Valeria Theresia Woy
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Sam Ratulangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Ekokultural pada Model Rancangan Pangkalan Perahu Tanggap Bencana di Kawasan Pesisir Kota Manado Valeria Theresia Woy; Reny Syafrini; Sangkertadi Sangkertadi; Rachmat Prijadi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1850

Abstract

Kawasan pesisir Kota Manado berkali-kali mengalami dampak dari gelombang pasang dan angin kencang yang sering menyebabkan kerusakan kapal dan peralatan kerja bagi masyarakat nelayan yang bermukim dan bernelayan di daerah pesisir Kota Manado. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat mengidentifikasi dampak-dampak yang ditimbulkan serta mendapatkan alternatif solusi untuk meminimalisir dampak bencana bagi para nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekokultural Observasi langsung dilakukan untuk mengidentifikasi dampak bencana yang ditimbulkan dan pendekatan ekokultural dipakai untuk mengidentifikasi budaya bermukim dan bernelayan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa upaya masyarakat dalam mengantisipasi gelombang pasang dan angin kencang dengan membuat pemecah ombak dan tiang deteksi gelombang air laut, namun belum maksimal untuk meminimalisir kerusakan. Selain itu, pendekatan ekokultural menunjukkan adanya perbedaan budaya bermukim dan bernelayan pada setiap titik pangkalan perahu. Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan mendesain membuat simulasi pangkalan perahu yang memiliki jalur dan tempat evakuasi untuk meminimalisir dampak kerusakan. Desain pangkalan perahu disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kota Manado. Kesimpulannya, penataan ruang pangkalan perahu yang ideal, modifikasi fasilitas sosial dan penambahan jalur evakuasi dapat meminimalisir dampak bencana yang sering terjadi. Desain ini menjadi inovasi tanggap bencana dari model rancangan pangkalan perahu dengan pendekatan ekokultural.
Pengaruh kerapatan vegetasi dan kerapatan bangunan terhadap bencana banjir dan longsor di area perkotaan Andy Anton Mangopa Malik; Valeria Theresia Woy; Rieneke Lusia Evani Sela; Ingerid Moniaga
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 8 No 2 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2023 ~ Agustus 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v8i2.2064

Abstract

Rapid urban development increase building density at the expense of vegetation. When urban areas become less green and more concrete, environmental problems such as floods and landslides are likely to occur. This study aimed to investigate the changes in vegetation and building density in Wenang and Wanea Districts over 8 years based on Landsat imagery using ArcGIS tools. Methods such as the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) were used to analyze the impact of these effects on floods and landslides. From the results, vegetation density declined while building density increased over 8 years. These changes influenced floods and landslides based on the magnitude of vegetation and building indices. For instance, areas with higher building indices became more prone to flooding while those with higher vegetation indices were susceptible to landslides.
Fenomenologi Permukiman Vernakular Pesisir Sebagai Media Edukasi Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Dalam Pendidikan Arsitektur Berkelanjutan Valeria Theresia Woy; Brigitha Raco; Mutiara Lisa Allokendek
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17295

Abstract

Permukiman vernakular pesisir merepresentasikan relasi kompleks antara manusia, ruang, dan budaya yang terbentuk melalui pengalaman hidup sehari-hari. Namun, dalam pendidikan arsitektur kontemporer, nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya hanya dipandang sebagai aspek fisik dan visual semata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur masih didominasi oleh analisis bentuk, fungsi dan teknologi, sehingga mahasiswa kurang memahami bagaimana nilai sosial dan budaya lokal sebenarnya terbentuk dan hidup dalam suatu objek arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman ruang pada permukiman vernakular pesisir sebagai media edukasi nilai sosial dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka pendidikan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi interpretatif dengan eksplorasi genius loci, pengalaman berhuni, dan persepsi inderawi melalui observasi mendalam, wawancara, serta interpretasi naratif. Metode ini mengintegrasikan dimensi pengalaman spasial dengan konstruksi nilai edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang tidak hanya membentuk identitas fisik, tetapi juga memberikan nilai sosial budaya suatu tempat yang dapat ditransformasikan menjadi metode desain arsitektur yang kontekstual. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan fenomenologis dalam mengembangkan pendidikan arsitektur yang lebih humanistik, kontekstual, dan berkelanjutan.