Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Profesi Perspektif Islam Mutmainnah Mutmainnah; Andi Muh. Taqiyuddin BN; Samsidar Jamaluddin; Nazaruddin
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.v1i3.52

Abstract

This research is qualitative, the type of research is library research and uses normative juridical and syar'i normative approaches. The data collection method used is a literature study. The research results show that; (1) Profession in the Islamic view is working professionally based on faith, knowledge, and charity to gain worldly and ukhrawi benefits (2) professions are run based on high-level skills or expertise and this can only be carried out for those who have attended level technical training advanced, expertise that always experiences development following the needs of the community, and institutions and institutions that are developed through the profession as a means of controlling expertise or proficiency in functioning while still referring to the principles of responsibility and sincere intentions in serving. High expertise or proficiency is certainly supported by a trustworthy and honest attitude in work which is a portrait of the professionalism of a Muslim. (3) Characteristics of the profession, namely services carried out on an honorary basis, high expertise in carrying out a profession and therefore it is required for professional actors to undergo formal special education and work references by what is aspired to and supported by the ideals social ethical records are worldly and ukhrawi oriented towards oneself and others. Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, jenis penelitian adalah library research dan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan normatif syar’i. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Profesi dalam pandangan Islam adalah bekerja secara profesional berdasarkan iman, ilmu, dan amal untuk meraih keuntungan duniawi dan ukhrawi (2) profesi dijalankan dengan dasar kemahiran atau keahlian dengan level tinggi dan hal tersebut hanya dapat dijalankan bagi yang telah mengikuti diklat teknis level lanjutan, keahlian yang selalu mengalami perkembangan mengikuti kebutuhan masyarakat, dan pranata dan lembaga yang dikembangkan melalui profesi sebagai alat kontrol terhadap keahlian atau kemahiran berfungsi dengan tetap mengacu pada prinsip tanggung jawab dan niat tulus dalam mengabdi. Keahlian atau kemahiran yang tinggi tentu didukung dengan sikap amanah dan jujur dalam bekerja yang menjadi potret profesionalisme seorang muslim. (3) Ciri khas profesi Ciri khas profesi yaitu Layanan jasa dijalankan atas atas honoraris, keahlian yang tinggi dalam menjalankan suatu profesi dan olehnya itu diharuskan bagi pelaku profesi menjalani pendidikan khusus yang bersifat formal dan acuan kerja sesuai yang dicita-citakan dan didukung oleh cita-cata etis sosial beriorientasi pada duniawi dan ukhrawi terhadap diri sendiri dan orang lain. Kata Kunci: Konsep, Profesi, Islam
KEDUDUKAN ALAT ELEKTRONIK BERUPA REKAMAN VIDEO DALAM PEMBUKTIAN JARIMAH ZINA Noercholis Rafid A; Nazaruddin; Sudirman L
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 6 No 2 (2024): Al-Ahkam Volume 6 Nomor 2 September Tahun 2024
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ahkam.v6i2.3094

Abstract

Artikel ini membahas tentang kedudukan alat elektronik berupa rekaman dalam pembuktian jarimah zina. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengatahui apakah alat elektronik berupa rekaman video dapat menggantikan keterangan saksi dan pengakuan pelaku apabila ada yang mengadukan kepada hakim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengambil data dari kajian kepustakaan (library research). Sumber bahan hukum primer dari buku-buku, artikel-artikel dan sumber lainnya yang relevan dengan pembahasan untuk diolah secara ketat sehingga menghasilkan penelitian yang baik. Sedangkan sumber bahan hukum sekunder berupa kamus, artikel-artikel dan sumber lain yang dapat membantu peneliti dalam menguraikan topik permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekaman video hanya sebagai pelengkap dalam pembuktian sebab, hakim harus memanggil empat orang ahli untuk menerangkan validitas video dan hakim harus menghadirkan ahli forensik apabila pelaku mengingkari perbuatannya sebelum menjatuhkan sanksi had. Implikasi penelitian para penegak hukum harus menjadikan alat elektronik berupa video sebagai bukti pelengkap ketika tidak terdapat saksi di lokasi kejadian yang melihat. Selain itu pelapor harus menyertakan empat orang ahli IT dalam pengadilan.