Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Child’s Playing Perception in Settlement Public Space in Yogyakarta Rini Darmawati; Hastuti Saptorini
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol2.iss1.art1

Abstract

Preference discrepancy of playground between user (Children) and planners still found in several housing and settlement in Yogyakarta . This happens because of the Choice Model which means that each person and group has a choice of different models especially for children. This paper is an embodiment of the research of the author with the title “Children’s Perception of the Playroom with a Review of Comfort and Security. Case Study in Blimbingsari, Cokrodiningratan and Kotagede Hamlets in Yogyakarta City”. Through the graphic / drawing method, children convey their perceptions to express the desire to play in the public space. Equipped with some pictures documentation of children’s behavior playing, the author studied it uses persepsional analysis to find models of children’s desires for the playroom. The results of the study found that there are 5 elements that express children’s expectations in play, namely communal community, play settings that are full of natural elements, there are tools / media as play media, public amenities as a magnetude gathering of children, and the last element is that children are conducive and safe playing when there is free time and air is comfortable, namely during holidays and afternoons.Keyword: Children’s perceptions, children’s pictures, playing elements
PERAN JEJARING PENGELOLA SAMPAH MANDIRI (JPSM) SEHATI DALAM PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Hijrah Purnama Putra; Rini Darmawati; Ani Sumiarti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 13 No 1 (2021): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.267 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.134

Abstract

The quantity of waste produced continues to increase every year, along with the increase in the population in a region. However, such improvements tend not to be comparable to their management capabilities. Through Jakstrada, 100% management can be achieved by 2025, but requires high community participation in order for the target to be achieved. Yogyakarta has a high growth rate of community-based waste management activities, especially Sleman Regency which until now has had 147 locations, with various forms of activities, such as waste banks, waste alms, TPS 3R and other forms of independent waste management. However, it is recognized that the growth has not been evenly distributed at the sub-district level (kapanewon) and the village (kalurahan). Based on the analysis obtained influence from the role of Independent Waste Management Network (JPSM) Sehati Sleman Regency as the parent organization. So that mapping the location, potentials and challenges is important to do, while restructuring the parent organization in order to provide performance in the process of mentoring, coordination and liaison with various stakeholders.
PERAN JEJARING PENGELOLA SAMPAH MANDIRI (JPSM) SEHATI DALAM PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Hijrah Purnama Putra; Rini Darmawati; Ani Sumiarti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.134

Abstract

Kuantitas sampah yang diproduksi terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah. Namun, peningkatan tersebut cenderung tidak sebanding dengan kemampuan pengelolaannya. Melalui Jakstrada, ditargetkan pengelolaan 100% dapat dilakukan pada tahun 2025, namun membutuhkan peran serta masyarakat yang tinggi agar target tersebut dapat tercapai. Yogyakarta memiliki tingkat pertumbuhan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tinggi, khususnya Kabupaten Sleman yang hingga saat ini telah memiliki 147 lokasi, dengan bentuk kegiatan yang beragam, seperti bank sampah, sedekah sampah, TPS 3R dan bentuk pengelolaan sampah mandiri lainnya. Namun, diakui pertumbuhannya belum merata baik ditingkat kecamatan (kapanewon) maupun kelurahan (kalurahan). Berdasarkan analisis didapatkan pengaruh dari peran Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman sebagai organisasi induk. Sehingga pemetaan lokasi, potensi dan tantangan penting untuk dilakukan, sembari merestrukturisasi organisasi induk agar dapat memberikan performa dalam proses pembimbingan, koordinasi dan penghubung dengan berbagai stakeholder.
Upaya Pengelolaan Sampah dari Pengrajin Produk Daur Ulang: Studi Kasus di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Putra, Hijrah Purnama; Darmawati, Rini; Sumiarti, Ani; Sulthon, Muhammad Zian; Sundari, Agustina Dwi
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i1.106

Abstract

Kuantitas sampah yang meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk, namun belum diikuti dengan kemampuan pengelolaan yang baik. Keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah sampah, salah satunya adalah yang dilakukan oleh JPSM Sehati Kabupaten Sleman, kelompok ini memiliki tantangan dalam mengelola pelaku pengrajin daur ulang agar memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik. Aktivitas pengabdian ini dilakukan untuk melakukan pemetaan dan peningkatan kapasitas dari pengrajin, terutama dalam bidang produksi dan pemasaran. Dilakukan dengan metode pengumpulan data sekunder dan primer melalui wawancara dan observasi, dilanjutkan dengan peningkatan mekanisme produksi dan optimalisasi pemasaran produk. Program kurasi produk diikuti oleh 35 pengrajin dengan 65 item produk, dan lolos sebanyak 21 pengrajin dengan 34 item produk yang dipasarkan dengan mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga. Peningkatan kapasitas terutama aspek produksi dan pemasaran dilakukan melalui webinar yang diikuti oleh 424 peserta, termasuk pengrajin terpilih. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pengrajin daur ulang di Kabupaten Sleman berpotensi mengelola sampah sebesar 1.138,8 ton/bulannya terutama untuk sampah yang berkategori low value (rendah nilai) yang selama ini berpotensi menjadi residu.