Nisrina Hanum
(1)Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Serambi Mekkah (2)(3)(4)(5)Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Serambi Mekkah (6)Departemen Of Linguistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Serambi Mekkah (7)Prod

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Faktor Maternal Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia: Data Riskesdas 2018 Nisrina Hanum; Evi Dewi Yani; Masyudi Masyudi; Yunita Yunita
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.6848

Abstract

Prevalensi kejadian stunting di Indonesia masih tergolong tinggi menurut kriteria yang ditetapkan WHO yaitu 30,8% pada tahun 2018. Banyak faktor yang menyebabkan balita mengalami stunting salah satunya faktor maternal yaitu hipertensi kehamilan. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data riskesdas tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor maternal dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini yaitua balita usia 24 bulan yang berjumlah 9117 balita. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Riskesdas Tahun 2018. Analisa data menggunakan uji regresi logistisk. Hasil penelitian menunjukkan dari 9117 balita, sebanyak 315 balita mengalami stunting (34,56%). Faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia yaitu usia ibu 20 tahun (OR = 2,23; 95% CI: 1,44 – 3,34; p-value = 0,000), grandemultigravida (OR = 1,53; 95%CI: 1,15 – 2,04; p-value = 0,004), dan tidak lengkap kunjungan ANC (OR = 1,19; 95%CI: 1,07 – 1,32; p-value = 0,001). Faktor maternal yang tidak berhubungan dengan stunting pada balita yaitu konsumsi 90 tablet (OR = 1,08; 95%CI: 0,98 – 1,18; p-value = 0,099). Diharapkan kepada ibu yang memilki balita dapat menurunkan kejadian stunting dengan cara meningkatkan kunjungan ANC secara rutin agar mendapatkan asuhan kehamilan secara komperhensif, meningkatkan perawatan komperhensif dalam pemenuhan gizi pasca persalinan terutama pada bayi yang mengalami BBLR, serta melakukan imunisasi dasar lengkap untuk mengurangi risiko stunting.Kata Kunci: Stunting, Usia Ibu, Kunjungan ANC, Grandemultipara ABSTRACTThe prevalence of stunting in Indonesia is still relatively high according to the criteria set by WHO, namely 30.8% in 2018. Many factors cause children under five to experience stunting, including maternal factors, namely pregnancy hypertension. Analytical research with approaches cross sectional Using 2018 Riskesdas data, the aim is to determine the relationship between maternal factors and the incidence of stunting in toddlers in Indonesia. The sample in this study was toddlers aged 24 months, totaling 9117 toddlers. Data collection used secondary data from Riskesdas 2018. Data analysis used logistic regression tests. The research showed that of 9117 toddlers, 315 toddlers experienced stunting (34.56%). Maternal factors associated with the incidence of stunting in toddlers in Indonesia are maternal age 20 years (OR = 2.23; 95% CI: 1.44 – 3.34; p-value = 0,000), grand multigravida (OR = 1,53; 95%CI: 1,15 – 2,04; p-value = 0.004), and incomplete ANC visits (OR = 1.19; 95%CI: 1.07 – 1.32; p-value = 0.001). Maternal factors unrelated to stunting in toddlers were consumption of 90 tablets (OR = 1.08; 95%CI: 0.98 – 1.18; p-value = 0.099). It is hoped that mothers who have toddlers can reduce the incidence of stunting by increasing Regular ANC visits to receive comprehensive pregnancy care, increasing comprehensive care in fulfilling post-natal nutrition, especially for babies who experience LBW, as well as carrying out complete basic immunization to reduce the risk of stunting. Keywords: Stunting, Maternal Age, ANC Visit, Grandemultipara
THE INFLUENCE OF THE ROLE OF POSYANDU CADRES ON THE OPTIMIZATION OF POSYANDU IN PREVENTING STUNTING IN THE MUARA SATU HEALTH CENTER IN LHOKSEUMAWE CITY Frisca Fazira; Risna Fazlaini; Fitria Fitria; Fitri Hijri Khana; Nisrina Hanum
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.493

Abstract

Malnutrition conditions over a long period of time have an impact on reducing the quality of life of children in the future and have succeeded in attracting world attention, including Indonesia. In SDG's 2030 Indonesia targets to end hunger as the second goal by reducing the prevalence of stunting in toddlers by 2025. Effective implementation of posyandu in accordance with technical instructions will certainly reduce the incidence of stunting in toddlers, especially optimization in steps IV and V of posyandu, namely providing health education by cadres and health services by health workers. The aim of this research is to determine the influence of the role of posyandu cadres on the optimization of posyandu in preventing stunting in the working area of Muara Satu Health Center, Lhokseumawe City in 2024. This type of research is analytical observational research using a cross sectional approach. The population in this study were posyandu cadres in the working area of the Muara Satu Health Center, Muara Satu District, Lhokseumawe City in 2024. The sample for this study was purposive sampling, namely all posyandu cadres in the Muara Satu Community Health Center working area, Muara Satu District, Lhokseumawe City. The results of the study showed that the oral motor skills of babies aged 6-12 months before the role of active cadres in preventing stunting in the Muara Satu Community Health Center Working Area, Lhokseumawe City were in the active category, namely 71 people (94.7%) and 4 people (5,3%) who were inactive. Optimization of posyandu in preventing stunting in the Muara Satu Community Health Center Working Area, Lhokseumawe City in the Yes category, namely 67 people (89.4%) and 8 people (10.6%) who were inactive. The role of posyandu cadres influences the optimization of posyandu in prevention. stunting in the working area of Muara Satu Health Center, Lhokseumawe City in 2024 p=0.000 <0.05. It is hoped that posyandu cadres will have the motivation and awareness to carry out health efforts, especially regarding stunting prevention so that the incidence of stunting in toddlers can be prevented and the health status of babies and toddlers will improve.
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG ACEH Ismail Ismail; Evi Dewi Yani; Nisrina Hanum; Muhazar Harun; TM. Rafsanjani; Miftahul Jannah; Nurul Sakdah; Bustami Bustami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4887

