Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan, Pemahaman Agama Islam Bahwa Kebersihan Merupakan Sebagian Daripada Iman di Kecamatan Somba Opu Sultan Sultan
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 01 (2022): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v7i01.7099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan kaitannya dengan pemahaman agama Islam kaitannya terhadap kebersihan merupakan sebagian daripada Iman di Kecamatan Somba Opu. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan  kebersihan di Kecamatan Somba Opu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif  dan pada saat penelitian dilakukan para responden perlu memiliki persepsi, penghayatan, pengalaman dan penilaian tertentu yang merefleksikan persepsi tersebut terhadap semua aspek kegiatan dalam melakukan penelitian mengenai keadaan lingkungan yang menjadi obyek penelitan. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di kecamatan somba opu, penelitian merupakan penelitian populasi. Metode analisis yang dalam penelitian ini adalah data yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel-tabel sederhana kemudian hasil olahan tersebut dijadikan acuan dasar untuk menganalisa secara kualitatif peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan kaitannya dengan pemahaman agama Islam kaitannya terhadap kebersihan merupakan sebagian daripada iman di Kabupaten Gowa. Hasil analisis berbentuk tabel frekuensi dan tabel persentase. Peran  masyarakat dalam menunjang keberhasilan program pembangunan secara menyeluruh sebagai komponen dari suatu sistem didalam melaksanakan pembangunan, unsur pemerintah dan masyarakat  adalah setingkat atau sejajar. Unsur keikutsertaan masyarakat merupakan bagian dari program pembangunan baik pusat maupun daerah, ini disadari bahwa kebersihan lingkungan memberikan dampak terhadap keindahan dan kesehatan baik untuk lingkungan.
EKSISTENSI MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Sultan; Ina Damayanti
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 1 No. 2: OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.514 KB) | DOI: 10.61169/el-fata.v1i2.14

Abstract

The research aims to analyze madrasah in the national education system. The type of research used is library research, with a research approach namely the sociological approach to education and the normative theological approach. The results of the study show that along with the development and expansion of Islam, madrasas as Islamic educational institutions began to be established and developed in the Islamic world around the 5th-6th century H or 11-12th centuries. So madrasas need serious renewal to overcome and educate the nation's children who are not only fixated on old-style study benches but are also able to compete in a world full of "modern" progress. The influence of the ideas of renewal that developed in the Islamic world and the national awakening of the Indonesian nation, little by little general subjects entered the madrasah curriculum. The quality of education in madrasas must continuously be improved so that it is of high quality so that it is able to contribute in preparing quality human resources as a national asset that can contribute to national development so that it becomes a nation that has high competitiveness at the international level.
MEREKONSTRUKSI KONSEP DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Sultan Sultan; Rusman Paewai; Ina Damayanti
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 1: APRIL 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i1.61

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dasar dan tujuan pendidikan islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan pendekatan penelitian yakni pendekatan sosiologis pendidikan dan pendekatan teologi normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pendidikan merupakan landasan pokok terciptanya sebuah pendidikan, tanpa adanya dasar pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana yang diinginkan, dan dasar utama sebuah pendidikan adalah al-quran dan hadis. Tujuan pendidikan Islam yaitu menjadikan siswa Insan Kamil melalui beberapa proses kegiatan dan secara bertahap serta menggunakan landasan al-Quran dan Hadis. Sehingga siswa selain ahli dalam teori juga mampu mengaplikasikan di dalam kehidupan masyaraat serta patuh terhadap perintah Allah swt.
Dialog Lintas Iman Dalam Pemulihan Ekologis Pasca-Bencana: Studi Ekoteologi Multikultural di Aceh dan Sumatra Ramdanil Mubarok; Sultan Sultan
AL-AMIYAH: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural disasters in Indonesia not only cause ecological damage but also profound social and spiritual impacts on multireligious communities. In Aceh and Sumatra, post-disaster recovery processes demonstrate that environmental reconstruction is inextricably linked to religious and multicultural dynamics. This study aims to analyze the role of interfaith dialogue in post-disaster ecological recovery using a multicultural ecotheology framework. This research employs a descriptive qualitative approach grounded in conceptual literature, analyzing academic works, theological documents, and socio-religious practices that have developed in the context of Aceh and Sumatra. The results indicate that interfaith dialogue functions as an ecotheological praxis that shapes collective ecological awareness, strengthens social solidarity, and integrates religious values ​with local wisdom in environmental recovery efforts. Collaborative interfaith practices such as reforestation, faith-based ecological education, and shared reflective rituals create a shared spiritual space that supports simultaneous social and ecological reconstruction. This study argues that the interfaith approach can be understood as a form of practical ecological theology that contributes to the development of socio-ecological peace in post-disaster communities. This research makes a theoretical contribution by offering a model of interfaith, multicultural ecotheology that is relevant to the development of contextual theology and ecological restoration policies in pluralistic societies.
Relevansi Teori-Teori Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembinaan Peserta Didik Sultan
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i1.226

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis teori-teori Pendidikan Agama Islam dan relevansinya terhadap pembinaan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekantan teologi normative dan studi naskah, pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yakni data primer beruba buku atau referensi utama dan data sekunder yang bersumber dari jurnal dan artikel ilmiah lainnya yang relevan dengan kajian dalam penelitian. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa relevansi teori Pendidikan Islam pada peserta didik yakni perlunya penyesuaian dan peningkatan materi program Pendidikan yang sejalan dengan tuntutan dunia kerja serta tuntutan dalam Masyarakat yang selalu berubah. Isi kurikulum hendaknya memuat segala aspek yang berhubungan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang terdapat pada isi setiap mata pelajaran yang disampaikan dalam kegiatan proses pembelajaran.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS EKOTEOLOGI DALAM MENGHADAPI KRISIS IKLIM GLOBAL Sultan Sultan
Al-Rabwah Vol. 20 No. 1 (2026): Mei
Publisher : STAI Sangatta Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/jalr.v20i1.985

Abstract

The global climate crisis demands the development of an educational paradigm capable of building ecological awareness. However, environmental education is still dominated by technical and scientific approaches, while Islamic education is more oriented towards the formation of spiritual and social piety. This condition indicates that the ecological dimension has not been systematically integrated into contemporary Islamic educational thought. This study aims to reconstruct Islamic educational thought based on ecotheology as an alternative paradigm in responding to the global climate crisis. This study uses a qualitative approach with library research methods through a critical analysis of Islamic education literature, ecotheology, and contemporary environmental studies. Data are analyzed using thematic and contextual analysis to identify ecological principles relevant to the development of Islamic education. The results show that the concepts of tawhid, khalifah, amanah, mizan, and islah have epistemological and axiological potential to reconstruct the goals, orientation, and practices of Islamic education that are more ecologically responsive. This reconstruction shifts the orientation of Islamic education from the formation of individual piety to ecological piety that places responsibility for the environment as an integral part of devotion to Allah SWT. The research contributes to the development of an ecotheology-based Islamic education paradigm that integrates spiritual, ethical, and ecological dimensions in facing the challenges of the global climate crisis and broadens contemporary discourse on the relationship between religion, education, and environmental sustainability.