Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Citra Fisik dan Psikis Tokoh Perempuan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy ASF Eka Sartika; Ayu Hidayanti Ali; Sri Dewila Kasiaradja; Rinda Lailatussobaria; Fitrawati Abdullah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i4.1062

Abstract

Tokoh perempuan dalam novel selalu memiliki daya tarik untuk diteliti. Terutama soal citra fisik dan psikisnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra fisik tokoh perempuan di dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan. Metode penelitiannya adalah deksriptif analitik. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa citra psikis tokoh-tokoh perempuan dalam novel layangan putus karya Mommy ASF ini adalah rasa marah, kecewa, terluka, dan selalu mengalah Citra fisiknya adalah kecantikan dan mengalami kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah citra pisik dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF lebih banyak ditemukan daripada citra fisiknya.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL ROMANSA DIBAWAH LANGIT KARYA ERVINA DYAH PRATININGRUM BERDASARKAN TEORI KEPRIBADIAN GORDON WILLARD ALLPORT Mawar H. T. Datunsolang; Adeliya Ibrahim; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20274

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah mengungkapkan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, dengan menggunakan teori kepribadian Willard Allport, Khususnya kepribadian utama dengan orang lain, kestabilan psikologi, persepsi yang realistis, kemampuan dan tanggung jawab, serta pengertian diri dan filosofi hidup yang menyatukan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik analisis data yakni membaca dan mencatat. Teknik analisis data dengan klasifikasi, menginterprestasi, mendeskripsikan, dan menganalisis pengalaman dan pikiran tokoh utama pada novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat dengan cara membaca novel berulang-ulangdan mencatat beberapa kata, kalimat, dan paragraph yang mendeskripsikan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Hasil penelitian ini dalam dalam novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum yaitu mengindikasikan bahwa tokoh utama, Boy, memiliki kepribadian yang sehat dan matang. Ia diceritakan sebagai individu yang baik dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Keahlian Boy dalam mengendalikan emosi dan menerima kekecewaan dengan baik juga menjadi salah satu ciri kepribadiannya yang kuat. Selain itu, tokoh ini memiliki pandangan objektif terhadap dirinya sendiri, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dan menghadapi masalah, serta memiliki pemahaman yang sesuai dengan realitas yang ada. Melalui perjuangan dan kesungguhan tokoh utama ini, pembaca dapat melihat bagaimana Boy memperlihatkan kepribadian yang matang dan sikap positif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kepribadian tokoh utama dalam novel "Dibawah Langit" dan menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam karakter Boy. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pengembangan kepribadian yang sehat dan dewasa dalam konteks sastra.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN SASTRA BAGI SISWA DI KAWASAN PESISIR MELALUI TEKNIK INFOGRAFIK INTERAKTIF DAN GAMIFIKASI BERBASIS AKAL IMITASI Ayu Hidayanti Ali; Nuramila Nuramila; Argariawan Tamsil; Puspita Dian Agustin
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13761

Abstract

As a system that shapes the human resources of a nation, education is a crucial aspect that must be maintained in harmony with the development of the times. The rapid flow of technological advancement demands that teachers continuously develop innovations within classroom settings — including in literature learning. Through the study of literature, students’ character and critical thinking skills are refined. Moreover, cultural and historical values within society can be taught through literary education. The cultivation of these values can be realized through the interaction between students and teachers by utilizing technology. Based on this premise, the present study aims to describe the transformation of literature learning for students in coastal areas through the use of interactive infographic techniques and gamification based on Artificial Intelligence (AI). The method employed in this research is descriptive. The findings reveal that the transformation of literature learning through interactive infographic and AI-based gamification techniques not only enhances students’ learning motivation but also helps improve their understanding of the structure of fable texts.
Representasi Makna dalam Fotografi Jurnalistik pada Media Berita Antara Foto Lifka Ismail; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.7506

Abstract

Fotografi jurnalistik tidak hanya merekam fakta, tetapi menyingkap makna sosial dan budaya di balik peristiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dalam fotografi jurnalistik pada media berita ANTARA FOTO, khususnya melalui karya jurnalis foto Adiwinata Solihin yang menampilkan berbagai realitas sosial dan peristiwa penting. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek, yaitu (1) representasi makna berdasarkan ikon, (2) representasi berdasarkan indeks, dan (3) representasi makna berdasarkan simbol. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi foto, studi pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pencatatan data visual, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) representasi makna berdasarkan ikon tampak pada objek visual yang memperlihatkan realitas secara langsung, seperti ekspresi manusia, aktivitas sosial, dan kondisi lingkungan; (2) representasi makna berdasarkan indeks hadir melalui hubungan kausal antara peristiwa dan tanda visual, misalnya gesture tubuh dan ekspresi emosional yang mencerminkan situasi faktual; dan (3) representasi makna berdasarkan simbol terlihat pada penggunaan elemen visual yang merefleksikan nilai budaya, sosial, dan kontekstual yang memberi pesna mendalam kepada pembaca. Fotografi jurnalistik berperan penting sebagai sarana komunikasi visual yang mendidik, menginspirasi, dan menjadi dokumentasi sejarah.
Gangguan Kecemasan Tokoh Segara Alam dalam Novel Namaku Alam: Kajian Psikologi Sastra dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Masni Hasan; Muslimin; Ayu Hidayanti Ali
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.7481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan kecemasan berupa Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang dialami tokoh Segara Alam dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori berdasarkan kajian psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan gejala gangguan kecemasan pada tokoh utama. Sumber data diperoleh dari novel Namaku Alam sebagai data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan cara membaca secara intensif, mencatat, dan mengklasifikasikan data sesuai fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis data mengacu pada teori Post-Traumatic Stress Disorder yang dikemukakan oleh Gerald C. Davison dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Segara Alam mengalami gangguan kecemasan berupa PTSD yang ditandai oleh tiga gejala utama, yaitu gejala penghindaran, gejala gairah, dan gejala mengalami kembali. Pada gejala penghindaran ditemukan tiga bentuk gangguan, gejala gairah ditunjukkan dalam dua bentuk, sedangkan gejala mengalami kembali juga ditemukan dalam dua bentuk. Gejala-gejala tersebut menggambarkan dampak trauma masa lalu terhadap kondisi psikologis tokoh utama. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan kecemasan PTSD memengaruhi sikap, emosi, dan perilaku tokoh Segara Alam secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra serta dimanfaatkan sebagai referensi pembelajaran analisis novel dalam pendidikan Bahasa Indonesia.