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Kota Sabang tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,45%. Berdasarkan data Dinkes Kota Sabang prevalensi hipertensi pada pra lansia tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu mencapai 22,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskemas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ialah seluruh pra lansia sebanyak 2.065 dan sampel sebanyak 95 orang pra lansia dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penelitian dilakukan pada 1 April-10 Mei 2024 di Wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Data dikumpulkan dengan cara pembagian kuesioner dan setelah data dikumpulkan dianalisis melalui dua cara yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji chi square serta besarnya risiko dengan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian menunjukkan obesitas (p=0.003; OR=3.895; 95% CI=1.639-9.256), aktivitas fisik (p=0.023; OR=2.917; 95% CI=1.239-6.864)) dan kualitas tidur (p=0.032; OR=2.732; 95% CI=1.173-6.364). Sehingga disimpulkan ada hubungan antara obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi. Dan Faktor obesitas, aktivitas fisik serta kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Saran untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu rutin melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan, melakukan pola hidup yang sehat seperti lebih aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, menjaga pola tidur dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.  
VARIOUS FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF SCABIES IN STUDENTS AT DAYAH X, ACEH BESAR DISTRICT T.M. Rafsanjani; Dian Fitria; Masyudi Masyudi; Evi Dewi Yani; Nisrina Hanum
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3170

Abstract

The incidence of scabies cases at Dayah X, Aceh Besar Regency in 2021 to 2023 reached 200 cases, this was due to lack of knowledge, attitude and personal hygiene . This study aims to determine the factors related to the incidence of scabies in students at Dayah Dayah X, Aceh Besar Regency .Study This use quantitative descriptive analytical approach cross - sectional study . This study was conducted in December 2024. The population in this study were all junior high school students aged 600 students and the number of samples was 240 respondents. The sampling technique used random sampling, data were analyzed univariately and bivariately. The study showed that there was a relationship between knowledge ( p = 0.000), attitude ( p = 0.000), personal hygiene ( p = 0.038) with the incidence of scabies in students at Dayah X, Aceh Besar Regency. It is recommended that the dayah can collaborate with the health center to conduct routine visits to examine students and provide health education in the dayah environment so that scabies can be prevented.
Structural Model of Knowledge and Attitude Towards Testicular Self-Examination Behavior Among Adolescents Namira Yusuf; Nisrina Hanum; Husna Husna; Ismail Ismail; Yuliani Safmila
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.461

Abstract

Adolescent reproductive health, particularly among males, remains a sensitive and rarely discussed issue. Testicular Self-Examination (TSE) is a simple and effective method for the early detection of testicular cancer; however, awareness and practice among adolescents are still very low, especially in Aceh. This study aimed to analyze the factors influencing knowledge, attitudes, and behavior regarding TSE among male adolescents. A quantitative cross-sectional study was conducted from July to August 2025 among 422 junior high school students aged 14–17 in Aceh, selected through a stratified random sampling method. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed with PLS-SEM. The results showed that age and access to TSE information significantly influenced knowledge and attitudes, while general reproductive health information had no significant effect. Knowledge and attitudes significantly predicted TSE behavior, explaining 58.8% of the variance. These findings highlight the need for schools to integrate reproductive health education through outreach programs, posters, and curriculum content to improve adolescent knowledge, foster positive attitudes, and encourage regular TSE practices for early detection of testicular cancer.
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG ACEH Ismail Ismail; Evi Dewi Yani; Nisrina Hanum; Muhazar Harun; TM. Rafsanjani; Miftahul Jannah; Nurul Sakdah; Bustami Bustami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4887

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Kota Sabang tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,45%. Berdasarkan data Dinkes Kota Sabang prevalensi hipertensi pada pra lansia tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu mencapai 22,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskemas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ialah seluruh pra lansia sebanyak 2.065 dan sampel sebanyak 95 orang pra lansia dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penelitian dilakukan pada 1 April-10 Mei 2024 di Wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Data dikumpulkan dengan cara pembagian kuesioner dan setelah data dikumpulkan dianalisis melalui dua cara yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji chi square serta besarnya risiko dengan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian menunjukkan obesitas (p=0.003; OR=3.895; 95% CI=1.639-9.256), aktivitas fisik (p=0.023; OR=2.917; 95% CI=1.239-6.864)) dan kualitas tidur (p=0.032; OR=2.732; 95% CI=1.173-6.364). Sehingga disimpulkan ada hubungan antara obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi. Dan Faktor obesitas, aktivitas fisik serta kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Saran untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu rutin melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan, melakukan pola hidup yang sehat seperti lebih aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, menjaga pola tidur dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.