Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromatherapi Untuk Melatih Biointerprenuership Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Herditiya Herditiya; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Mustika Sari; Novi Nurmayanti; Tesa Manisa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.866

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Kakap terletak di Kabupaten Kubu Raya. SMA Negeri 1 Sungai Sungai Kakap telah menjalankan proses pendidikan dan pengajaran dengan baik. Namun, dalam pembelajaran terutama di mata pelajaran IPA, belum optimal memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sekitar sebagai sumber belajar. Guru belum mampu merancang sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan kewirausahaan siswa sehingga siswa belum mengetahui pentingnya untuk belajar tentang kewirausahaan. Salah satu bahan tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan kembali adalah minyak jelantah, yaitu minyak bekas menggoreng yang bisa didapat dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah tersebut dapat diolah mejadi lilin aromatherapi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya menumbuhkan minat belajar kewirausahaan bagi siswa. Pembuatan lilin aromatherapi untuk melatih biointerprenuership siswa merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman tentang kewirausahaan secara langsung kepada siswa di sekolah. Pengalaman-pengalaman tentang kewirausahaan perlu dilatih sedini mungkin terutama di lingkungan sekolah sehingga kedepannya siswa dapat membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif dalam pengolahan minyak jelantah untuk meningkatkan ekonomi dan kesadaran kebersihan, kesehatan lingkungan dan bahaya pengunaan minyak goreng secara berulang. Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan di hari pertama yakni pemberian materi mengenai dasar pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hari kedua yakni praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah beserta evaluasi kegiatan dengan pemberian angket kepada peserta. Hasil yang diperoleh berupa lilin aromaterapi dengan berbagai bentuk, aroma, serta warna yang menarik. Hasil analisis angket menunjukkan jika kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dengan perolehan skor sebesar 3,6.
PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.
Environment-Based Horticulture Learning: The Effect of Fertilizer Usage Variation on Students’ Environmental Literacy Eka Trisianawati; Novi Nurmayanti; Ninda Permasari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2828

Abstract

This study investigates the influence of various fertilizer types—NPK, organic, granulated, and block compost—on students’ environmental literacy within an environment-based horticulture learning context. The research aims to determine whether fertilizer-based practical activities contribute to measurable improvements in students’ environmental literacy. A quantitative approach was employed by comparing students’ environmental literacy levels before and after participating in horticultural practicum activities. Data were collected using standardized questionnaires and assessment instruments designed to evaluate environmental literacy. The improvement scores were analyzed using the N-Gain technique, and an independent sample t-test was conducted to assess the significance of the observed differences.The results show an average pre-practicum score of 55, which increased to 74 following the practicum. The independent sample t-test produced a significance value of 0.000, which is lower than 0.05. This indicates that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted, demonstrating that the fertilizer-based practicum had a significant impact on students’ environmental literacy. The findings suggest that integrating diverse fertilizer applications into horticulture learning can effectively enhance students’ environmental literacy. This supports the use of environment-based, hands-on learning strategies as a pedagogical approach for fostering environmental awareness and responsible behavior among students.
Optimalisasi Environment Learning Melalui Etnobiologi Dalam Kerangka Ekonomi Biru untuk Meningkatkan Literasi Ekologi di Sekolah Pesisir Kalimantan Barat Novi Nurmayanti; Dini Lestary
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i3.6400

Abstract

Environmental degradation and the declining ecological awareness of younger generations highlight the need for contextual environmental learning in coastal schools. This study aimed to develop and evaluate an Environment Learning model integrating ethnobiology within the Blue Economy framework to improve ecological literacy among students in coastal areas of West Kalimantan. The research employed a Research and Development (R&D) approach using mixed methods. Qualitative data were collected through observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGDs) to identify local ethnobiological knowledge, while quantitative data were obtained using ecological literacy tests administered before and after the implementation of the developed learning model. Data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and effect size analysis. The findings demonstrated that students who learned using the developed module achieved a significantly higher mean ecological literacy score (83) than those receiving conventional instruction (53) (p < 0.05). The greatest improvements were observed in sustainability actions, ecological awareness, understanding of environmental interactions, and collaborative skills. The novelty of this study lies in integrating local ethnobiological knowledge with the Blue Economy framework into a contextual environmental learning model, providing an innovative approach to strengthening ecological literacy while promoting sustainable coastal resource management. The developed model offers practical implications for environmental education and supports the integration of local wisdom into sustainable learning practices in coastal schools.
Optimalisasi Penyusunan LKPD Berbasis ReCLif MGMP IPA Kabupaten Mempawah Handi Darmawan; Eka Trisianawati; Mustika Sari; Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti; Ninda Permasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i1.726

Abstract

Guru IPA di Kabupaten Mempawah menghadapi kendala dalam merancang LKPD yang menumbuhkan keterampilan abad ke-21 dan relevan dengan konteks lokal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat yang berfokus pada optimalisasi penyusunan LKPD berbasis model pembelajaran ReCLif bagi 15 guru IPA melalui pelatihan lima hari. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, demonstrasi, diskusi, praktik terarah, penugasan penyusunan LKPD, serta sesi klinik berbasis umpan balik sejawat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kompetensi guru, ditunjukkan oleh 60% peserta yang mampu menyusun kerangka LKPD secara mandiri pada tahap awal dan meningkat menjadi 73,3% guru yang menghasilkan draft LKPD layak setelah proses revisi. Uji coba awal LKPD di tiga sekolah mitra memperlihatkan respons positif siswa, peningkatan partisipasi bertanya, dan kemampuan mengaitkan konsep IPA dengan fenomena nyata. Selain itu, 86,7% guru menyatakan sangat puas terhadap praktik penyusunan LKPD dan 80% merasa terbantu oleh pendampingan fasilitator. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain LKPD berbasis ReCLif sekaligus memperkuat komunitas profesional MGMP. Namun, pendampingan lanjutan dan replikasi praktik masih diperlukan untuk memperluas dampak pembelajaran di daerah.