Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Budaya Lokal Dalam Konteks Kompetensi Global: Studi Literatur Irma Yuliantina; Yoshepine Wijayanti; Resi Lovita; Rina Damayanti; Yunita; Sekar Pinilih; Dian Nur Rachmawati; Annisa Fadhilah; Kurnia Rahayu; I Made Suardana Putra
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28229

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dilakukan secara kontekstual dengan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan, termasuk budaya lokal yang hidup di lingkungan sekitar anak. Hal ini sejalan dengan pandangan teoretis dan pedagogis bahwa anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. Budaya lokal menyediakan konteks autentik bagi kegiatan bermain, eksplorasi, dan inkuiri yang memungkinkan anak belajar secara holistik dengan mengintegrasikan aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral, dan motorik. Selain itu, dalam kerangka pendidikan abad ke-21, penguatan kompetensi global tidak berarti mengabaikan konteks lokal, melainkan berangkat dari pemahaman dan penghargaan terhadap budaya sendiri sebagai fondasi untuk berinteraksi di tingkat yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis,merumuskan model konseptual, atau mengidentifikasi prinsip pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal dalam pengembangan kurikulum PAUD melalui kajian landasan teoretis, temuan penelitian terdahulu, serta kebijakan pemerintah Indonesia yang menekankan analisis karakteristik satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan analisis tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAUD berbasis budaya lokal selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna dan berpusat pada anak serta memperkuat karakter anak usia dini.
METODE ATIK SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN KONKRET DALAM STIMULASI KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI KB SELENDANG SUTERA Annisa Fadhilah; Wyanita Setya Husnaeni; Siti Khuwaida Zilaaniah Al Mumtazah; Dwi Adji Dilliani; Sri Watini
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4543

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan aspek perkembangan yang memerlukan stimulasi optimal sejak usia dini melalui pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) yang dikembangkan oleh Sri Watini dan telah banyak diimplementasikan dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Model ATIK dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak di KB Selendang Sutera. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok bermain. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada aktivitas membuat minuman rasa coklat sebagai pengalaman belajar konkret yang memungkinkan anak mengamati, meniru, dan mengerjakan secara langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak pada setiap siklus, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan anak dalam mengikuti instruksi, memahami urutan kegiatan, serta menunjukkan kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menegaskan efektivitas Model ATIK dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Model ATIK efektif dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak usia dini.