Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perdagangan Ala Nabi Muhammad SAW Gambaran Tauladan Yang Hilang Di Perdagangan Global Nihayatur Rohmah
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 4 No 2 (2016): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.573 KB)

Abstract

Kajian sejarah mengenai perdagangan dan etika bisnis Muhammad sebelum ditunjuk sebagai nabi merupakan kajian yang menarik, karena perilaku dan etika bisnis yang diterapkan oleh Muhammad didasarkan pada kajian ayat-ayat al-Qur’an. Setelah ditunjuk sebagai nabi, kehidupan Nabi Muhammad lebih dibimbing oleh wahyu-wahyu al-Qur’an. Beberapa prinsip yang diterapkan oleh Muhammad adalah jujur, amanah, timbangan yang tepat, menghindari gharar, tidak menimbun barang, tidak melakukan al-ghalb dan tadlis di antara penjual dengan pembeli.
IJTIMAK SEBAGAI PRASARAT PERGANTIAN BULAN BARU DALAM KALENDER HIJRIYAH (Studi Analisis Ijtimak Awal Bulan Syawwal 1441H) Nihayatur Rohmah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.247 KB) | DOI: 10.37680/almikraj.v1i1.509

Abstract

Analyzing the problem at the beginning of the Islamic month is basically based on the hadiths of rukyah and the Ulama 'differing opinions in understanding it so that it gives birth to differences of opinion. Some argue that the initial determination of Ramadan, Shawwal and Dhu al-Hijjah must be based on rukyah or seeing the new moon which is carried out on the 29th. Determination of the beginning of the Islamic month in the perspective of astronomy is to calculate the time of the occurrence of conjunctions or known as ijtima. Hilal visibility or rukyat hilal as a marker of the beginning of the month. Hilal can be formed if it has gone through its conjunction / ijtima phase. The number of days in a month consists of 29 days or 30 days. Determination of the beginning of the month by using the criteria for the visibility of the new moon and the presence of the new moon on the 29th of the Islamic month, it is often found under the horizon when the hilal rukyat activities on that date are carried out so that in the Hijriyah calendar there is a special concept if the new moon is not visible. Such conditions occurred at the beginning of the month of 1441 AH, where according to various calculation systems there were differences when ijtima occurred. According to the Sulam Nayyirain ijtimak calculation system occurred on the 29th of Ramadan, whereas according to another calculation system ijtima beginning in the month of syawwal only occurred on the 30th of Ramadlan 1441 H. Other data shows that the hilal position on the 29th of Ramadlan is still below the horizon so that the moon is impossible dirukyah. The difference between Muslims in determining the occurrence of ijtima in the end did not have an impact on the determination of the beginning of Shawwal, because of all the existing calculation systems, Muslims agreed to set the date of Shawwal 1441 H to occur on May 24, 2020 by applying the istikmal concept.
ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Nihayatur Rohmah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1 No 2 (2021): Studi Keislaman dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.56 KB) | DOI: 10.37680/almikraj.v1i2.767

