Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS XI IPA SMAN 1 KURANJI Sutikno Ade Pranoto; Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi kepada guru mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Kuranji masih belum terlaksana dengan baik, model dan metode pembelajaran yang pernah diterapan guru masih kurang bervariasi, yang paling sering digunakan adalah metode ceramah dimana pembelajaran berorientasi pada guru, hal ini menyebabkan kurang berkembangnya ketermapilan proses sains siswa khususnya kelas XI IPA dan hasil belajar siswa yag rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut perlunya penerapan model pembelajaran yang tepat yaitu model pembelajaran discovery learning sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar, keterlaksanaan guru dalam proses pembelajaran, dan mengetahui respon siswa setelah menggunakan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kuranji yang berjumlah 20 orang. Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada keterampilan proses sains. Siklus I pertemuan pertama dengan nilai 54,48%, pertemuan kedua dengan nilai 63,4%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan pertama dengan nilai 74,10%, dan pertemuan kedua 84,46%. Keterlaksanaan guru dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 16,07% dari 51,78% menjadi 67,85% sedangkan pada siklus II sebesar 14,29% dari 71,42% menjadi 85,71%. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dilihat dari posttest siklus I sebesar 20% dari 10% menjadi 30% sedangkan pada siklus II sebesar 30% dari 55% menjadi 85%. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning juga mendapat respon yang baik (86,5%).
ETIKA PERGAULAN ANAK SD KELAS VI DI SDN BARAMBAI KOLAM KIRI 5 KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA Yeni Nurliani; Abidinsyah; Sa'adah Erliani
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL AL-ADAWAT
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses interaksi sosial anak kelas VI SD sering terjadi penyimpangan dan kenakalan-kenakalan, karena anak memasuki masa remaja dimana tingkat keingintahuanya tinggi. Sama halnya dengan anak SD kelas VI SDN Barambai Kolam Kiri 5 melihat etika anak yang kurang baik dan banyak masyarakat yang berpendapat bahwa terdapat indikasi kejadian bullying. Selain itu penelitian ini melibatkan siswa-siswi sekolah dasar yang duduk dikelas 6. Hal ini dikarenakan pada tingkat perkembangan tersebut anak sudah menguasai kemampuan membaca dan menulis sehingga diharapkan data yang diperoleh untuk hasil penelitian dari alat ukur yang akan dibuat merupakan data yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika pergaulan anak SD kelas VI di SDN Barambai Kolam Kiri 5 dan mendeskripsikan faktor apa yang mempengaruhinya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah anak SD kelas VI, Wali Kelas VI, dan guru agama SDN Barambai Kolam Kiri 5.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Etika anak SD kelas VI terhadap Allah SWT dalam menjalankan ajaran agama Islam belum maksimal. Etika anak terhadap guru dapat dikatakan baik, walau masih ada anak yang memiliki sikap kurang sopan kepada guru namun masih dalam batas yang wajar. Sedangkan etika terhadap teman sebaya masih ada anak yang berperilaku tidak baik dengan melakukan bullying terhadap teman sekelasnya. (2) Faktor yang mempengaruhi etika pergaulan anak SD kelas VI yaitu faktor pertama lingkungan keluarga, baik buruknya keteladanan pada keluarga akan berdampak pada pembentukan kepribadian anak, kedua lingkungan masyarakat karena anak bergaul dan berkembang dengan lingkungan masyarakat yang luas, ketiga teknologi digital, anak dapat melihat dan mengakses apapun di internet yang tidak seharusnya dilihat oleh anak dibawah umur. Dan keempat tontonan televisi yang mengandung nilai tontonan yang kurang mendidik dan tidak ramah untuk anak.
ETIKA PERGAULAN ANAK SD KELAS VI DI SDN BARAMBAI KOLAM KIRI 5 KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA Nurliani, Yeni; Abidinsyah; Erliani, Sa'adah
Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 02 (2022): AGUSTUS
Publisher : PGMI UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/aldawat.v1i02.3188

