2020 sampai dengan selesai dengan jumlah informan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 informan petani, 4 informan penggilingan dan 8 informan pedagang pengecer dengan menggunakan metode snow ball sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan dalam studi ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus margin pemasaran dan efesiensi pemasaran. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat dua jenis saluran pemasaran beras, yaitu; 1) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang pengecer-konsumen, 2) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang besar, dengan margin untuk saluran pertama Rp.3.700 dengan tingkat efisiensi 13,1% dan margin untuk saluran kedua yaitu Rp.2.700 dengan tingkat efisiensi 11,4%. hal ini menunjukkan bahwa kedua saluran pemasaran tersebut telah efisien.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KACANG BUNCIS ( Phaseolus Vulgaris) DI DESA BUBAKAN KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Jumadi; Tria Rosana Dewi; Irma Wardani
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. (2) Menganalisis margin penjualan sayur kacang bubcis di Dea Bubakan. (3) Menganalisis efesiensi masing-masing saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode diskriptif analisis dengan pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan rumus margin tataniaga. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa saluran pemasaran kacang buncis di Dea Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri dibagi menjadi tiga saluran pemasaran, yaitu: 1. Saluran I : Petani → Pedagang Pengecer → Konsumen. 2. Saluran II : Petani → Pedagang Pengumpul → Agen. 3. Saluran III : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. Margin keuntungan yang terbesar terdapat pada saluran III sebesar Rp. 2.587/kg dan margin terkecil terdapat pada saluran I dan II masing-masing yaitu Rp. 936/kg dan Rp 921/kg Perbedaan margin keuntungan pada saluran I, II dan III disebabkan perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan, margin pemasaran, volume pembelian dan adanya lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran. Efesiensi penjualan kacang buncis di Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri yang paling efisien yaitu pada saluran I yaitu sebesar 1,06%. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengecer untuk memasarkan sawi hijau sebesar Rp. 64 sedangkan nilai total produk yang diterima pedagang pengecer adalah sebesar Rp.5.000.