Abstract

The Covid-19 pandemic has succeeded in changing the habits that we do every day at home, at school, at work, on the road, at the right place of worship and anywhere. New habits for healthier living must be continuously carried out in society and in every individual, so that they become social norms and new individual norms in everyday life. If the new habit is not carried out in a disciplined manner or is only carried out by a group of people, then this could be a threat that the corona virus outbreak will have a longer duration. Old habits that are often carried out, such as shaking hands, crowding / clustering, lazy to wash hands must begin to be abandoned because they support the transmission of Covid-19. Various responses and reactions are shown by the community, some are sad, anxious, afraid, anxious, worried, angry but there are also those who are calm or remain confident. Changing attitudes and behavior in society requires struggles in the form of adaptation or adjustment. Individuals in society always describe themselves with their changing environment, either autoplastically or alloplastically. Thus the relationship between Individuals who interact are always a relationship that influences each other (reciprocally). The adaptation of new habits in this pandemic period is not without purpose. Among them are as a community medium for survival and Conformity which is carried out openly so that it is visible to the public, with the aim of making individuals accepted in group or avoid Rejection from the group. The adaptation of this new habit in the pandemicovid-19 period is in accordance with the principle of benefit because in essence every commandment and prohibition of sharia "is basically for realizing the goals of sharia, which are returned to the rule of" attracting benefit and rejecting damage. Pandemi Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, di tepat ibadah dan dimanapun. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan di masyarakat dan setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari hari. Bila kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman wabah virus corona ini akan semakin panjang durasinya. Kebiasaan lama yang sering dilakukan, seperti berjabat tangan, berkerumun/ bergerombol, malas cuci tangan harus mulai ditinggalkan karena mendukung penularan Covid-19.Berbagai respon dan reaksi ditunjukkan oleh masyarakat, ada yang sedih, cemas, takut, gemas, khawatir, marah-marah, tetapi ada juga yang tenang atau tetap percaya diri.Perubahan sikap dan perilaku masyarakat ini membutuhkan perjuangan dalam bentuk adaptasi atau penyesuaian diri.Individu dalam masyarakat senantiasa menjelaskan dirinya dengan lingkungan hidupnya secara berubah-ubah, baik secara autoplastis atau alloplastis.Dengan demikian hubungan antara individu yang berinteraksi senantiasa merupakan hubungan yang saling mempengaruhi (timbal balik).Adaptasi kebiasaan baru di masa pandemic ini dilakukan bukan tanpa tujuan.Diantaranya adalah sebagai media masyarakat untuk bertahan hidup dan Konformitas yang dilakukan secara terbuka sehingga terlihat oleh umum, bertujuan agar individu diterima dalam kelompok atau menghindari penolakan dari kelompok.Adaptasi kebiasaan baru di masa pandemicovid-19 ini bersesuaian dengan asas kemaslahatan karenapada hakikatnya setiap perintah dan larangan syara’ pada dasarnya untuk mewujudkan tujuan syariah, yang dikembalikan pada satu kaidah “menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan”.
Dinamika Almanak Masa Pra Islam Hingga Era Islam; Studi atas Penanggalan Sistem Solar, Lunar dan Luni-Solar Nihayatur Rohmah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 11 No 2 (2019): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.511 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3559275

Abstract

Calendar is an expression of the rhythm of collective activity and at the same time serves to ensure its order. Therefore, various civilizations from ancient times to the present give serious attention to arranging their calendar systems in accordance with the philosophy, outlook on life and traditions of the civilization. Determining the almanac is a reality produced by a handful of elites (read: important groups of people in power in society) who are full of interests. The Arabs used to apply the almanac based on the solar system (Sun), then switch to the lunar system (Moon). The pre-Islamic Arabs had the habit of counting the months with the appearance of the new moon, but irregularly added once a month in three years to harmonize the date with the seasons, so that it was not purely applying the lunar calendar but rather the luni-solar system. This intercalarymonth was then used by pre-Islamic Arabs as a tool to play the month of Muharram which was forbidden to carry out warfare. Qs. At-Taubat: 36 confirms the prohibition of the practice of intercalation (an-nasi ') and the commencement of a lunar-based calendar system. So that since Muhammad's apostolate until now the calendar system has been organized, namely to make the Moon the basis of its stipulation.The shift, change and even improvement of the dating system as part of the dynamics of the dating of the Arabs during the pre-Islamic era to the Islamic era
Etika Bisnis Syariah dan Implikasinya Terhadap Distribusi (Studi Pembacaan atas Manajemen Bisnis HNI HPAI) Nihayatur Rohmah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 1 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.929 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 1.10

