Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Literasi Kesehatan Mental Bagi Generasi X Vera Nazhira Arifin; Miftahul Jannah; Nurnarita Laila; Wardiati; Mira Gusweni
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/y5hrgh93

Abstract

Abstract Generation X, composed of individuals born between 1965 and 1980 facing unique challenges related to mental health The rapid technological development as well as significant socio-economic changes during this period have shaped the characteristics and patterns of this generation's behavior. Improving mental health literacy among Generation X is becoming crucial to supporting their mental well-being and helping with an ever-changing environment. This research aims to explore the importance of mental health literacy for Generation X and the strategies that can be applied to enhance it. Mental health literature includes understanding of mental well-being, identifying mental health problems, and the ability to find appropriate help.
PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANGKA KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN Saskia Amanda; Anwar Arbi; Vera Nazhira Arifin
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5028

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pelaksanaan program pegelolaan penyakit kronis yang ada di Puskesmas Jangka dalam meningkatkan kualitas hidup peserta Prolanis. Penelitian Kualitatif Fenomenologis, yang dilaksanakan pada 13-16 Juni tahun 2024 dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (Deep Interview), observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga informan menunjukkan pemahaman yang baik tentang Prolanis, sementara dua peserta memiliki pengetahuan terbatas. Prolanis melaksanakan tiga kegiatan utama: senam, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan sejak 2017, dengan total 64 anggota. Kendala yang dihadapi termasuk ketidakhadiran peserta yang mempengaruhi pengelolaan konsumsi. Sarana dan prasarana dinyatakan lengkap, namun tidak ada pelatihan khusus untuk anggota pelaksana. Anggaran berasal dari BPJS, dan peserta tidak dikenakan biaya. Meskipun tidak ada prosedur operasional standar (SOP) yang jelas, edukasi yang diberikan bermanfaat dalam mengubah kebiasaan gaya hidup.  Diharapkan kepada Kasbug tata usaha Jangka dan Penanggung Jawab program untuk menambahkan kegiatan Prolanis kedepannya agar pelaksanaan Prolanis berjalan dengan lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup peserta Prolanis.  
PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANGKA KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN Saskia Amanda; Anwar Arbi; Vera Nazhira Arifin
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5028

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pelaksanaan program pegelolaan penyakit kronis yang ada di Puskesmas Jangka dalam meningkatkan kualitas hidup peserta Prolanis. Penelitian Kualitatif Fenomenologis, yang dilaksanakan pada 13-16 Juni tahun 2024 dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (Deep Interview), observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga informan menunjukkan pemahaman yang baik tentang Prolanis, sementara dua peserta memiliki pengetahuan terbatas. Prolanis melaksanakan tiga kegiatan utama: senam, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan sejak 2017, dengan total 64 anggota. Kendala yang dihadapi termasuk ketidakhadiran peserta yang mempengaruhi pengelolaan konsumsi. Sarana dan prasarana dinyatakan lengkap, namun tidak ada pelatihan khusus untuk anggota pelaksana. Anggaran berasal dari BPJS, dan peserta tidak dikenakan biaya. Meskipun tidak ada prosedur operasional standar (SOP) yang jelas, edukasi yang diberikan bermanfaat dalam mengubah kebiasaan gaya hidup.  Diharapkan kepada Kasbug tata usaha Jangka dan Penanggung Jawab program untuk menambahkan kegiatan Prolanis kedepannya agar pelaksanaan Prolanis berjalan dengan lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup peserta Prolanis.