Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL ROMANSA DIBAWAH LANGIT KARYA ERVINA DYAH PRATININGRUM BERDASARKAN TEORI KEPRIBADIAN GORDON WILLARD ALLPORT Mawar H. T. Datunsolang; Adeliya Ibrahim; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20274

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah mengungkapkan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, dengan menggunakan teori kepribadian Willard Allport, Khususnya kepribadian utama dengan orang lain, kestabilan psikologi, persepsi yang realistis, kemampuan dan tanggung jawab, serta pengertian diri dan filosofi hidup yang menyatukan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik analisis data yakni membaca dan mencatat. Teknik analisis data dengan klasifikasi, menginterprestasi, mendeskripsikan, dan menganalisis pengalaman dan pikiran tokoh utama pada novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat dengan cara membaca novel berulang-ulangdan mencatat beberapa kata, kalimat, dan paragraph yang mendeskripsikan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Hasil penelitian ini dalam dalam novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum yaitu mengindikasikan bahwa tokoh utama, Boy, memiliki kepribadian yang sehat dan matang. Ia diceritakan sebagai individu yang baik dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Keahlian Boy dalam mengendalikan emosi dan menerima kekecewaan dengan baik juga menjadi salah satu ciri kepribadiannya yang kuat. Selain itu, tokoh ini memiliki pandangan objektif terhadap dirinya sendiri, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dan menghadapi masalah, serta memiliki pemahaman yang sesuai dengan realitas yang ada. Melalui perjuangan dan kesungguhan tokoh utama ini, pembaca dapat melihat bagaimana Boy memperlihatkan kepribadian yang matang dan sikap positif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kepribadian tokoh utama dalam novel "Dibawah Langit" dan menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam karakter Boy. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pengembangan kepribadian yang sehat dan dewasa dalam konteks sastra.
Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Media Interaktif Berbasis Website dalam Pembelajaran Adeliya Ibrahim; Lisnawati Palongo; Rahmiyati Sumba; Helmin Maele; Mersiranda Kuga; Wanda Djeijun; Herman Didipu
Matano: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Tahun 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/matano.v1i2.3217

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut guru untuk mampu menggunakan media digital dalam pembelajaran. Namun, sebagian besar guru belum terbiasa memanfaatkan media pembelajaran berbasis website. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran interaktif di SMK Negeri 1 Suwawa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan tatap muka, terdiri atas penyampaian materi, praktik, simulasi, dan pendampingan penggunaan website Socrative, Zep.quiz, dan Wizer.me. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melaluiĀ  pelatihan secara tatap muka yang mencakup pemaparan materi, simulasi, serta pendampingan penggunaan masing-masing media pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan guru dari berbagai mata pelajaran dan dilaksanakan selama dua jam. Hasil yang ditemukan, pemahaman terhadap materi pelatihan 80%, kemudahan penggunaan media (Socrative, Zep.Quiz, dan Wizer.Me) 90%, motivasi untuk menggunakan media di kelas 90%, kesiapan untuk mengimplementasikan di pembelajaran 75%, kepuasan terhadap pelatihan secara keseluruhan 85%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan memberikan pengalaman baru dan penting dalam meningkatkan literasi digital guru serta keterlibatan aktif mereka dalam merancang pembelajaran interaktif berbasis teknologi.