Abstract

Etika bisnis adalah suatu bagian subjektif yang harus dimiliki seorang pelaku bisnis.Perdagangan menurut aturan Islam, menjelaskan berbagai etika yang harus dilakukan oleh para pedagang muslim dalam melaksanakan jual beli. Dan diharapkan dengan menggunakan dan mematuhi etika perdagangan Islam tersebut, suatu usaha perdagangan dan seorang muslim akan maju dan berkembang pesat lantaran selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT.Dalam kehidupan sosial, etika memainkan peranan yang cukup penting guna membuat pola kehidupan masyarakat yang lebih baik. Agar berjalan tertib, masyarakat butuh norma dan etika. Masalah etika merupakan masalah serius bagi terciptanya kehidupan yang harmonis.Dalam dataran yang lebih luas, permasalahan etika juga menjadi suatu hal yang sangat penting bagi dunia bisnis.Perilaku setiap individu dalam dunia bisnis menjadi salah satu di antara penentu maju mundurnya suatu perjalanan bisnis.PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai HPAI, merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia yang fokus pada produk-produk herbal.Perusahaan HPAI memiliki manajemen bisnis berbasis syariah.Distribusi pemerataan pendapatan dengan penerapan poin, bonus, royalty, promosi yang berbasis syariah dengan sistem ju’alah.Manajemen bisnis HPAI mengatur tentang Pewarisan keagenan secara otomatis akan beralih pada ahli waris telah menunjukkan keadilan distribusi pendapatan sesuai syariah.
Dialog Teori Konflik Dialektika-Fungsional Meneropong Dinamika Sidang Itsbat di Indonesia Nihayatur Rohmah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 2 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.2 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 2.199

Abstract

The difference in starting and becoming a hijriya month seems to be a question that does not go away. Whether we realize it or not, these things are part of the life of this nation. Therefore, an understanding of the root of existing problems can be helpful in determining attitudes. Determination of the 1st of Ramadan has become a tradition in this country will be decided by the government through Itsbat assembly of Islamic mass organizations in the ministry of Religion. The problem of hisab rukyat in terms of determining the beginning of the month of Qamariyah-especially Ramadan, Syawwal and Dzulhijjah-syndrome raised numbers, sometimes even inflaming the evil permutations that tore the fabric of ukhuwwah Islamiyyah. Government efforts through the trial basically rests on the efforts to achieve uniformity, prosperity and unity of Indonesian Muslims. In 2012 Muhammadiyah provides a firm stance that will not be able to oblige it with a variety of reasons between belief and belief between Muhammadiyah and the Government. From that fact, according to Lewis A Coser the conflict stems from an imbalance (imbalance) in the overall sosial system, the imbalance that causes splits (plague); this split inspires the emergence of the international (temporary integration); it is this temporal system that causes the structure to increase flexibly; this flexible structure then overcomes these imbalances through conflict; and reveals the highest level of adaptability in circumstances
Perdagangan Ala Nabi Muhammad SAW Gambaran Tauladan Yang Hilang Di Perdagangan Global Nihayatur Rohmah
At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 4 No 2 (2016): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib, Ngoro, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian sejarah mengenai perdagangan dan etika bisnis Muhammad sebelum ditunjuk sebagai nabi merupakan kajian yang menarik, karena perilaku dan etika bisnis yang diterapkan oleh Muhammad didasarkan pada kajian ayat-ayat al-Qur’an. Setelah ditunjuk sebagai nabi, kehidupan Nabi Muhammad lebih dibimbing oleh wahyu-wahyu al-Qur’an. Beberapa prinsip yang diterapkan oleh Muhammad adalah jujur, amanah, timbangan yang tepat, menghindari gharar, tidak menimbun barang, tidak melakukan al-ghalb dan tadlis di antara penjual dengan pembeli.
RELASI ANTARA TINDAKAN KORUPSI DENGAN ETIKA DAN AKHLAQ Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8 No 1 (2014): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v8i1.16

