Permukiman vernakular pesisir merepresentasikan relasi kompleks antara manusia, ruang, dan budaya yang terbentuk melalui pengalaman hidup sehari-hari. Namun, dalam pendidikan arsitektur kontemporer, nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya hanya dipandang sebagai aspek fisik dan visual semata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur masih didominasi oleh analisis bentuk, fungsi dan teknologi, sehingga mahasiswa kurang memahami bagaimana nilai sosial dan budaya lokal sebenarnya terbentuk dan hidup dalam suatu objek arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman ruang pada permukiman vernakular pesisir sebagai media edukasi nilai sosial dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka pendidikan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi interpretatif dengan eksplorasi genius loci, pengalaman berhuni, dan persepsi inderawi melalui observasi mendalam, wawancara, serta interpretasi naratif. Metode ini mengintegrasikan dimensi pengalaman spasial dengan konstruksi nilai edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang tidak hanya membentuk identitas fisik, tetapi juga memberikan nilai sosial budaya suatu tempat yang dapat ditransformasikan menjadi metode desain arsitektur yang kontekstual. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan fenomenologis dalam mengembangkan pendidikan arsitektur yang lebih humanistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026