Abstract

Dalam proses interaksi sosial anak kelas VI SD sering terjadi penyimpangan dan kenakalan-kenakalan, karena anak memasuki masa remaja dimana tingkat keingintahuanya tinggi. Sama halnya dengan anak SD kelas VI SDN Barambai Kolam Kiri 5 melihat etika anak yang kurang baik dan banyak masyarakat yang berpendapat bahwa terdapat indikasi kejadian bullying. Selain itu penelitian ini melibatkan siswa-siswi sekolah dasar yang duduk dikelas 6. Hal ini dikarenakan pada tingkat perkembangan tersebut anak sudah menguasai kemampuan membaca dan menulis sehingga diharapkan data yang diperoleh untuk hasil penelitian dari alat ukur yang akan dibuat merupakan data yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika pergaulan anak SD kelas VI di SDN Barambai Kolam Kiri 5 dan mendeskripsikan faktor apa yang mempengaruhinya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah anak SD kelas VI, Wali Kelas VI, dan guru agama SDN Barambai Kolam Kiri 5.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Etika anak SD kelas VI terhadap Allah SWT dalam menjalankan ajaran agama Islam belum maksimal. Etika anak terhadap guru dapat dikatakan baik, walau masih ada anak yang memiliki sikap kurang sopan kepada guru namun masih dalam batas yang wajar. Sedangkan etika terhadap teman sebaya masih ada anak yang berperilaku tidak baik dengan melakukan bullying terhadap teman sekelasnya. (2) Faktor yang mempengaruhi etika pergaulan anak SD kelas VI yaitu faktor pertama lingkungan keluarga, baik buruknya keteladanan pada keluarga akan berdampak pada pembentukan kepribadian anak, kedua lingkungan masyarakat karena anak bergaul dan berkembang dengan lingkungan masyarakat yang luas, ketiga teknologi digital, anak dapat melihat dan mengakses apapun di internet yang tidak seharusnya dilihat oleh anak dibawah umur. Dan keempat tontonan televisi yang mengandung nilai tontonan yang kurang mendidik dan tidak ramah untuk anak.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA PADA MATERI EKOSISTEM KELAS 10 DI SMA via, Novia sari; Abidinsyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59860

Abstract

Biology learning on the ecosystem topic in Grade X at SMA Negeri 10 Banjarmasin was still dominated by lecture-based instruction and the use of less varied learning media, causing students to be less active and experience difficulties in understanding abstract ecosystem concepts. The use of technology-based learning media is needed to improve the quality of learning. This study aimed to develop a Canva-based instructional video on the ecosystem topic for Grade X Senior High School students and to determine its validity, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects were 35 students of Class X D at SMA Negeri 10 Banjarmasin. Data were collected through observation, interviews, validation sheets completed by material, language, and media experts, teacher and student response questionnaires, and learning achievement tests in the form of pretests and posttests. The data were analyzed quantitatively using descriptive statistics to determine the validity, practicality, and effectiveness of the developed media. The results showed that the developed Canva-based instructional video achieved a validity score of 81.7%, which was categorized as highly valid. The practicality level, based on teacher and student responses, reached 82.7%, which was categorized as highly practical. The effectiveness of the media was indicated by an increase in classical learning mastery from 28.57% on the pretest to 74.28% on the posttest. Therefore, the Canva-based instructional video was considered valid, practical, and effective, making it suitable for use in Biology learning on the ecosystem topic for Grade X Senior High School students.
Pengembangan kartu truth or dare interaktif berbasis canva pada materi perubahan lingkungan kelas x di SMA Abidin, Rini; Abidinsyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60073

Abstract

This study aims to develop interactive Truth or Dare cards based on Canva for environmental change topics, as well as to determine their level of validity, practicality, and effectiveness in Biology learning. This research and development (R&D) study applied the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The developed product was validated by three material experts, three media experts, three language experts, and two educational practitioners. The product trial was conducted on 31 tenth-grade students of SMA Negeri 10 Banjarmasin. Data were collected using validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning outcomes tests consisting of a pre-test and a post-test. The results showed that the developed Truth or Dare cards obtained an average score of 79.04% in the valid category, comprising media validity of 82.66%, material validity of 71.33%, language validity of 80.66%, practitioner 1 assessment of 79.33%, and practitioner 2 assessment of 82.00%. The level of practicality based on the teacher's response was 72.00%, and the students' response was 78.83%. The product's effectiveness was demonstrated by an increase in classical learning completeness from 67.74% in the pre-test to 80.64% in the post-test. Based on these results, the Canva-based interactive Truth or Dare cards for environmental change topics meet the criteria for being valid, practical, and effective, making them feasible for use as a Biology learning medium in senior high schools.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SDN PENGAMBANGAN 6 BANJARMASIN Anggriani, Rifka; Abidinsyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62690

Abstract

Basic education is a critical foundation in shaping childrens’s character and competence. This study aims to describe teachers’ understanding of the deep learning approach, describe the implementation of the deep learning, learning process, and identify the obstacles encountered during the implementation of the deep learning approach at SDN Pengambangan 6 Banjarmasin. This study used a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation involving the principal, class teachers of grades III, IVA, IVB, and V, and students form those classes. Data were analyzed using the Miles and Huberman technique through data reduction, data display, and verification, while data validity was tested through souce and technique triangulation. The result show that: (1) the principal and class teachers already have a good understanding of the deep learning approach, particulary the concepts of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning; (2) the implementation of the deep learning approach has been carried ou through learning that builds student awareness, connects material with daily life, and creates and enjoyable learning atmosphere, supported by various learning models, media, and technology; and (3) the obstacles faced include suboptimal parental involvement, teachers’ limited skills in designing learning, the diversity of student characteristics, time constraints, and limited technology and internet facilities. Nevertheless, the school continues to strive to improve teacher competence, strengthen cooperation with parents, and optimize learning facilities.