Abstract

 Etika merupakan cara pandang seseorang yang bersumber pada nalar dan Akhlaq merupakan sistem nilai yang bersumber pada wahyu. Keduanya merupakan bentuk internalisasi diri dan buah pembiasaan yang terus dilakukan dan bukan produk instan. Korupsi jika ditinjau dari sisi etika dan akhlaq merupakan kasus yang sudah jelas menabrak kedua sistem tersebut. Maraknya korupsi disebabkan masih banyaknya masyarakat yang mengalami krisis akhlak. Jadi, obat yang paling pas dan manjur untuk mengobati dan memberantas penyakit korupsi adalah dengan pendidikan akhlak, pendidikan moral, dan pendidikan etika. Meskipun terkesan klise, tetapi memperbaiki kesadaran seseorang dan mengembalikan rasa tanggung jawab moralnya serta agamanya memang salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah dan menghentikan korupsi. Pendidikan agama dan  memperkuat iman adalah metode yang harus ditingkatkan demi mendapatkan orang-orang yang memiliki hati nurani bersih dan jujur berlandaskan Hukum Negara maupun hukum Agama.    Kata kunci: Etika, Akhlaq, Korupsi  
OTORITAS DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH (KONFRONTASI ANTARA PEMIMPIN NEGARA DAN PEMIMPIN ORMAS KEAGAMAAN) Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.17

Abstract

Problematika Hisab Rukyah senantiasa actual untuk diperbincangkan. Kontroversi dalam penetapan awal bulan qamariyah kian menjadi tradisi yang dapat dipahami namun tetap meresahkan masyarakat. Ketika persoalan ibadah yang berdimensi social-sebagaimana persoalan penetapan dalam mengawali puasa dan mengakhiri puasa-dibutuhkanlah kerangka pemikiran yang berbasis kemaslahatan umum. Wajah bumi pertiwi kerapkali dihiasi dengan “tuntunan”yang berujung pada “tontonan” yang dapat mengancam ukhuwwah Islamiyah. Truth claim ormas keagamaan dan belum dapat diterimanya otoritas tunggal di Negeri ini menjadi pemicu adanya perbedaan yang tak berkesudahan. Ketika otoritas dikonfrontasikan antara pemimpin Negara dan pemimpin ormas maka dibutuhkanlah jiwa besar untuk mengalah guna meraih kemenangan. Jadi, berbesar hati untuk mengambil Pemerintah sebagai otoritas tunggal untuk menciptakan persatuan ummat adalah lebih utama daripada mempertahankan kriteria kalender masing-masing ormas. Kata kunci; Bulan Qamariyah, Otoritas Tunggal, Ukhuwwah Islamiyah   
AL-QUR'AN DI ERA KEKINIAN: RELASI ANTARA TEKS DAN REALITAS (Tafsir Al-Qur'an Indonesia Menjawab Tantangan Zaman) Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 1 (2013): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v6i1.59

Abstract

AL-QUR'AN DI ERA KEKINIAN: RELASI ANTARA TEKS DAN REALITAS(Tafsir Al-Qur'an Indonesia Menjawab Tantangan Zaman)Nihayatur RohmahJurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NgawiAbstrakIndonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam dengan kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Dengan demikian, seyogyanya ada upaya untuk menjadikan kitab suci ini agar lekat dan dekat di hati masyarakat muslim dan agar al-Qur’an ini tidak lagi menjadi kitab sakral yang tidak tersentuh sama sekali oleh umatnya. Tafsir al-Qur’an seharusnya berfungsi sebagai alat penggugah kesadaran manusia agar menjadikan al-Qur’an sebagai sumber hidayah. Dalam upaya mengembalikan al-Qur’an sebagai hudan li al-nass, mufassir kontemporer tidak lagi memahami kitab suci sebagai wahyu yang ”mati” seperti yang dipahami oleh ulama tradisional, melainkan sebagai sesuatu yang ”hidup”. Al-Qur’an dipahami sebagai kitab suci yang kemunculannya tidak bisa dilepaskan dari konteks kesejarahan umat manusia. Al-Qur’an tidak diwahyukan dalam ruang dan waktu yang hampa-budaya, melainkan hadir pada zaman dan ruang yang sarat budaya.Kata-kata kunci: Tafsir, teks,  konteks