Asy’ari
STKIP PGRI Banjarmasin

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pembelajaran berbasis TIK dengan Assessment for Learning (AfL) ditinjau dari kemampuan spasial siswa kelas VIII SMP negeri se-kota Banjarmasin Asy'ari Asy'ari; Gunawan Gunawan
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 3 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v3i3.72

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis TIK dengan Assessment for Learning (AfL) melalui penilaian teman sejawat serta efektivitas pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari kemampuan spasial siswa yang merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 262 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. (2) Hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial tinggi lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang dan rendah. Selain itu, hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial rendah.
Pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan problem posing ditinjau dari kemandirian belajar siswa SMPN 4 Banjarbaru Asy'ari Asy'ari; Nonong Rahimah
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i2.87

Abstract

The purpose of this study are to determine the effect of the learning models on the learning achievement in Mathematics viewed from the learning independence of the students. The learning models compared were the Contextual Teaching and Learning (CTL) model, the Problem Posing learning model, and the conventional learning model. The type of this study was a quasi-experimental study with a 3×3 factorial design. The study population was all grade VIII students of State Junior Secondary School 4 Banjarbaru. The samples in this study amounted to 87 students with the details of 29 students for experiment 1 and 28 students for experiments 2 and 30 students for the control class. The data collected instrument used mathematics achievement tests and a questionnaire of student’s learning independence. Based on the hypothesis, the results could be concluded as follows, the learning achievement of the students treated with CTL model was as good as that of those with the Problem Posing learning model. In addition, students’ learning achievement treated by CTL model and Problem Posing better than students treated by conventional learning model.
Pembelajaran Berbasis TIK Menggunakan Metode Discovery Learning dengan Peer Assessment Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.35 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.633

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment serta efektivitas pembelajaran berbasis TIK dengan metode discovery learning disertai peer assessment terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengembangan model pembelajaran yang termasuk ke dalam penelitian pengembangan (research and development). Tahap berikutnya adalah uji efektivitas model yang termasuk ke dalam penelitian eksperimental semu dengan desain penelitian 3×3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 265 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional
Eksperimentasi Pembelajaran Berbasis Tik Menggunakan Metode Discovery Learning Dengan Peer Assessment Di Kelas Viii Smp Negeri 14 Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.369 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang diambil dari siswa kelas VIII D, VIII E, dan VIII F SMPN 14 Banjarmasin. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Eksperimentasi Pembelajaran Berbasis TIK Menggunakan Metode Discovery Learning Dengan Peer Assessment di Kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.986 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 orang diambil dari siswa kelas VIII B, VIII C, dan VIII D SMPN 17 Banjarmasin. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh simpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Pengembangan Model Pembelajaran CORE Berbasis TIK dengan Peer Assessment Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain; Nonong Rahimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.046 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) berbasis TIK dengan peer assessment serta efektivitas pembelajaran CORE berbasis TIK dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengembangan model pembelajaran yang termasuk ke dalam penelitian pengembangan (research and development). Tahap berikutnya adalah uji efektivitas model yang termasuk ke dalam penelitian eksperimental semu dengan desain penelitian 3×3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 268 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran CORE berbasis TIK dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran CORE dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran CORE lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Profil Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematis dan Gender Nonong Rahimah; Asy'ari Asy'ari
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.772 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari kemampuan matematis dan gender pada materi sistem persamaan linear. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi laki-laki dan perempuan, siswa yang memiliki kemampuan sedang laki-laki dan perempuan dan siswa yang memiliki kemampuan rendah laki-laki dan perempuan. Pemecahan masalah yang digunakan berdasarkan pemecahan masalah Polya dengan memperhatikan indikator kreativitas siswa yaitu kefasihan, fleksibilitas serta kebaruan.Kegiatan penelitian dimulai dengan memberikan tes kemampuan matematika. Nilai tes dijadikan sebagai acuan kemampuan siswa. Siswa dikelompokkan dalam tiga kemampuan berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran matematika yaitu: 80(Kemampuan tinggi), 60(Kemampuan sedang) dan 0(kemampuan rendah). Selain itu akan dipih siswa yang komunikatif. Kemudian dilanjutkan dengan tugas pemecahan dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu yang berbeda. Kemudian, data yang valid dianalisis untuk menarik kesimpulan. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki dan perempuan yang memiliki kemampuan tinggi hanya memenuhi dua indikator kreativitas yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Sedangkan subjek yang laki-laki dan perempuan yang memiliki kemampuan sedang juga memenuhi dua indikator kreativitas yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Sedangkan subjek laki-laki dan perempuan yang memiliki kemampuan rendah tidak memenuhi indikator kreativitas. Namun dari perbedaan jenis kelamin tersebut memiliki perbedaan yaitu subjek perempuan lebih kreatif dan lancar dalam menyampaikan ide dan gagasan.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square dengan Metode Question Student Have Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Kota Banjarbaru Asy'ari Asy'ari; Nonong Rahimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.366 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Square (TPSq) dengan metode Question Student Have terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengembangan model pembelajaran yang termasuk ke dalam penelitian pengembangan (research and development). Tahap berikutnya adalah uji efektivitas model yang termasuk ke dalam penelitian eksperimental semu dengan desain penelitian 3×3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarbaru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 268 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Square dengan metode Question Student Have lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran Think Pair Square (TPSq) dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran TPSq lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Nonong Rahimah; Asy’ari Asy’ari
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kemampuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pemecahan masalah yang digunakan berdasarkan pemecahan masalah Polya dengan memperhatikan indikator kemampuan komunikasi matematis. Kegiatan penelitian dimulai dengan memberikan tes kemampuan matematika. Nilai tes dijadikan sebagai acuan kemampuan siswa, sehingga siswa dikelompokkan dalam tiga kemampuan berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran matematika yaitu: 80 (kemampuan tinggi), 60 (kemampuan sedang) dan 0 (kemampuan rendah). Selain itu akan dipilih siswa yang komunikatif. Kemudian dilanjutkan dengan tugas pemecahan dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah memiliki perbedaan dalam kemampuan komunikasi matematis dalam memecahkan masalah matematika. Letak perbedaannya yaitu: siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan sedang memenuhi semua indikator dari kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan rendah tidak memenuhi semua indikator. Dari hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh siswa berbeda-beda.
Efektivitas Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 1 Martapura Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain; Nonong Rahimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i2.2112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Quantum Teaching terhadap hasil belajar matematika siswa pokok bahasan bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 1 Martapura. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental research atau eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Martapura. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C dan VIII D SMPN 1 Martapura yang berjumlah 60 siswa. Kelas VIII D dijadikan sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas VIII C dijadikan sebagai kelas kontrol. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t atau independent sample t-test, menggunakan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai Sig. < 0,05, artinya Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kedua kelas sampel tersebut adalah berbeda secara signifikan, dimana rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 78,40 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol adalah 71,20. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan bangun ruang dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa daripada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.